Nyeri Lutut Berulang Bukan Sekadar Faktor Usia, Waspadai Osteoarthritis
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Banyak orang menganggap nyeri lutut setelah beraktivitas sebagai hal yang wajar, terutama seiring bertambahnya usia. Padahal, nyeri lutut yang muncul berulang tidak selalu berkaitan dengan faktor usia, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti berat badan berlebih, riwayat cedera sendi, aktivitas berulang yang memberi tekanan pada sendi, maupun faktor genetik. Jika disertai lutut yang terasa kaku saat bangun pagi atau aktivitas sederhana seperti naik turun tangga mulai terasa tidak nyaman, kondisi tersebut dapat menjadi tanda osteoarthritis, salah satu penyakit sendi yang paling umum terjadi pada orang dewasa.
Meski sering dikaitkan dengan usia lanjut, osteoarthritis juga dapat dialami oleh individu yang masih aktif. dr. Fahresa Hilmy, Sp.OT dari Mayapada Hospital Kuningan menjelaskan, osteoarthritis terjadi akibat kerusakan bertahap pada tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan antar tulang. “Akibatnya, permukaan tulang saling bergesekan sehingga menyebabkan nyeri, peradangan, dan keterbatasan gerak. Karena berkembang secara perlahan, banyak pasien baru mencari pertolongan ketika keluhan mulai mengganggu aktivitas.” Pada tahap awal, osteoarthritis dapat ditandai dengan nyeri saat beraktivitas, kekakuan sendi, pembengkakan ringan, hingga keterbatasan gerak. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat berkembang menjadi kerusakan sendi yang menyebabkan nyeri berkepanjangan dan keterbatasan gerak, bahkan memerlukan tindakan Total Knee Replacement (TKR).
Menurut Prof. Nicolaas C. Budhiparama, MD, PhD (LUMC, NL), PhD (UGM, ID), Sp.OT(K), FICS dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, pakar ortopedi yang dikenal atas kontribusinya dalam pengembangan teknologi robotik dan inovasi bedah penggantian sendi di tingkat dunia, standar baru dalam penanganan osteoarthritis kini tidak hanya berfokus pada keberhasilan operasi, tetapi juga pada kualitas pemulihan pasien. “Ketika osteoarthritis telah menyebabkan kerusakan sendi yang berat dan mengganggu fungsi gerak secara signifikan, prosedur TKR dapat membantu mengurangi nyeri dan mengembalikan fungsi sendi sehingga pasien dapat kembali bergerak dengan lebih nyaman. Dalam proses pemulihan, pasien bahkan dapat mulai dilatih untuk menekuk lutut dan berdiri sekitar 5 jam setelah operasi. Dukungan teknologi robotik juga membantu meningkatkan presisi tindakan sehingga mendukung hasil penanganan yang lebih optimal,” jelas Prof. Nico.
Baca Juga
Mengapa Cedera Hamstring Sering Terjadi pada Pemain Bola? Ini Kata Dokter
Namun, tidak semua kasus osteoarthritis memerlukan tindakan operasi. "Pada banyak kasus, gejala dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup, latihan yang tepat, fisioterapi, pengelolaan berat badan, serta terapi medis sesuai kondisi pasien. Semakin dini osteoarthritis dikenali dan ditangani, semakin besar peluang untuk mempertahankan fungsi sendi dan menjaga kualitas hidup," tutup Prof. Nico.
Karena itu, nyeri lutut yang muncul berulang atau semakin mengganggu aktivitas sehari-hari sebaiknya tidak diabaikan. Mengenali gejala sejak dini dan berkonsultasi dengan dokter dapat membantu mendapatkan penanganan yang tepat sebelum keluhan berkembang dan memengaruhi kualitas hidup. Sebagai bagian dari layanan kesehatan yang menyeluruh, pasien dengan keluhan pada tulang dan sendi dapat menjalani pemeriksaan di Orthopedic Center Mayapada Hospital. Layanan ini mencakup penanganan berbagai gangguan muskuloskeletal, mulai dari nyeri otot dan sendi hingga pencegahan dan pemulihan cedera, dengan pemeriksaan komprehensif yang didukung teknologi diagnostik modern serta tim dokter multidisiplin yang berpengalaman.
Untuk membantu menjaga kesehatan dan fungsi sendi secara optimal, Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) juga menyediakan layanan komprehensif, mulai dari skrining, pencegahan, hingga penanganan cedera, serta program peningkatan performa untuk aktivitas sehari-hari maupun olahraga. Semua layanan ini didukung fasilitas lengkap, seperti gym, VO2 Max, dan Body Composition Analysis, untuk menunjang program latihan secara optimal. Untuk memberikan kenyamanan bagi pasien internasional, di MHKN juga tersedia layanan International Care Concierge yang membantu kebutuhan pasien ekspatriat maupun pasien dari luar negeri, mulai dari koordinasi janji temu, pendampingan selama perawatan, hingga dukungan komunikasi selama menjalani pengobatan.
Informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, Emergency 150990 atau melalui aplikasi MyCare. Selain itu, Anda juga dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).
Baca Juga
Apa Itu Code Blue? Mengenal Tim Medis yang Siap Bergerak Cepat Saat Kondisi Kritis
