Soal Bahaya Konsumsi Suplemen Magnesium, Ini Kata Pakar
JAKARTA, investortrust.id - Magnesium kerap dianggap sebagai bantuan tidur. Tak aneh jika kata kunci pencarian "magnesium tidur" menampilhan lebih dari 840 juta tampilan di platform TikTok. Pertanyaan kunci yang perlu dilontarkan adalah: Apakah mengonsumsi suplemen magnesium aman?
Suplemen magnesium memang dapat membantu memicu tidur jika seseorang mengalami kekurangan magnesium. Begitu juga bagi mereka yang tidak mendapatkan cukup mineral tersebut dalam diet.
"Tetapi ini bukan obat mujarab seperti yang banyak orang katakan," kata Shelby Harris, seorang psikolog klinis berlisensi dan direktur kesehatan tidur di Sleepopolis, sebagaimana diulas Renee Onque di laman CNBC.com.
"Kerjanya benar-benar berbeda dari, misalnya, melatonin. Sebenarnya, magnesium membantu menenangkan tubuh. Ini bukan bantuan tidur sebenarnya. Saya selalu mengatakan bahwa magnesium menyiapkan panggung untuk tidur," tegas Harris.
"Magnesium bahkan dapat memperlambat detak jantung sedikit, dan kemudian memperlambat tubuh dan otak. Ini seperti obat relaksan pada dasarnya," lanjutnya.
Faktor kunci mengonsumsi suplemen magnesium berkaitan dengan dosis. Dosis tertinggi yang direkomendasikan untuk dewasa adalah tidak lebih dari 350 miligram per hari.Namun, ada garis tipis antara tidur yang lebih baik dan efek samping berbahaya tergantung pada dosisnya.
Oleh karena itu, menurut Harris, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi suplemen magnesium."Terkadang orang mengonsumsi terlalu banyak magnesium," ujar Harris.
Bahkan dalam jumlah kecil pun, menurut Harris, magnesium dari suplemen tetap dapat memiliki efek buruk pada sebagian orang. Adapun beberapa masalah yang bisa timbul dari mengkonsumsi suplemen magnesium seperti diare, detak jantung tidak teratur, gangguan ginjal, hingga interaksi negatif dengan obat-obat lain.
Itu sebabnya, Harris menyarankan untuk mendapatkannya magnesium dari makanan alami. "Banyak orang mengalami kekurangan magnesium karena tidak mengonsumsi cukup makanan yang mengandung magnesium. Jadi, Anda tidak perlu benar-benar mengonsumsi suplemen," tegas Harris.
Ada 10 daftar makanan yang disarankan Harris dan Harvard Health Publishing karena secara alami mengandung magnesium, yakni bayam, selai kacang, kacang almond, telur, susu, pisang, beberapa jenis yoghurt, serpihan gandum, kentang yang dipanggang dengan kulit, serta kacang merah.
Harris merekomendasikan agar pasien mencoba camilan yogurt bebas gula dengan almond atau mentega kacang untuk tidur yang lebih baik. "Saya selalu menyarankan orang untuk melakukannya sekitar satu jam sebelum tidur. Campuran protein dan karbohidrat dapat membantu beberapa orang karena memberikan efek menenangkan yang mempersiapkan mereka untuk tidur,” tandas Harris.

