IndoFringe Dirancang Jadi Festival Seni Pertunjukan Terbesar Asia
JAKARTA, investortrust.di - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengumumkan IndoFringe menjadi festival seni pertunjukan internasional pertama di Indonesia. Festival ini dirancang untuk mempromosikan budaya Indonesia secara global.
Festival ini juga dirancang untuk menampilkan, mendidik, dan membangun sirkulasi ekonomi sektor seni pertunjukan yang sehat. Kelak, jika ekositem terbentuk, diharapkan bisa berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan sosial ekonomi kreatif dan pariwisata Indonesia.
“Kami percaya Indonesia memiliki pengaruh budaya yang signifikan secara global. Ini menjadi cara terbaik untuk melakukan ekspansi ini adalah dengan memberikan kesempatan seniman lokal untuk menampilkan talenta mereka dan berkolaborasi dengan seniman mancanegara. Untuk itu, kita perlu menunjukkan bakat-bakat ini sembari menyajikan visual dan pengalaman yang baru dan memukau,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga S Uno.
Menparekraf Sandiaga Uno memukul gong peresmian IndoFringe, disaksikan Penanggungjawab IndoFringe, Sachin Gopalan (kedua dari kiri).
Event IndoFringe dirancang untuk menampilkan segala bentuk seni pertunjukan, seni rupa, seni visual, dan seni pameran. Festival ini akan melibatkan talenta profesional dan amatir, kelompok kelompok seni, komunitas, serta mendorong inklusivitas.
Sandiaga Uno optimistis IndoFringe akan menjadi festival seni pertunjukan terbesar di Asia. Event ini sekaligus dirancang untuk mendorong masyarakat Indonesia untuk merayakan kecintaan mereka terhadap seni dan pertunjukan.
IndoFringe berupaya menghasilkan nilai ekonomi dan sosial dengan memelihara sirkulasi sektor ekonomi kreatif. Melalui pendidikan, pelatihan, dukungan layanan publik, dan berbagai workshop sertifikasi, festival ini akan menciptakan peluang bagi para seniman dan berkontribusi pada pertumbuhan industri kreatif.
Dijadwal selama 10-19 November 2023, IndoFringe mulai menggelar workshop dan pertunjukkan setiap hari. Event perdana akan dimulai dari Jakarta lalu ke Bali serta berlanjut ke beberapa kota lain di Indonesia.
Untuk mendorong pariwisata Indonesia, festival ini akan menghadirkan beragam program yang menampilkan seni pertunjukan (komedi, sulap, musik, tari, teater, pedalangan, sirkus, seni bela diri), seni visual (lukisan, fotografi, desain), seni terapan (arsitektur, mode), kriya, lokakarya, kompetisi, dan lainnya.
Peluncuran IndoFringe. Tampak Menparekraf Sandiaga Uno didampingi Ketua Tim Pelaksana Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional, Ilham Akbar Habibie (kedua dari kiri dan Penanggungjawab IndoFringe, Sachin Gopalan (kedua dari kanan).
“Hampir setiap warga Indonesia berpartisipasi dalam berbagai macam sektor ekonomi kreatif. Setiap keluarga, orang tua dan anak pernah berkecimpung di bidang seni, yang sebenarnya menjadi bagian dari tumbuh kembang manusia. Tugas kita sekarang adalah menghubungkan titik-titik tersebut dan menciptakan sebuah ekosistem yang dapat mengubah talenta mereka menjadi mata pencaharian,” ujar Penanggungjawab Festival IndoFringe, Sachin Gopalan.
Menurut Sachin, event ini akan melibatkan artis, venue, kurator, perusahaan produksi, komunitas, sekolah, penonton, dan media, IndoFringe bertujuan untuk menciptakan suasana yang dinamis dan inklusif. Panitia menjanjikan Indofringe akan mengkurasi sekitar 50% dari programnya. Sedangkan sisanya akan melibatkan masyarakat, namun tetap memastikan standar kualitas dan keamanan.
IndoFringe membuka kesempatan yang luas untuk berbagai seniman–termasuk seniman kontrak, sponsor, sukarelawan baik yang datang dari luar negeri maupun yang datang dari Indonesia, amatir, dan komunitas. Berbagai tempat, seperti teater, auditorium, mal, dan ruang publik, akan menyelenggarakan acara tersebut, mendorong kolaborasi dengan komunitas lokal.

