Juventus Hajar NEC Nijmegen di Liga Europa, Luciano Spalletti Puji Debut Kamil Grabara
Poin Penting
|
TURIN, investortrust.id – Kamil Grabara langsung memberikan kesan kuat pada debut bersama Juventus. Kiper Polandia itu mencatatkan clean sheets saat Juventus menghancurkan NEC Nijmegen 5-0 pada laga pembuka fase liga Liga Europa di Juventus Allianz Stadium, Jumat (18/9/2026) dini hari WIB.
Juventus mengawali ajang Eropa dengan baik saat Nico Gonzalez membuka keunggulan pada menit kesembilan, disusul Kerim Alajbegovic (24) dan Nick Woltemade (35) melalui penalti. Zeki Celik (75) kemudian menambah gol sebelum Randal Kolo Muani (82) melengkapi pesta gol Juventus.
Luciano Spalletti menilai para pemainnya tampil dengan pikiran jernih dan mampu merespons tekanan setelah hasil kurang memuaskan sebelumnya. Dia juga memuji keputusan para pemain dalam memanfaatkan peluang yang tersedia.
Baca Juga
Catat! Penjualan Tiket FIFA ASEAN Cup 2026 Dimulai Siang ini
“Saya sangat puas. Mereka masuk ke lapangan dengan pikiran jernih, mengubah keraguan menjadi keputusan dan mengambil keputusan dengan baik. Mereka mampu memaksimalkan keinginan untuk melakukan sesuatu. Nico tampil bagus pada gol pertama karena mampu mengejar bola tersebut,” ujar Spalletti, dikutip Sky Sport Italia.
Grabara menjadi salah satu pemain yang mendapat apresiasi khusus. Selain menjaga gawangnya tetap bersih, kiper tersebut juga berperan dalam proses gol pembuka Juventus. Umpan panjangnya dari lini belakang menemukan pergerakan Nico Gonzalez yang kemudian mencetak gol.
“Selamat kepada Grabara, yang menunjukkan ketenangan dan kemampuan bermain dengan kakinya. Dalam pertandingan seperti ini, kiper menjadi pemain tambahan. Jika Anda bisa menemukan pemain bebas di dalam lapangan seperti itu, ruang akan terbuka bagi Anda,” kata Spalletti.
Meski puas dengan kemenangan besar tersebut, Spalletti tetap menemukan sejumlah hal yang perlu diperbaiki. Pelatih asal Italia itu menyoroti ruang yang terlalu besar di belakang garis pertahanan Juventus.
“Dari apa yang kami tunjukkan, kami sebenarnya bisa lebih kompak dan secara alami menyisakan lebih sedikit ruang di belakang garis pertahanan. Melihat bagaimana pertandingan berjalan, keputusan untuk mengubah sesuatu adalah pilihan yang tepat. Ini adalah cara yang bisa kami gunakan untuk menginterpretasikan pertandingan, dan cara ini juga yang membantu kami memenangkan beberapa laga musim lalu. Sekarang kami memiliki begitu sedikit pemain sehingga kami harus beradaptasi,” tutup Spalletti.
Baca Juga
Mengapa FIFA ASEAN Cup Bisa Digelar di Jeda Internasional? Ini Penjelasannya
