Kritik Piala Asia 2023, Takehiro Tomiyasu Minta Turnamen Digelar Juni atau Juli
DOHA, investortrust.id – Kritik penyelenggaraan Piala Asia 2023 kembali muncul. Setelah Takefusa Kubo, pemain Jepang lainnya Takehiro Tomiyasu juga meminta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menggelar turnamen edisi berikutnya pada Juni atau Juli.
Awal tahun ini sepak bola akan diramaikan dengan dua turnamen regional yang cukup bergengsi. Piala Asia dan Piala Afrika akan diikuti masing-masing 24 negara di waktu yang bersamaan. Itu membuat para pemain abroad di Eropa harus pergi sesaat untuk membela negara masing-masing.
Menurut Takehiro Tomiyasu, Piala Asia seharusnya digelar di tengah musim sepak bola Eropa seperti halnya Euro 2024 atau Copa America 2024. Sebab, jika digelar Januari-Februari akan merugikan para pemain yang harus absen di klub.
Baca Juga
Ikut Piala Asia Saat Perang Berlangsung di Gaza, Palestina Usung Misi Khusus
“Saya ingin Piala Asia dimainkan pada Juni seperti Piala Eropa. Saya tidak tahu mengapa kami harus bermain pada Januari ini. Tapi, bukan hanya Piala Asia. Piala Afrika juga digelar pada Januari ini,” kata Takehiro Tomiyasu, dilansir Standard Sport.
Jika Piala Afrika secara tradisi memang digelar pada Januari-Februari setiap tahun genap, maka Piala Asia punya kasus lain. Turnamen ini seharusnya digelar Juni 2023 di China. Tapi, tuan rumah membatalkan diri karena penyebaran Covid-19 yang ketika itu kembali marak.
Akibatnya, AFC memindahkan turnamen ke Qatar. Tapi, jika digelar pada Juni-Juli, suhu udara di Timur Tengah sangat ekstrim bisa mencapai 40 derajat Celcius. Jadi, AFC memutuskan menggeser Piala Asia menjadi Januari-Februari yang lebih sejuk.
“Ini tidak bagus untuk para pemain. Tapi, ya beginilah kenyataannya. Dan, saya akan sungguh-sungguh berupaya untuk kembali dengan gelar juara Piala Asia,” pungkas pemain Arsenal itu.
Baca Juga
Gagal dengan Carlo Ancelotti, Timnas Brasil Bujuk Jose Mourinho

