Bagikan

Kisah Kontroversi Sir Stanley Matthews Menang Ballon d’Or Edisi Perdana dengan Modal Juara Piala FA


JAKARTA, investortrust.id – Ketika Ballon d’Or pertama kali diberikan pada 1956, kontroversi langsung muncul. Sang pemenang, Sir Stanley Matthews, mendapatkan penghargaan ini setelah hanya menengkan Piala FA Bersama Blackpool. Legenda Inggris mengalahkan dua pemain Real Madrid yang baru saja menjuarai Piala Eropa (Liga Champions). 

Ballon d'Or merupakan penghargaan sepak bola untuk kategori pemain terbaik dunia. Penghargaan bergengsi ini muncul atas inisiatif majalah olahraga ternama Prancis France Football. 

Penghargaan ini dibuat bertepatan dengan akhir edisi pertama Piala Eropa. Ide awalnya adalah memberikan penghargaan kepada pemain-pemain yang bertarung di Liga Champions.

Baca Juga

Sejarah Baru Tercipta Jika Lionel Messi Memenangkan Ballon d’Or 2023

Tapi, semuanya berubah ketika mekanisme pemilihan pemenang menggunakan voting. Panel juri yang terdiri dari jurnalis olahraga dari segala penjuru Eropa ternyata off-side. Mereka tidak memilih pemain dari Piala Eropa. Mereka justru memberikan Ballon d’Or edisi pertama kepada Sir Stanley Matthews. 

Keputusan ini menuai keterkejutan. Hanya bermodalkan membawa Blackpool menjuarai Piala FA 1953, Sir Stanley Matthews berhasil memenangkan Ballon d'Or edisi perdana. Dengan 47 suara, dia mengalahkan dua legenda Real Madrid yang menjuarai Piala Eropa 1955/1956, Alfredo di Stefano (44 suara), dan Raymond Kopa (33 suara). 

Saat menerima penghargaan, Sir Stanley Matthews juga sudah menginjak usia 41 tahun. Dia juga bukan pemain kaya layaknya pesepak bola masa kini macam Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo. Saat itu, dia hanya menerima gaji 20 Poundsterling. Jika mengacu pada uang 2023 berdasarkan kalkulator inflasi, angkanya setara 682 pounds (Rp 13 juta).

Tapi, kontroversi Ballon d’Or bukan di edisi perdana saja. Contohnya, pada 2006 ketika Fabio Cannavaro jadi bek pertama yang meraih penghargaan. Lalu, pada 2013 ketika Franck Ribery dikalahkan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Kemudian, 2020 ketika Robert Lewandowski sedang bagus-bagusnya dan Ballon d’Or dibatalkan akibat Covid-19.

Baca Juga

Lionel Messi Terdepan, Inilah Daftar Lengkap Calon Pemenang Ballon d’Or 2023

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024