AS Roma atau Everton? Aturan Ketat UEFA Bikin Friedkin Group Harus Memilih
Poin Penting
|
ROMA, investortrust.id – Friedkin Group menghadapi dilema kepemilikan setelah UEFA memperketat aturan multipel klub yang berpotensi memaksa pemilik AS Roma dan Everton memilih salah satu klub jika keduanya lolos ke kompetisi Eropa yang sama.
Menurut laporan The Times, solusi yang sebelumnya diyakini Friedkin Group dapat menghindarkan Roma dan Everton dari persoalan regulasi UEFA kini dinilai tidak lagi bisa diterapkan. UEFA disebut telah memperingatkan Dan Friedkin dan jajaran direksi bahwa struktur kepemilikan saat ini tidak dapat digunakan jika dua klub tersebut tampil di turnamen Eropa yang sama.
Aturan UEFA memang melarang individu atau badan hukum memiliki kontrol atau pengaruh terhadap lebih dari satu klub yang berpartisipasi dalam kompetisi Eropa yang sama. Regulasi tersebut mencakup kepemilikan mayoritas hak suara maupun kemampuan memberikan pengaruh menentukan terhadap pengambilan keputusan klub.
Baca Juga
Todd Boehly Jual Saham Chelsea, Clearlake Capital Kini Jadi Penguasa Penuh
Situasi tersebut sebenarnya belum menjadi masalah pada musim ini. Roma berhasil mengamankan tiket Liga Champions. Sedangkan Everton tidak tampil di kompetisi Eropa setelah mengakhiri musim Premier League di posisi ke-13. Artinya, kedua klub tidak berada dalam kompetisi UEFA yang sama.
Namun, persoalan tersebut dapat kembali muncul jika Roma dan Everton sama-sama lolos ke kompetisi Eropa pada musim berikutnya. Friedkin Group kini harus menyiapkan alternatif untuk memenuhi aturan UEFA.
Salah satu opsi yang masih terbuka adalah menempatkan salah satu klub ke dalam blind trust. Dalam skema tersebut, klub untuk sementara dikelola oleh pihak independen sehingga pemilik utama tidak memiliki kendali langsung yang berpotensi melanggar aturan UEFA.
The Times menilai Everton lebih mungkin ditempatkan dalam skema tersebut. Pasalnya, Roma merupakan investasi Friedkin Group yang telah berjalan lebih lama sejak 2020. Kelompok usaha yang dipimpin Dan Friedkin itu secara resmi mengambil alih 86,6 persen saham Roma pada Agustus 2020.
Friedkin Group kemudian memperluas portofolio olahraga dengan mengambil alih klub Prancis, SM Cannes, pada 2023 dan Everton pada 2024. Kehadiran Everton membuat kelompok tersebut memiliki dua klub yang berkompetisi dalam sistem sepak bola Eropa dan berpotensi bertemu dalam persoalan regulasi UEFA.
Keterlibatan keluarga Friedkin di Everton juga menjadi sorotan. Dan Friedkin disebut belum pernah menghadiri pertandingan Everton di Goodison Park maupun Hill Dickinson Stadium. Sementara putranya, Ryan Friedkin, baru sekali mengunjungi fasilitas baru Everton ketika klub tersebut menjalani pertandingan pramusim melawan Roma.
Perkembangan itu semakin menarik The Friedkin Group baru membentuk Pursuit Sports sekitar 18 bulan lalu. Struktur tersebut dibuat untuk berbagi data, pengetahuan, dan pengalaman di antara klub-klub yang berada di bawah naungan kelompok tersebut.
Di sisi lain, peluang Everton dilepas sebagian atau seluruhnya mulai terbuka. Friedkin Group sedang mencari investor baru untuk Everton, kurang dari dua tahun setelah mengambil alih klub tersebut.
Jika opsi tersebut berlanjut, pelepasan sebagian saham Everton dapat menjadi jalan bagi The Friedkin Group untuk tetap mempertahankan keterlibatannya di Premier League tanpa harus sepenuhnya meninggalkan klub. Namun, penjualan penuh juga menjadi salah satu kemungkinan apabila persoalan kepemilikan multipel klub semakin sulit diselesaikan.
Baca Juga
Cetak 100 Gol untuk Inter Miami, Lionel Messi Sumbang Gelar Juara Campeones Cup
