Siapa Jadi Korban? Analisis Persaingan Sengit di Lini Tengah Real Madrid
JAKARTA, investortrus.id – Persaingan sengit di lini tengah Real Madrid telah menjadi medan perang internal bagi beberapa oemain selama beberapa musim terakhir. Musim ini, hal yang sama Kembali terjadi.
Aurelien Tchouameni menolak menjadi penonton dari bangku cadangan. Itu karena pemain internasional Prancis memulai musim dengan penampilan gemilang. Tapi, ketidak konsistenan muncul sebelum cedera selama El Clasico melawan Barcelona. Itu membuatnya harus absen selama sebulan setengah lagi karena patah tulang metatarsal.
Carlo Ancelotti, sebagai respons, secara strategis menempatkan Eduardo Camavinga lebih maju bersama Aurelien Tchouameni di tim. Ini membuat Eduardo Camavinga terlihat berkembang di posisi ini. Dia dengan lancar menyerang lini tengah dan mengacaukan permainan lawan sesuai keinginannya.
“Tentu saja, sebagai pivot, dia lebih terbiasa dengan peran tersebut. Dalam beberapa pertandingan terakhir tanpa Tchouameni, dia tampil sangat baik di posisi itu,” ujar Carlo Ancelotti kepada Diario AS.
Menganalisis statistik menunjukkan bahwa Aurelien Tchouameni memiliki tingkat keberhasilan operan sebesar 93% dibandingkan dengan 85% milik Eduardo Camavinga. Aurelien Tchouameni rata-rata memberikan 69 operan per game dibandingkan dengan 53 milik Eduardo Camavinga. Dia menghabiskan waktu 5% lebih lama di lini tengah lawan.
Baca Juga
Direktur Inter Milan Beppe Marotta Jagokan Juventus Juara Serie A 2023/2024
Hanya saja, Eduardo Camavinga memberikan bola lebih sering sebanyak 14,3 kali per game. Sementara Aurelien Tchouameni lebih dapat diandalkan dengan 7,1 per 90 menit.
Di sisi lain, Eduardo Camavinga mengambil kembali hampir tiga bola lebih banyak per game dibanding Aurelien Tchouameni (7,1 dibanding 4,3). Dia juga mencoba 3,4 dribel per game dibandingkan hanya 0,5 milik Aurelien Tchouameni. Hal ini menunjukkan gaya dinamis Eduardo Camavinga. Sementara Aurelien Tchouameni mempertahankan kehadiran yang lebih terkendali.
Ketika keduanya fit, mereka dapat bermain Bersama. Tapi, Ancelotti dihadapkan pada keputusan sulit untuk melanjutkan dengan Eduardo Camavinga atau mengintegrasikan kembali Aurelien Tchouameni.
Pasalnya, Fede Valverde dan Jude Bellingham tampaknya telah mengamankan tempat mereka untuk saat ini. Sementara Toni Kroos tetap menjadi kekuatan yang konsisten sebagai playmaker utama tim.
Baca Juga
Moreno Longo Dipecat, Cesc Fabregas Bakal Jalani Debut Pelatih di Como

