Libatkan 5.288 Penari, Pagelaran Langen Tayub Pacitan Pecahkan Rekor MURI
Poin Penting
|
PACITAN, investortrust.id – Sebanyak 5.288 penari mengikuti pagelaran Langen Tayub di Stadion Wijaya Krida, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori pagelaran tari Langen Tayub dengan jumlah penari terbanyak.
Ribuan penari tersebut berasal dari 12 kecamatan dan 172 desa di Kabupaten Pacitan. Mereka telah menjalani latihan selama kurang lebih dua bulan sebelum tampil dalam Gebyar Langen Tayub Pacitan 2026.
Kegiatan tersebut diprakarsai Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas. Dalam sambutannya, Ibas menyampaikan bahwa pelestarian seni tradisional diperlukan untuk menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.
Menurut dia, Langen Tayub tidak hanya menjadi pertunjukan seni, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, dan kerukunan yang diwariskan secara turun-temurun.
“Budaya yang dijaga akan tetap hidup, budaya yang dicintai akan terus tumbuh,” ujar Ibas dalam siaran pers dikutip Jumat (30/10/2026).
Baca Juga
Sabet Rekor MURI, BCA Digital Himpun Karya 50 Jurnalis dalam Buku Literasi Keuangan
Pagelaran diawali dengan ritual slametan sebagai ungkapan syukur dan doa, kemudian dilanjutkan Tari Gambyong sebagai tarian pembuka serta Gedog Pakurmatan melalui pemberian sampur kepada tamu undangan.
Puncak acara diisi dengan Tayuban Massal dalam dua sesi. Sejumlah gending yang dibawakan antara lain Dirgahayu, Mustika Pancasila, Pisang Bali, dan Ricik-ricik. Setiap gending memiliki pesan yang berkaitan dengan kebangsaan, kebijaksanaan, kebersamaan, dan rasa syukur.
Ibas juga mengajak masyarakat memberikan ruang bagi seniman dan mendorong generasi muda untuk mengenal serta melestarikan kesenian tradisional.
Adapun Gebyar Langen Tayub Pacitan 2026 turut mendapat dukungan dari Antam, Telkom Indonesia, ID Food, Pelindo, Bulog dan Cleo.
Baca Juga
Dorong Regenerasi Penari
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut dan partisipasi masyarakat dalam pagelaran. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ibas yang telah memprakarsai kegiatan dalam rangka Hari Sumpah Pemuda sekaligus pencatatan rekor MURI.
Menurut Indrata, antusiasme masyarakat tetap terlihat meskipun kegiatan berlangsung di tengah gerimis hujan.
Ibas berharap pencapaian rekor tersebut dapat mendorong keberlanjutan Langen Tayub melalui regenerasi penari, penyediaan ruang berkesenian, serta keterlibatan generasi muda.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pacitan, perwakilan MPR RI, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), serta camat dan kepala desa dari wilayah peserta pagelaran.
