Kisah Kontroversi Timnas Putri Iran: Setelah Tolak Lagu Kebangsaan, Sekarang Dapat Suaka
Poin Penting
|
MELBOURNE, investortrust.id – Kontroversi besar menyelimuti kiprah Timnas Putri Iran setelah tersingkir dari Piala Asia Putri 2026. Setelah menolak menyanyikan lagu kebangsaan, sejumlah pemain memilih tidak kembali ke negaranya dan memutuskan mencari suaka di Australia.
Iran menutup fase grup dengan hasil buruk. Pada laga terakhir Grup A, mereka kalah 0-2 dari Filipina. Sebelumnya, tim yang ditangani Marziyeh Jafari juga takluk 0-3 dari Korea Selatan serta dihajar tuan rumah Australia 0-4. Hasil itu membuat Iran finish di dasar klasemen tanpa mengoleksi poin.
Perhatian publik kemudian tertuju pada kejadian setelah pertandingan terakhir. Saat rombongan tim meninggalkan stadion, salah satu pemain terlihat memberikan isyarat tangan menyerupai tanda SOS dari dalam bus tim kepada para penonton. Gestur tersebut diduga sebagai sinyal permintaan bantuan.
Baca Juga
Momen Tawuran Aneh di Kompetisi Brasil, Wasit Cabut 23 Kartu Merah
Ketegangan sebenarnya sudah muncul sejak pertandingan pertama melawan Korea Selatan. Saat itu para pemain Iran menolak menyanyikan lagu kebangsaan negaranya, yang diduga sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Iran. Tindakan tersebut memicu reaksi keras dari media pemerintah Iran yang menilai aksi tersebut sebagai penghinaan terhadap negara.
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/Tarikh_Eran/status/2030719502682636339?ref_src=twsrc%5Etfw
Pada laga berikutnya melawan Australia, para pemain akhirnya menyanyikan lagu kebangsaan sambil memberi hormat. Tapi, banyak pihak menilai sikap itu dilakukan karena tekanan politik dan kekhawatiran akan konsekuensi yang mereka hadapi saat kembali ke Teheran.
Laporan media Inggris Daily Mail menyebut lima pemain kemudian memilih meninggalkan tim setelah turnamen berakhir untuk mencari suaka. Mereka adalah Fatemeh Pasandideh, Zahra Ghanbari, Zahra Sarbali, Atefeh Ramazanzadeh, dan Mona Hamoudi.
Kelima pemain itu dilaporkan meninggalkan kamp tim pada Senin (9/3/2026) waktu Australia dan menuju rumah aman yang difasilitasi Polisi Federal Australia bersama otoritas setempat.
Informasi ini turut disampaikan oleh Kantor Komunikasi Reza Pahlavi, tokoh oposisi Iran sekaligus pewaris Dinasti Pahlavi. Mereka menyebut kelima atlet pemberani ini, yang saat ini berada di lokasi yang aman dan telah mengumumkan bergabung dengan Revolusi Singa dan Matahari nasional Iran.
"Pengumuman: Kantor Pangeran Reza Pahlavi telah diberitahu bahwa lima pemain dari tim sepak bola nasional putri Iran: Fatemeh Pasandideh, Zahra Ghanbari, Zahra Sarbali, Atefeh Ramazanzadeh, dan Mona Hamoudi, telah meninggalkan kamp pelatihan tim dan berhasil mencari suaka di Australia," tulis timnya Reza Pahlavi di Twitter.
Simbol Singa dan Matahari sendiri merupakan lambang Iran sebelum terjadinya Revolusi Iran 1979 yang menggulingkan monarki dan melahirkan sistem Republik Islam. Dalam beberapa pertandingan turnamen, sejumlah suporter bahkan terlihat membawa bendera dengan simbol tersebut sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan saat ini.
Peristiwa ini juga mendapat perhatian dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dia sempat meminta pemerintah Australia mempertimbangkan pemberian suaka kepada para pemain yang khawatir akan keselamatan mereka jika kembali ke Iran.
Sebab, situasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Operasi militer yang disebut Operasi Epic Fury dilaporkan menewaskan sejumlah tokoh penting Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, Ali Khamenei.
"Australia melakukan kesalahan kemanusiaan yang mengerikan dengan mengizinkan tim nasional sepak bola putri Iran dipaksa kembali ke Iran, di mana mereka kemungkinan besar akan dibunuh. Jangan lakukan itu Pak Perdana Menteri (Anthony Albanese). Berikan suaka. AS akan menerima mereka jika anda tidak mau. Terima kasih atas perhatian anda terhadap masalah ini. Presiden DONALD J. TRUMP," tulis Donald Trump di Twitter.
Baca Juga
Dipanggil Timnas Indonesia, Marc Klok Sebut FIFA Series 2026 Ajang Adaptasi Pelatih Baru
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/Immortalless/status/2030749680569651204?ref_src=twsrc%5Etfw

