Mauricio Pochettino Mengaku Tak Dendam Pernah Dipecat Tottenham Hotspur
JAKARTA, investortrust.id – Mauricio Pochettino akan menjalani pertandingan emosional saat Chelsea menantang Tottenham Hotspur di Tottenham Hotspur Stadium, Selasa (07/11/2023) dini hari WIB. Uniknya, dia mengaku tidak dendam atas pemecatan yang dilakukan Daniel Levy pada 19 November 2019.
Mauricio Pochettino membawa Tottenham Hotspur ke final Liga Champions pertama dalam Ssejarah pada 2019. Tapi, lima bulan kemudian, dia dipecat.
Setelah menunggu beberapa tahun, Mauricio Pochettino akhirnya kembali ke Inggris. Pria Argentina itu melatih Chelsea sejak awal musim 2023/2024. Dan, pekan ini dirinya benar-benar berkunjung ke London Utara sebagai musuh. Chelsea akan mengunjungi pemimpin Liga Premier itu untuk pertandingan yang cukup krusial.
“Saya akan menerima apa yang akan mereka tunjukkan. Saya tidak pernah memutuskan pergi. Kami berpisah karena saya dipecat. Tapi, itu bukan kritik terhadap klub. Itu bedanya. Saya tidak pernah memutuskan hengkang. Mungkin (saya bisa saja) masih di sana,” ujar Mauricio Pochettino, dilansir BBC Sport.
Baca Juga
Duh! Kiper Terbaik Dunia 2023 Emiliano Martinez Bikin Blunder di Liga Premier
Saat bertugas di sana, Mauricio Pochettino membantu Tottenham Hotspur menduduki tempat kelima, ketiga, kedua, ketiga, dan keempat di Liga Premier. Tapi, Spurs dikalahkan Liverpool 0-2 pada final Liga Champions 2018/2019. Dia dipecat di akhir tahun setelah klub berada di urutan ke-14.
Ditanya hubungan dengan Daniel Levy, Mauricio Pochettino mengaku tidak ada masalah. “Kami sangat menghormati dan dia mengirim pesan ketika saya menandatangani kontrak di sini. Dia mendoakan yang terbaik untuk saya dan semua orang,” beber Mauricio Pochettino.
“Kita harus natural. Hampir enam tahun bekerja sama, berapa banyak hal yang terjadi dalam enam tahun? Baik dan tidak begitu baik. Saya bertanggung jawab atas hubungan kami. Saya sekarang tidak bisa melupakan hubungan kami di periode yang sangat penting dalam karier saya dan klub,” ungkap Mauricio Pochettino.
Selama masa Mauricio Pochettino bekerja di bawah Daniel Levy, Tottenham Hotspur menantang gelar Liga Premier, menjadi pemain tetap di Liga Champions, dan membangun stadion super megah.
“Sangat penting memahami bahwa penggemar sangat emosional, lebih dari kami, dan mereka ingin tim anda selalu menang dan bermain bagus. Dia (Daniel Levy) telah terlibat selama lebih dari 20 tahun di sepak bola dan memahami situasinya. Saya tidak bisa mengatakan apakah adil jika saya dipecat atau tidak. Itulah sepak bola. Saya harus menerima aturan sepak bola,” ungkap Mauricio Pochettino.
“Daniel memang pintar, cukup pintar untuk memahami bahwa perasaan adalah perasaan. Tapi, bukan berarti orang tidak mengakui pekerjaanmu,” pungkas Mauricio Pochettino.
Baca Juga
Pelatih Brasil U-17 Phelipe Leal Puji Arena Pertandingan Piala Dunia U-17 2023

