Kisah Ajaib Bournemouth dari Minus 17 Poin Tampil di Kompetisi Eropa
Poin Penting
|
SAN SEBASTIAN, investortrust.id – Bournemouth mengawali debut kompetisi Eropa dengan kemenangan bersejarah. The Cherries menundukkan Real Sociedad 2-1 di Estadio Anoeta, Jumat (18/9/2026) dini hari WIB, dalam pertandingan pertama mereka pada Liga Europa.
Kemenangan tersebut terasa semakin istimewa karena Bournemouth baru pertama kali tampil di kompetisi Eropa sepanjang 127 tahun sejarah klub. Ribuan suporter yang datang dari Inggris pun menjadi saksi langsung pencapaian yang sebelumnya sulit dibayangkan.
Sebuah spanduk di tribune suporter tamu bertuliskan "From -17 to Europe" (Dari minus 17 poin ke Eropa) menjadi pengingat perjalanan luar biasa Bournemouth. Kalimat tersebut merujuk pada masa ketika klub asal Dorset itu berada dalam kondisi finansial kritis dan harus menerima pengurangan 17 poin demi tetap bertahan di Football League pada musim 2008/2009.
Baca Juga
Juventus Hajar NEC Nijmegen di Liga Europa, Luciano Spalletti Puji Debut Kamil Grabara
Saat itu, Bournemouth bahkan sempat terancam kehilangan statusnya sebagai anggota liga setelah memasuki administrasi dan terancam bangkrut. Sebelum akhirnya bertahan, mereka harus menerima sanksi pengurangan 17 poin dan menyetujui keputusan tersebut tanpa mengajukan banding.
Kini, 18 tahun setelah melewati periode kelam itu, Bournemouth justru tampil di panggung Eropa. Mereka bahkan langsung meraih kemenangan di kandang Real Sociedad. "Itu kemenangan yang luar biasa dalam pertandingan Eropa pertama kami. Ini luar biasa bagi klub dan 2.000 suporter dari Bournemouth," ujar pelatih Marco Rose kepada TNT Sports.
Perjalanan Bournemouth menuju titik tersebut memang berubah drastis dalam waktu relatif singkat. Klub ini pertama kali promosi ke Premier League pada 2015. Sebelas tahun kemudian, mereka tidak hanya bertahan di kasta tertinggi Inggris, tetapi juga mampu menembus kompetisi Eropa.
Bagi generasi suporter yang tumbuh setelah Bournemouth berada di Premier League, bermain di kasta tertinggi mungkin sudah menjadi sesuatu yang biasa. Namun, bagi mereka yang menyaksikan klub terpuruk hingga harus menerima pengurangan 17 poin, tampil di Eropa tentu memiliki makna yang jauh lebih besar.
Di lapangan, Bournemouth menunjukkan bahwa mereka tidak datang ke Eropa sekadar untuk merasakan atmosfer kompetisi. Menghadapi Real Sociedad yang diperkuat sejumlah pemain berkualitas, tim asuhan Rose tampil agresif sejak awal.
Bournemouth mampu menekan Sociedad secara intens dan berkali-kali merebut bola di area tinggi. Tekanan tersebut membuat tuan rumah kesulitan mengembangkan permainan dan memberi Bournemouth ruang untuk menciptakan peluang.
Namun, pertandingan tidak berjalan mudah sepanjang 90 menit. Sociedad bangkit setelah turun minum dan meningkatkan tekanan. Intensitas tinggi yang diperlihatkan Bournemouth pada babak pertama mulai menguras energi para pemain.
Situasi tersebut membuat lini belakang Bournemouth harus bekerja keras. Apalagi, klub asal Inggris itu sebelumnya sempat kehilangan keunggulan dalam empat pertandingan pertama mereka di Premier League musim ini.
Real Sociedad terus meningkatkan tekanan pada babak kedua. Akan tetapi, Bournemouth mampu mempertahankan keunggulan berkat kerja keras seluruh pemain dan sejumlah penyelamatan penting dari kiper Djordje Petrovic.
Pada akhirnya, Bournemouth berhasil membawa pulang kemenangan 2-1 sekaligus mencatat sejarah sebagai klub yang meraih kemenangan pada debutnya di kompetisi Eropa. "Itu sangat intens dan berat," pungkas Rose.
Baca Juga
Catat! Penjualan Tiket FIFA ASEAN Cup 2026 Dimulai Siang ini
