Setelah Everton, Nottingham Forest Dapat Giliran Dihukum Liga Premier
LONDON, investortrust.id – Liga Premier kembali menunjukkan tajinya dalam menegakkan regulasi keuangan Profitabilty and Sustainability Rules. Setelah menghukum Everton, kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Inggris itu kini mengetuk palu untuk Nottingham Forest.
Profitabilty and Sustainability Rules adalah aturan keuangan yang mirip Financial Fair Play buatan UEFA. Liga Premier mengontrol ketat pemasukan dan pengeluaran klub untuk menghindari kebangkrutan.
Dalam regulasi yang berlaku, tidak ada toleransi bagi klub sepak bola di Inggris yang memiliki pengeluaran lebih besar dari pemasukan. Setiap pelanggaran akan berujung hukuman pengurangan poin, yang bisa menyebabkan degradasi.
Baca Juga
Cristiano Ronaldo Masih Dipanggil Timnas Portugal, Joao Cancelo Bilang Begini
Faktanya, Everton menjadi tim pertama yang terkena sanksi akibat pelanggaran aturan ini. The Toffees dihukum pengurangan 10 poin. Sanksi itu berkurang menjadi enam poin setelah Everton menyatakan banding.
Yang terbaru, Nottingham Forest juga dijatuhi sanksi Profitabilty and Sustainability Rules. The Forest dinyatakan bersalah karena kerugian melebihi ambang batas yang diizinkan di Liga Premier.
Pada 2022/2023, Nottingham Forest mencatatkan kerugian 95,5 juta Poundsterling atau melebihi batas maksimal 61 juta Poundsterling. Dengan selisih 34,5 juta Poundsterling, Nottingham Forest dinyatakan bersalah oleh komisi independen yang bertugas mengawasi penerapan Profitabilty and Sustainability Rules.
Layaknya, Everton, Nottingham Forest juga mendapatkan sanksi pengurangan poin. Jumlahnya, empat poin.
Meski tegas, banyak penggemar Liga Premier kini menanti hukuman yang sama untuk Manchester City. Pasalnya, kasus The Citizens jauh lebih berat. Mereka didakwa terhadap 115 pelanggaran aturan finansial Liga Prmier. Dan, hingga kini kasusnya masih berlangsung di pengadilan.
Baca Juga
Cedera Hamstring, Lionel Messi Absen Dari Timnas Argentina di FIFA Matchday

