Gelar Konser di Indonesia, Ini Profil 4 Personel Band Coldplay
JAKARTA, investortrust.id -- Coldplay mungkin tidak setua Queen, yang telah dibentuk sejak 1970 dan menjadi band fenomenal hingga saat ini. Coldplay baru dibentuk pada 1996 oleh sekumpulan anak kuliah yang menyukai musik. Namun, band ini telah berhasil memenangkan hati jutaan penggemar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Salah satu alasan mengapa Coldplay begitu popular adalah karena lagu-lagu mereka yang relatable. Lagu-lagu mereka sering kali bercerita tentang cinta, kehilangan, dan harapan, yang merupakan tema-tema yang universal dan mudah dipahami oleh orang-orang dari segala usia.
Lagu Yellow yang dirilis pada 2000, misalnya, adalah salah satu lagu Coldplay yang paling ikonik. Lagu ini bercerita tentang cinta yang hilang, dan telah menjadi lagu pengantar tidur bagi banyak orang. Lagu-lagu lain yang juga populer di kalangan milenial antara lain Viva la Vida, A Sky Full of Stars, dan Paradise.
Selain lagu-lagunya yang mengena, Coldplay juga dikenal dengan musiknya yang indah dan megah. Band ini sering menggunakan instrumen orkestra dan paduan suara dalam lagu-lagunya, yang memberikan nuansa yang dramatis dan menggugah hati.
Coldplay telah merilis delapan album studio, yang semuanya sukses secara komersial dan kritis. Band ini juga telah memenangkan sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk tujuh Grammy Awards.
Setelah bertahun-tahun menanti ‘kedatangan’ mereka, Coldplay secara resmi mengumumkan konser pertamanya di Indonesia. Coldplay mengumumkan akan menggelar konser pertamanya di Indonesia lewat Instagram promotor Third Eye Management. Konser bertajuk “Coldplay Music of The Spheres World Tour” akan digelar di Jakarta, tepatnya di Gelora Bung Karno, pada Rabu, 15 November 2023, demikian dikutip dari akun Instagram @temgmt, Rabu (10/5/2023).
Sembari menunggu kedatangan Chris Martin dan kawan-kawan untuk konsernya di Jakarta pada 15 November mendatang, yuk kita mengenal 4 personel Coldplay.
1. Chris Martin
Chris Martin, lahir pada 2 Maret 1977 di Whitestone, Inggris, adalah seorang musisi, penulis lagu, dan produser rekaman yang menjadi vokalis, gitaris, dan pianis dari band rock alternatif Coldplay.
Martin berasal dari keluarga kelas menengah, dengan ayahnya yang merupakan seorang pensiunan akuntan, sementara ibunya adalah seorang guru musik yang memberinya pengetahuan musik yang luas sejak kecil. Dia telah belajar memainkan berbagai instrumen, termasuk piano, gitar, dan terompet.
Pendidikan awalnya dihabiskan di Sherborne School, sebuah sekolah asrama di Dorset, Inggris, sebelum melanjutkan studinya di University College London, dengan jurusan Filsafat, Politik, dan Ekonomi.
Pada 1996, Martin bersama Jonny Buckland, Guy Berryman, dan Will Champion, teman sekampusnya, membentuk band Coldplay. Karier mereka dimulai dengan merilis album debut mereka, Parachutes, pada 2000, yang mendapat sambutan positif dan memenangkan Penghargaan Mercury. Single Yellow menjadi salah satu hits dari album ini.
Album kedua Coldplay, A Rush of Blood to the Head, dirilis pada 2002, meraih sukses komersial dan kritis, dan memenangkan Grammy Awards. Sejak itu, Coldplay telah merilis tujuh album studio lainnya yang sukses secara komersial dan mendapatkan banyak penghargaan bergengsi.
Selain berkarier di dunia musik, Martin juga dikenal sebagai seorang aktivis yang terlibat dalam berbagai kegiatan amal, termasuk Oxfam, Amnesty International, dan Global Citizen. Selama masa kuliahnya, dia juga aktif dalam grup musik, termasuk The Rocking Honkies, yang memainkan peran penting dalam mengenalkannya pada manajer Coldplay, Phil Harvey.
2. Guy Berryman
Guy Berryman, lahir pada 12 April 1978 di Kirkcaldy, Skotlandia, merupakan salah satu anggota Coldplay yang paling aktif di media sosial, terutama di Instagram, di mana dia sering berinteraksi dengan penggemar. Sebagai pemetik instrumen bass dan salah satu pendiri band, Berryman telah memainkan peran penting dalam kesuksesan Coldplay.
