Akibat Chant Diogo Jota, Klub Arab Saudi ini Dihukum Pertandingan Tanpa Penonton
Poin Penting
|
RIYADH, investortrust.id – Al-Taawoun harus menjalani dua pertandingan kandang Liga Arab Saudi tanpa penonton setelah suporternya meneriakkan nama mendiang Diogo Jota untuk memprovokasi gelandang Al-Hilal, Ruben Neves.
Asosiasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) melalui Komite Disiplin dan Etika menjatuhkan hukuman tersebut setelah insiden terjadi dalam pertandingan Al-Taawoun kontra Al-Hilal pada Sabtu (12/9/2026). Dalam laga tersebut, Al-Hilal menang 6-0.
Selain penutupan stadion untuk dua pertandingan kandang, Al-Taawoun juga dijatuhi denda 100.000 Riyal (Rp646 juta). Sanksi diberikan setelah sejumlah suporter Al-Taawoun berulang kali meneriakkan nama “Jota” kepada Neves ketika pertandingan berlangsung. Nama tersebut merujuk kepada Diogo Jota, sahabat dekat sekaligus mantan rekan setim Neves di Portugal.
Baca Juga
AS Roma atau Everton? Aturan Ketat UEFA Bikin Friedkin Group Harus Memilih
Jota meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di Spanyol pada Juli 2025 bersama adiknya, Andre Silva. Neves termasuk salah satu pembawa peti jenazah dalam pemakaman Jota.
Hubungan keduanya memang sangat dekat. Neves juga mengenakan nomor punggung 21 bersama Portugal sebagai bentuk penghormatan kepada Jota. Dia bahkan memiliki tato yang menggambarkan dirinya dan Jota sedang berpelukan.
Provokasi tersebut mendapat respons dari Neves setelah pertandingan. Gelandang asal Portugal itu mengaku menyerahkan semua masalah ini kepada SAFF. “Saya hanya berharap mereka tidak pergi berdoa setelah apa yang mereka lakukan,” ucap Neves, dilansir BBC Sport.
Sikap suporter Al-Taawoun kemudian mendapat kecaman luas, termasuk dari Cristiano Ronaldo. Kapten Al-Nassr tersebut meminta otoritas sepak bola Arab Saudi memberikan hukuman tegas kepada para suporter yang terlibat.
“Liga harus mengambil tindakan dan menghukum perilaku suporter seperti ini. Ini bukan lagi sepak bola dan harus ada batasnya. Orang-orang yang berperilaku seperti ini seharusnya tidak pernah diizinkan masuk stadion lagi,” kata Ronaldo.
Al-Hilal juga mengajukan laporan resmi kepada SAFF setelah kejadian tersebut. Klub menilai chant yang diarahkan kepada Neves sebagai tindakan ofensif dan tidak dapat diterima.
Al-Taawoun kemudian mengambil sikap dengan mengecam tindakan suporternya. Klub menegaskan perilaku tersebut tidak mencerminkan identitas maupun nilai yang mereka junjung. “Perilaku seperti ini sepenuhnya tidak dapat diterima dan tidak mewakili klub, suporter, maupun nilai-nilai yang selama ini dijunjung klub,” kata Al-Taawoun.
“Persaingan dalam olahraga tidak dapat dijadikan alasan untuk menghina, merendahkan, atau melakukan perundungan terhadap orang lain dengan mengorbankan perasaan siapa pun,” lanjut pernyataan Al-Taawoun.
Baca Juga
Todd Boehly Jual Saham Chelsea, Clearlake Capital Kini Jadi Penguasa Penuh
