Kabar Buruk untuk FIFA dan UEFA! Pengadilan Eropa Dukung Liga Super Eropa
ZURICH, investortrus.id – Wacana menggelar Liga Super Eropa yang dilontarkan sejumlah klub besar ternyata mendapatkan dukungan dari Pengadilan Eropa. Lembaga yudikatif di Uni Eropa itu menerima gugatan Liga Super Eropa untuk bisa dijalankan layaknya Liga Champions besutan UEFA.
Pertarungan hukum Liga Super Eropa dimulai pada 2021 ketika 12 klub top mengumumkan pembentukan kompetisi Eropa baru tanpa persetujuan FIFA dan UEFA. Ke-12 klub tersebut antara lain Inter Milan, AC Milan, Juventus, Barcelona, dan Real Madrid.
Proyek ini tidak bertahan lama karena klub-klub Liga Premier menarik diri hampir 48 jam setelah pengumuman. Lalu, diikuti Inter Milan, AC Milan, dan Atletico Madrid. Mereka meninggalkan Barcelona, Real Madrid, dan Juventus.
Kemudian, pertarungan berlanjut ke Pengadilan Eropa. Setelah melalui siding beberapa tahun, Keputusan akhirnya keluar. Pengadilan Eropa memutuskan FIFA dan UEFA tidak punya hak melarang Liga Super Eropa.
Tentu saja, ini adalah keputusan yang dapat mengubah nasib sepak bola Eropa. Liga Super Eropa yang sebelumnya mati, bisa bangkit lagi mengeser Liga Champions.
“Peraturan FIFA dan UEFA mengenai persetujuan sebelumnya terhadap kompetisi sepak bola antarklub, seperti Liga Super, bertentangan dengan hukum Uni Eropa. Hal-hal tersebut bertentangan dengan undang-undang persaingan usaha dan kebebasan memberikan layanan,” bunyi putusan Pengadilan Eropa, dilansir Football Italia.
Baca Juga
Aneh! Baru Sebulan Latih Como, Cesc Fabregas Mengundurkan Diri
“Peraturan FIFA dan UEFA yang membuat proyek sepak bola antarklub baru harus mendapat persetujuan sebelumnya, seperti Liga Super, dan melarang klub dan pemain bermain di kompetisi tersebut, adalah melanggar hukum. Tidak ada kerangka peraturan FIFA dan UEFA yang memastikan bahwa peraturan tersebut transparan, obyektif, tidak diskriminatif dan proporsional,” bunyi lanjutan keputusan itu.
“Demikian pula, aturan yang memberikan kontrol eksklusif kepada FIFA dan UEFA atas eksploitasi komersial hak terkait kompetisi tersebut adalah seperti membatasi kompetisi, mengingat pentingnya hal tersebut bagi media, konsumen, dan pemirsa televisi di Uni Eropa,” bunyi lanjutan keputusan itu.
“Pengadilan mengamati bahwa penyelenggaraan kompetisi sepak bola antarklub dan eksploitasi hak media, jelas merupakan kegiatan ekonomi. Karena itu, mereka harus mematuhi peraturan kompetisi dan menghormati kebebasan bergerak, meskipun tujuan ekonomi dari olahraga memiliki karakteristik khusus tertentu,” bunyi lanjutan keputusan itu.
“FIFA dan UEFA menyalahgunakan posisi dominan. Selain itu, mengingat sifatnya yang sewenang-wenang, peraturan mengenai persetujuan, pengendalian dan sanksi harus dianggap sebagai pembatasan yang tidak dapat dibenarkan terhadap kebebasan memberikan layanan,” bunyi lanjutan keputusan itu.
“Itu tidak berarti kompetisi seperti proyek Liga Super harus disetujui. Pengadilan, yang ditanyai secara umum tentang peraturan FIFA dan UEFA, tidak memutuskan proyek spesifik tersebut dalam penilaiannya,” bunyi lanjutan keputusan itu.
Baca Juga
Lautaro Martinez Cedera Paha di Coppa Italia, Inter Milan Cemas Menanti

