Kisah Kendry Paez, Baru Main di Laga Resmi Chelsea Setelah Menunggu 3 Tahun
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id – Kendry Paez akhirnya mengenakan seragam Chelsea di laga resmi setelah tiga tahun menunggu sejak kepindahannya dari Independiente del Valle disepakati. Namun, debut pemain asal Ekuador itu justru terjadi bersama tim muda Chelsea, Cobham Next Gen.
Paez masuk pada menit ke-78 saat Cobham Next Gen mengalahkan Arsenal U-21 dengan skor 4-1 dalam pertandingan Premier League 2 di Mangata Developments Stadium Meadow Park, aakhir pekan lalu. Chelsea U-21 mencatat kemenangan melalui dua gol Reggie Watson serta gol Leo Black dan Chizaram Ezenwata.
Momen tersebut menjadi langkah baru bagi Paez yang sempat diproyeksikan sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di Amerika Selatan. Chelsea sebelumnya mengeluarkan £17,27 juta (Rp411,8 miliar) untuk merekrutnya dari Independiente del Valle pada 2023 ketika usianya baru 16 tahun.
Baca Juga
Bologna Pecat Domenico Tedesco, Raffaele Palladino Jadi Pengganti
Paez kala itu sudah mencuri perhatian setelah memecahkan sejumlah rekor di Ekuador. Dia menjadi pemain termuda yang tampil dan mencetak gol di kompetisi kasta tertinggi Ekuador pada usia 15 tahun. Pada musim yang sama, dia juga menjalani debut di Copa Libertadores.
Ketika berusia 16 tahun 131 hari, Paez kembali mencatat sejarah bersama Ekuador. Dia menjadi pemain Amerika Selatan termuda kedua yang tampil dalam kualifikasi Piala Dunia setelah Diego Maradona. Sebulan kemudian, dia menjadi pemain Amerika Selatan termuda yang mencetak gol di kualifikasi Piala Dunia setelah menjebol gawang Bolivia.
Potensi tersebut membuat Chelsea memberi perhatian khusus sejak awal. Paez bahkan diperbolehkan berlatih secara rutin bersama tim utama sebelum resmi bergabung setelah berusia 18 tahun. Chelsea juga memberikan dukungan keamanan kepada Paez, keluarganya, serta keluarga Moises Caicedo ketika situasi keamanan di Ekuador memburuk pada awal 2024.
Namun, perkembangan Paez tidak berjalan secepat yang diharapkan. Dia sempat tersandung masalah di luar lapangan ketika terekam berada di sebuah klub malam di New York saat menjalani tugas bersama Ekuador.
Chelsea kemudian meminjamkannya ke Strasbourg. Paez sempat mengawali periode tersebut dengan menjanjikan setelah meraih penghargaan Pemain Muda Terbaik Ligue 1 pada September.
Namun, performanya kemudian mendapat kritik dari pelatih Strasbourg saat itu, Liam Rosenior. “Kami jelas mengharapkan lebih. Saya sudah lelah menggunakan alasan usia pemain,” kata Rosenior ketika itu, dilansir BBC Sport.
Masa peminjaman di Strasbourg akhirnya dihentikan setelah Paez hanya mencetak satu gol dalam 21 pertandingan. Dia kemudian bergabung dengan River Plate dengan status pinjaman dua tahun, tetapi kembali gagal mendapatkan konsistensi. Masa peminjaman tersebut berakhir lebih cepat setelah Paez hanya tampil 14 kali dengan total 461 menit dan mencetak satu gol.
Situasi itu membuat masa depan Paez di Chelsea sempat tidak jelas. Pelatih baru Chelsea, Xabi Alonso, bahkan menyatakan Paez “tidak masuk dalam rencananya”. Chelsea juga memasukkan nama Paez sebagai pemain akademi di situs resmi klub.
Klub sempat menjajaki kemungkinan meminjamkan Paez ke klub Inggris. Namun, Chelsea sudah menggunakan enam slot peminjaman internasional yang tersedia sehingga opsi mengirimnya ke luar Inggris belum dapat dilakukan.
Hanya saja, Chelsea kini kembali memantau perkembangan Paez secara langsung di Cobham. Dia berlatih dalam lingkungan yang lebih stabil dan mendapat kesempatan bermain bersama tim muda. Pada laga EFL Trophy melawan Wycombe Wanderers, Paez juga menunjukkan kualitasnya melalui umpan silang yang hampir menghasilkan gol.
Michel Deller, pemilik Independiente del Valle, berharap Paez mampu kembali menemukan performa terbaiknya. “Dia seperti anak kami sendiri. Kami sangat peduli kepadanya. Dia anak yang baik yang mengalami masa sulit dan membuat beberapa keputusan yang memperumit kehidupannya,” kata Deller kepada Hincha Amarillo.
“Kami selalu berharap dia kembali menunjukkan bakat luar biasanya. Namun, saat ini semuanya bergantung kepada dia untuk menentukan apa yang ingin dilakukan dalam hidupnya,” lanjut Deller.
Chelsea kini memiliki kesempatan memantau Paez lebih dekat. Dengan pengalaman lebih dari 100 pertandingan senior dan 27 caps bersama Ekuador, pemain berusia 19 tahun itu masih memiliki waktu untuk membuktikan bahwa talenta besar yang pernah membuat Chelsea mengeluarkan lebih dari Rp400 miliar tersebut belum hilang.
Baca Juga
Persib Cetak Sejarah di Korea Selatan, Taklukkan FC Seoul di ACL Two
