Efektifkah Vaksin Dengue Mencegah DBD? Ini Kata Dokter Ahli
JAKARTA, investortrust.id - Vaksin dengue direkomendasikan untuk mencegah demam berdarah dengue (DBD) pada anak dan dewasa. Seberapa efektif vaksin tersebut mencegah DBD?
Menurut Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Prof Dr dr Hartono Gunardi, Sp A(K), DBD menyerang anak usia 5-14 tahun, dengan angka kematian pada kelompok usia anak di bawah 14 tahun berkisar 66%.
Prof Hartono menjelaskan, anak-anak rentan terinfeksi dengue karena mereka berada dekat dengan populasi nyamuk Aedes aegypti. Selain itu, waktu aktif nyamuk bersamaan dengan jadwal aktivitas anak-anak pada umumnya, yaitu pada siang hari. Puncaknya pukul 08.00–13.00 dan 15.00–17.00.
“Sebagai salah satu strategi nasional dalam pencegahan DBD, vaksin perlu diberikan pada kelompok masyarakat yang berisiko,” kata Prof Dr dr Hartono Gunardi di Jakarta, Minggu (21/01/2024), seperti dikutip Antara.
Baca Juga
Hartono Gunardi mengungkapkan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah mengeluarkan rekomendasi vaksinasi dengue bagi anak-anak yang berisi empat antigen dari empat serotip virus dengue sejak 2020.
“Saat ituvaksin yang tersedia merupakan generasi pertama, sekarangsudah tersedia vaksin dengue TAK-003,” tutur ketua Satgas Imunisasi IDAI tersebut.
Merujuk rekomendasi Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), kata Prof Hartono Gunardi, vaksin dapat diberikan pada anak usia 6 tahun hingga dewasa berusia 45 tahun, mengingat proteksinya mulai baik pada usia 6 tahun dibandingkan umur di bawahnya.
Perlindungan sampai 4,5 Tahun
Hartono Gunardi menambahkan, berdasarkan penelitian di delapan negara Asia Tenggara dan Amerika Latin yang melibatkan 28.000 orang responden, hasil uji klinis fase 3 memperlihatkan vaksin dengue bisa melindungi pasien dari penyakit dengue yang memerlukan rawat inap sebanyak 84%.
Hasil penelitian itu juga menunjukkan, kekebalan yang ditimbulkan berbeda antara orang yang sudah dan belum pernah terinfeksi dengue. Pada orang yang pernah terinfeksi dengue, perlindungan vaksin lebih tinggi, yaitu 86%. Sedangkan pada mereka yang belum terinfeksi dengue, perlindungannya mencapai 79%.
Baca Juga
“Secara keseluruhan, perlindungan terhadap penyakit dengue mencapai 61% sampai 4,5 tahun setelah pemberian dosis kedua dengan interval tiga bulan. Hasil ini konsisten dan tidak ada peningkatan risiko terjangkit demam berdarah yang lebih berat pada orang-orang yang telah mendapatkan vaksin," papar dia.
Perihal efek samping, Hartono mengatakan, vaksin dengue menimbulkan efek samping antara lainnyeri pada tempat suntikan, sakit kepala, lemas, nyeri otot, dan demam dengan risiko kurang dari 10%.
“Tidak ada bukti yang menyatakan orang-orang yang pernah divaksin dengue bila terkena dengue akan menjadi lebih berat dan tak ada efek samping berbahaya usai seseorang divaksin,” tegas dia.

