Erick Thohir Targetkan Indonesia Raih 4 Emas di Asian Games 2026
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menargetkan Indonesia meraih empat medali emas pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Target tersebut berdasarkan matriks prestasai yang telah disusun.
"Hari ini dengan matriks yang ada itu empat emas," kata Erick Thohir dalam keterangan pers seusai pelepasan kontingen Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Baca Juga
Lepas Kontingen Asian Games 2026, Prabowo: Negara dan Bangsa Menanti Prestasimu
Kontingen Indonesia yang akan berlaga di Asian Games 2026 terdiri dari 432 atlet dari 35 cabang olahraga (cabor). Target medali Asian Games 2026 lebih rendah dibanding capaian Indonesia pada Asian Games edisi sebelumnya di China, yakni tujuh medali emas. Erick mengatakan, dari tujuh medali emas yang diraih Indonesia saat itu, tiga nomor tidak dipertandingkan dalam Asian Games kali ini.
"Kemarin di China itu tujuh emas, tetapi ada tiga nomor yang tidak dipertandingkan yaitu dua dragon boat dan satu dari menembak," katanya.
Erick belum membeberkan cabor dan nomor yang ditargetkan mendulang emas. Namun, Erick berharap bonus Rp 3 miliar yang dijanjikan Presiden Prabowo Subianto bagi peraih emas dapat memacu semangat para atlet untuk berjuang semaksimal mungkin.
"Saya tidak mau cerita dari cabang olahraga semua nanti ngintip dan mudah-mudahan dengan tambahan komitmen dari para atlet dan insentif yang luar biasa dari Bapak Presiden, kapan lagi dapat Rp 3 miliar ya?" katanya.
Erick mengatakan, bonus Rp 3 miliar yang menanti para peraih medali emas Asian Games merupakan sebuah rekor. Angka tersebut tiga kali lipat dibanding peraih emas SEA Games 2025 dengan nilai bonus Rp 1 miliar.
"Untuk bonus Asian Games itu menjadi Rp 3 miliar. Ini luar biasa, ini untuk hal yang belum pernah selama ini untuk medali emas," katanya.
Ketua Umum PSSI itu mengatakan, bonus tersebut untuk peraih medali emas perorangan. Pihaknya akan menghitung untuk peraih medali emas di nomor ganda dan beregu, serta peraih medali perak dan perunggu.
"Nanti ada lagi yang beregu, ada yang double, itu nanti ada hitungannya. Termasuk perak dan perunggu nanti seperti apa lihat. Tapi memang kita itu ketika bertanding di luar negeri yang dihitung terutama multi-event itu pengumpulan emas. Jadi bukan perak dan perunggu. Jadi mohon maaf nanti pasti angkanya sangat berbeda seperti kemarin yang ada di SEA Games," katanya.
Erick mengatakan, bonus tersebut merupakan bentuk perhatian Presiden Prabowo terhadap kemajuan olahraga dan perjuangan para atlet. Dikatakan, Prabowo selama ini merupakan insan olahraga yang hampir tiga dekade memimpin Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI). Selain pencak silat, Prabowo juga aktif berolahraga polo, tenis, sepak bola, dan renang.
"Hal ini beliau tadi sampaikan, beliau peduli olahraga nasional dan ini terbukti negara hadir ya untuk memperhatikan para pejuang bangsa," katanya.
Baca Juga
Pelatnas hingga Uji Coba Internasional, Atlet Indonesia Siap Berlaga di Asian Games 2026
Tak hanya bonus melimpah, kepedulian Prabowo terhadap olahraga juga ditunjukkan dengan menyetujui pelatihan nasional (pelatnas) jangka panjang. Dengan pelatnas jangka panjang atau multi-years ini, pembinaan para atlet terus berjalan sehingga dapat lebih maksimal.
"Ini terobosan yang luar biasa, kenapa? Contoh dari Wushu misalnya sedang melakukan pelatnas, lalu anggaran berikutnya baru cair April, padahal pelatnasnya ya terus Januari, Februari, Maret, April. Ini jangan sampai atletnya harus kembali pulang dan lain-lain. Ini yang terobosan yang saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan mudah-mudahan dukungan dari semua kementerian, termasuk tadi Menteri Perekonomian dan juga nantinya Pak Menkeu itu sendiri (Purbaya Yudhi Sadewa)," katanya.
