Museum Video Game Terbesar Dunia akan Dibuka di Prancis
JAKARTA, investortrust.id - Dua tokoh dari dunia video game, Benoît Theveny—biasa dipanggil “Tev”—yang terkenal sebagai streamer, dan Ludovic Charles, seorang kolektor terkemuka, bekerja sama untuk mendirikan museum video game terbesar di dunia.
Kolaborasi ini terwujud berkat kampanye penggalangan dana daring yang sukses mengumpulkan dana sebesar 2.230.000 euro, sebuah bukti nyata akan antusiasme dan dukungan yang luar biasa dari masyarakat dan pencinta game—bahkan Presiden Emmanuel Macron turut memberikan dukungannya terhadap proyek ini.
Baca Juga
Masuk Nominasi, A Space for the Unbound Bersaing di The Game Awards 2023
Terletak di jantung wilayah Seine-et-Marne, Prancis, tepatnya di Bussy-Saint-Georges, proyek yang dinamai “Odyssée” ini akan mencakup area seluas 3.500 m² yang sangat luas. Diharapkan akan dibuka pada 2026, museum ini menjanjikan pengalaman tak terlupakan bagi para pengunjung, mengajak mereka menelusuri sejarah video game.
Baca Juga
Indigo Game Buka Jalan 9 Startup Gim Dapatkan Kontrak Publisher Global
Selain memamerkan koleksi konsol dan permainan (lebih dari 2.200 buah yang telah dikumpulkan oleh Ludovic Charles), museum ini juga akan menciptakan suasana desa di Jepang dengan toko-toko, restoran, serta beragam kegiatan yang memperingati 'sumbangan' negara tersebut terhadap budaya populer. Proyek ini tak hanya memajang karya-karya bersejarah, namun juga merayakan dinamika budaya yang melingkupi dunia video game.