Sejak kecil, Berryman telah menunjukkan minat pada berbagai instrumen musik, termasuk piano, drum, perkusi, gitar, dan cello. Namun, ketertarikannya pada bass membawanya pada karier musik yang sukses.
Pada 1996, Berryman dan rekan-rekannya Chris Martin, Will Champion, dan Jonny Buckland bertemu di University College London, membentuk Coldplay. Berryman mengambil peran sebagai bassist, sementara Martin sebagai vokalis, Champion sebagai drummer, dan Buckland sebagai gitaris.
Selain kiprahnya di Coldplay, Berryman terlibat dalam proyek-proyek musik mandiri, termasuk kolaborasi dengan musisi lain seperti Will Champion dan Magne Furuholmen dari A-ha. Pada 2008, dia juga membentuk band baru bernama Apparatjik, yang terdiri dari anggota kelompok musik terkenal lainnya.
Di samping kecintaannya pada musik, Berryman memiliki beragam hobi, termasuk antik, olahraga, fotografi, dan fashion. Dia juga menikah dengan Joanna dan memiliki seorang putri bernama Nico.
3. Jonny Buckland
Jonny Buckland adalah salah satu personel Coldplay yang paling penting. Dia adalah gitaris utama band, dan gayanya yang unik telah menjadi ciri khas Coldplay.
Lahir di London pada 1977, Buckland mulai belajar memainkan gitar sejak usia 11 tahun dan dengan cepat mengembangkan gaya bermainnya sendiri, dipengaruhi oleh berbagai band seperti U2, The Stone Roses, dan My Bloody Valentine.
Pada 1996, Buckland bertemu dengan Chris Martin di University College London, dan keduanya mulai berkolaborasi musik, kemudian membentuk Coldplay bersama Guy Berryman dan Will Champion.
Sejak itu, Coldplay telah merilis sembilan album studio dan menjadi salah satu band paling sukses di dunia. Kontribusi Buckland dalam band tidak dapat diabaikan, dengan pengakuan sebagai salah satu gitaris terbaik di dunia.
Gaya unik Buckland terlihat dari penggunaan gitar listrik Telecaster Thinline 72' yang khas, serta kecakapan dalam menggunakan efek pedal untuk menciptakan suara yang istimewa. Dia sering menggunakan akord yang tidak lazim dan progresi yang kompleks, serta teknik fingerpicking yang menciptakan nuansa halus dan atmosferik.
Pengaruh dan kontribusi Buckland dalam dunia musik telah mengilhami banyak gitaris lainnya, yang ditandai dengan berbagai penghargaan yang dia peroleh, termasuk Grammy Award untuk Penampilan Rock Instrumental Terbaik.
4. Will Champion
Lagu-lagu Coldplay tak kan lengkap tanpa hentakan drum yang ditabuh drummer Will Champion. Champion mungkin bukan orang pertama yang mencetuskan Coldplay.
Dia memang baru bergabung setelah Chris Martin, Jonny Buckland, dan Guy Berryman memutuskan untuk membuat band. Namun, sebagai drummer, Will Champion tidak kalah disorot dari Chris Martin dan kawan-kawan.
Pria kelahiran 31 Juli 1978 itu lahir di Southampton, Inggris dari seorang ibu yang berprofesi sebagai akademisi di bidang arkeologi. Sejak kecil, Will sudah menunjukkan bakat musik yang luar biasa. Peran ibunya yang turut memainkan gitar saat Will kecil juga turut mendorong minat Will dalam bermusik.
Saat berusia 8 tahun, Will mulai belajar memainkan piano. Seiring bertambahnya usia, dia tidak hanya tertarik pada piano, melainkan juga belajar memainkan alat musik lain seperti bass dan drum.
Pada awal karier musiknya, Will banyak memainkan instrumen piano dan gitar selama bertahun-tahun. Namun, ketika Coldplay hendak dibentuk, Chris Martin dan rekan-rekannya memintanya untuk mengambil posisi drummer. Setelah mendengarkan tabuhan drum ciamik dari Will, mereka langsung menerima keputusan tersebut dengan senang hati.
Karier Will langsung menanjak dengan cepat, dan namanya menjadi terkenal sebagai drummer ikonik dari Coldplay. Dia sangat dihargai di tanah kelahirannya dengan dianugerahi gelar doktor kehormatan di bidang musik dari University of Southampton pada awal 2023, sebagai apresiasi atas kerja kerasnya yang dianggap berbakat dan berdedikasi dalam perkembangan musik pop.(C-12)

