Kemenkes Ungkap Kasus Superflu di RI Turun Jadi 22 Kasus di 2026
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap kasus influenza yang dikaitkan dengan istilah superflu di Indonesia tercatat sebanyak 22 kasus pada 2026 hingga minggu ke-38.
Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengatakan, jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan kasus yang tercatat pada 2025, yakni sebanyak 166 kasus.
“Kalau kita melihat data ini, bahwa sub-clade K yang ada di Indonesia kasusnya jauh lebih banyak di tahun 2025, tahun lalu. Kasus tersebut tadi yang saya sampaikan 22 (di 2026), dibanding 166 di tahun 2025,” kata Andi dalam konferensi pers secara daring, Senin (28/9/2026).
Baca Juga
Menkes Pastikan Stok Obat Influenza A Aman, tetapi Tak Dapat Diberi Sembarangan
Andi menjelaskan, kasus sub-clade K yang ditemukan pada 2026 hanya tercatat hingga minggu ke-16. Setelah periode tersebut, Kemenkes tidak lagi mendapatkan kasus sub-clade K hingga pemantauan minggu ke-38.
Istilah superflu merupakan istilah awam dan bukan nomenklatur dari World Health Organization (WHO) maupun Kemenkes. Istilah tersebut merujuk pada influenza A sub-tipe H3N2 sub-clade K.
Andi menegaskan, influenza A H3N2 yang dikaitkan dengan istilah superflu bukan jenis influenza yang dominan di Indonesia saat ini.
“Tadi, saya sudah sampaikan bahwa yang dominan di Indonesia saat ini adalah influenza A H1N1. Jadi, bukan superflu atau influenza A H3N2,” terang Andi.
Kemenkes mencatat adanya peningkatan aktivitas influenza di Indonesia seiring memasuki periode musiman. Pada minggu ke-38, positivity rate influenza tercatat mencapai 56%.
Meski meningkat, Andi menyebut tingkat aktivitas influenza di rumah sakit masih berada pada kategori rendah, sedangkan di puskesmas berada pada kategori sedang.
Andi mengatakan pola peningkatan kasus influenza tersebut merupakan kondisi musiman. Berdasarkan pemantauan Kemenkes, kasus influenza biasanya meningkat mulai September hingga akhir tahun.
Baca Juga
Super Flu: Bukan Virus Baru Tapi Tetap Harus Waspada, Ini Kata Dokter
Kemenkes mengimbau masyarakat tetap waspada dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker saat sakit atau berada di tempat ramai.
Andi juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik terhadap kondisi influenza saat ini.
“Tidak usah panik, tidak usah khawatir, ya, tetapi tetap waspada,” tegas Andi.
