Konsumsi Fesyen Muslim RI Baru Segini, Menperin Bilang Begini…
JAKARTA, investortrust.id – Konsumsi fesyen muslim RI baru mencapai US$ 17 miliar. Padahal, Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengakui, angka itu masih terbilang rendah.
“Konsumsi fesyen muslim di Indonesia masih tergolong rendah, baru sekitar US$ 17 miliar pada 2021,” ujar Agus Gumiwang pada perhelatan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2024, melalui kanal Youtube, dikutip investortrust.id, Minggu (19/10/2023).
Menperin tidak merinci berapa persen pangsa pasar industry fesyen muslim Indonesia terhadap industri fesyen muslim dunia pada 2021. Dia hanya mengatakan, berdasarkan The State of Global Islamic Economy (SGIE) dalam SGIE Report 2022, konsumsi fesyen dunia pada 2025 diproyeksikan mencapai US$ 375 miliar.
SGIE dalam laporannya menyebutkan, Indonesia menduduki peringkat ke-3 sebagai negara yang mengembangkan fesyen muslim terbaik di dunia dengan nilai ekspor US$ 390 juta.
Baca Juga
Pengusaha Produk Halal Diminta Manfaatkan Tren Gaya Hidup Sehat
“Hal ini menempatkan Indonesia pada top 9 negara eksportir fesyen muslim di dunia dan top 3 negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang mengekspor fesyen muslim,” tutur Menperin yang membuka perhelatan JMFW) 2024 pada Kamis (19/10/2023).
Data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menunjukkan, Indonesia memiliki populasi Islam sebanyak 241,7 juta jiwa atau 87,02% dari total populasi yang mencapai 277,75 juta jiwa per akhir 2022.
Sumbang 6,05% PDB
Agus Gumiwang menegaskan, industri fesyen merupakan bagian dari industri tekstil dan pakaian jadi yang berperan sangat besar terhadap perekonomian nasional.
Baca Juga
“Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian (Pusdatin Kemenperin) menyebutkan, sektor industri tekstil dan pakaian jadi menyumbang 6,05% terhadap produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas pada triwulan II-2023,” papar dia.
Sektor industri fesyen, kata Menperin, merupakan subsektor penting dalam perekonomian Indonesia. Terlebih sektor industri fesyen muslim ke depan memiliki potensi sangat besar untuk berkembang.
Baca Juga
Keren! Kemendag Targetkan Indonesia Menjadi Kiblat Mode Muslim Dunia
“Pasar fesyen muslim terus tumbuh sejalan dengan perkembangan umat muslim di dunia,” tandas dia.
Agus Gumiwang mengingatkan, perkembangan fesyen muslim akan sejalan dengan perkembangan industrinya di berbagai negara. Itu akan menjadi tantangan sendiri bagi inustri dalam negeri untuk bersaing.
Karena itu, Menperin berpesan agar para pelaku industri fesyen muslim memiliki karakteristik dan ciri khas tersendiri.
“Kekayaan budaya dan sumber daya Indonesia adalah modal besar bagi para desainer dan brand lokal untuk menciptakan produk-produk berdaya saing, salah satunya keberagaman wastra Indonesia, seperti batik, kain tenun, dan kain songket,” ucap Menperin.(CR-2)

