Kisah Tidak Beruntung Radja Nainggolan Dua Musim Beruntun Bela Klub Degradasi
JAKARTA, investortrust.id – Nasib orang tidak ada yang tahu. Pada sebuah masa, Radja Nainggolan pernah jadi salah satu gelandang hebat. Tapi, dalam dua musim beruntun, pemain Belgia keturunan Sumatera Utara itu harus menderita degradasi dengan dua tim berbeda di dua liga yang bertolak belakang kualitasnya.
Sejak November tahun lalu Radja Nainggolan tercatat sebagai pemain Bhayangkara FC. Dia bergabung setelah tanpa klub selama beberapa bulan seusai putus kontrak dengan SPAL di Serie B Italia.
Sebelum SPAL, Radja Nainggolan dikenal sebagai pemain yang membela berbagai klub di Belgia dan Italia. Dia memulai dari Germinal Beerschot sebelum hijrah ke Piacenza. Lalu, membela Cagliari, AS Roma, Inter Milan, dan Royal Antwerp.
Baca Juga
Timnas U-23 Indonesia Cetak Sejarah Perempat Final Piala Asia U-23, Erick Thohir Bangga
Dari berbagai klub yang dibela, prestasi Radja Nainggolan lumayan. Selain membantu AS Roma menjadi runner-up Serie A, dia sempat mendapatkan Scudetto bersama Inter Milan. Dirinya juga membantu Royal Antwerp menjuarai kompetisi kasta tertinggi Belgia.
(Foto: @liga1match)
Namun, dalam dua musim terakhir, karier Radja Nainggolan mengalami penurunan. Dia harus menjadi saksi degradasi tim yang dibelanya. Pada 2022/2023, Radja Nainggolan gagal mencegah SPAL turun kasta dari Serie B ke Serie C. Saat itu, dia hanya bermain 10 kali dan mengemas satu gol.
Musim ini, nasib serupa menimpa Radja Nainggolan. Dia gagal mencegah Bhayangkara FC turun kasta dari Liga 1 ke Liga 2. Kepastian itu didapatkan setelah The Guardian dikalahkan Bali United pada pertandingan terbaru.
Sama seperti SPAL, kontribusi Radja Nainggolan untuk Bhayangkara FC juga minim sekali. Dia hanya bermain pada 10 pertandingan. Hasilnya, dia menyumbang tiga assist dan satu gol hingga pekan ke-32 Liga 1 musim ini.
Baca Juga
Jadi Runner-up Grup A, Timnas U-23 Indonesia Tunggu Lawan Jepang atau Korea Selatan

