Bicara di Indonesia Sport Summit, Menpora Tegaskan Olahraga adalah Investasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan olahraga adalah investasi masa depan, dan bukanya sekadar biaya yang harus dikeluarkan pemerintah. Menurut dia, pembangunan olahraga memiliki dampak luas terhadap pembentukan karakter bangsa sekaligus pertumbuhan ekonomi.
Erick Thohir menjadi pembicara utama dalam Indonesia Sports Summit 2026 di JICC, Jakarta, Jumat (11/9/2026). Di ajang ini, dirinya juga meluncurkan ‘Sport in Indonesia’, sebuah website lengkap tentang industri olahraga di Indonesia.
Menurut Erick Thohir, kemajuan olahraga nasional membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. "Kita harus percaya, kita harus sepakat olahraga bukan biaya, tapi adalah investasi dan pertumbuhan ini semua harus terjadi dengan kerjasama pemerintah, private sector dan masyarakat. Tidak bisa sendiri-sendiri, harus bersama-sama," kata Erick Thohir.
Baca Juga
Erick Thohir Targetkan Indonesia Raih 4 Emas di Asian Games 2026
Kemudian, Erick Thohir mengaitkan pandangannya dengan sejarah perkembangan olahraga Indonesia setelah kemerdekaan. Menurut dia, olahraga sejak awal telah menjadi bagian dari strategi pembangunan bangsa.
"Kalau kita lihat dari sejarah bangsa kita, 1945 kemerdekaan Indonesia. Tiga tahun sesudah kemerdekaan Republik Indonesia, para pemimpin bangsa kita melakukan komitmen yang luar biasa, melakukan investasi untuk kebangsaan kita melalui olahraga," ungkap Erick Thohir.
Erick Thohir mencontohkan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama pada 9 September 1948. Menurutnya, momentum tersebut tidak hanya berkaitan dengan kompetisi, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter dan memperkuat persatuan masyarakat Indonesia.
"Artinya apa? Ini investasi awal bangsa kita bahwa pembangunan karakter bangsa dimulai dari olahraga sebagai alat pemersatu yang mendorong masyarakat kita setelah perjuangan untuk apa? Disiplin, kerja keras lagi membangun kemerdekaan itu sendiri," beber Erick Thohir.
Selain membentuk karakter bangsa, Erick Thohir menilai olahraga juga memiliki kontribusi terhadap perekonomian. Dia menyinggung penyelenggaraan sejumlah evant olahraga yang mampu menggerakkan ekonomi. "Tapi, tidak di situ saja perspektifnya. Kita bisa lihat ada economic impact,” ucap Erick Thohir.
Erick Thohir memastikan pembangunan olahraga juga mendorong lahirnya berbagai fasilitas dan infrastruktur yang hingga kini masih digunakan. Dia menyebut pembangunan kawasan olahraga, hotel, serta sejumlah infrastruktur transportasi sebagai bagian dari dampak investasi tersebut.
"Perspektifnya dikembangkan apa? Membangun fasilitas yang hari ini masih dipakai seluruh Indonesia, termegah, mungkin, di Asia, bahkan di dunia. Gelora Bung Karno dengan kapasitas 100.000, membangun hotel bintang lima, membangun infrastruktur, Semanggi, Jalan Sudirman dan juga simbolis selamat datang," sambung Erick Thohir.
Erick Thohir menilai paradigma terhadap olahraga kemudian bergeser ketika pembangunan tidak lagi memiliki visi yang terintegrasi. Kondisi tersebut, kata dia, membuat olahraga lebih sering dipandang sebagai beban anggaran dibandingkan sebagai investasi untuk masa depan.
Karena itu, Erick Thohir mengatakan pemerintah melalui Kemenpora berupaya mengembalikan cara pandang tersebut. Investasi olahraga dinilai bukan hanya menghasilkan prestasi di arena pertandingan, tetapi juga membentuk sumber daya manusia dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
"Karena itu, Bapak Presiden dan Kemenpora, kita coba menempatkan kembali perspektif itu. Olahraga adalah investasi. Investasi buat karakter bangsa kita," pungkas Erick Thohir.
Baca Juga
Lepas Kontingen Asian Games 2026, Prabowo: Negara dan Bangsa Menanti Prestasimu
