Driving Experience Hyundai All New Kona Electric, Anggun, Lembut dan Kencang!
Jakarta, investortrust.id – Pertengahan Juli 2026 Investortrust berkesempatan menjajal Hyundai All New Kona Electric di Tol Trans Jawa, dari Jakarta menuju Semarang dan Kudus di Jawa Tengah. PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) berbaik hati meminjamkan satu unit All New Kona Electric varian tertinggi, yakni Signature Long Range. Menurut situs resmi Hyundai, varian ini diklaim memiliki jarak tempuh 549 km. Bila klaim jarak tempuh tersebut ingin dibuktikan, maka banyak hal yang harus dikorbankan, seperti gaya berkendara dan barang bawaan. Namun, kali ini Investortrust lebih memilih untuk menjajal performa mobil listrik andalan HMID di segmen SUV crossover ketimbang membuktikan irit atau tidaknya baterai mobil listrik ini.
Begitu masuk tol Cikampek dengan penumpang tiga orang plus barang bawaan standar seperti pakaian, tabung gas, mesin cuci, spring bed dan genset. Maaf, hanya tas pakaian, – maka kami langsung menggeber Kona Electric ini. Sayang, siang itu lalu lintas tol Cikampek cukup padat akibat antrean di beberapa rest area menjelang salat Jumat. Cukup lama Investortrust berada di Rest Area KM 57, selain karena SPKLU non-PLN yang beberapa kali mengalami kendala, juga harus ikut Zoom meeting. Selepas KM 57, All New Kona Electric ini digeber mendekati batas kecepatan maksimum 180km/jam. Mode sport sudah dipilih dan mobil melaju kencang dan mencapai 100 km/jam dalam waktu 10 detik. Memang tidak bisa sesuai klaim pabrikan karena kondisi lalu lintas dan kami pun tidak menginjak gas dari kecepatan awal 0 km di jalan tol.
Mobil ini sungguh responsif layaknya mobil listrik, namun akselerasinya lebih kencang dibandingkan dengan kakaknya, Ioniq 5. Pada tahun 2024, Investortrust pernah menjajal Hyundai Ioniq 5 dengan rute yang sama. Sepanjang jalan, All New Kona mendahului mobil-mobil ICE dengan mudah. Sekali gas, langsung bisa menyalip beberapa mobil sekaligus. Karakter ini memang cukup lazim di mobil listrik yang tidak memiliki transmisi energi dari baterai ke roda. Akselerasi mengagumkan dari Kona ini membuat mobil-mobil lain seolah berada pada dimensi yang lain dengan ukuran kecepatan yang juga berbeda. Meski demikian, ternyata Kona model sebelumnya memiliki akselerasi yang lebih cepat. Hyundai The All New Kona Electric ini memiliki torsi yang dirancang lebih kecil dibandingkan model lama, meskipun tenaga meningkat signifikan. Varian yang kami coba ini adalah Kona Electric Signature Long Range, yang dibekali baterai Lithium-Ion 66 kWh yang dapat menempuh jarak hingga 549 kilometer (NEDC) dengan satu kali pengisian penuh.
Ditenagai oleh motor tunggal penggerak depan (front-wheel drive/FWD) dengan tenaga 160 kW atau sekitar 214 hp dan torsi puncak 255 Nm. Output ini terbilang cukup, meski karakter akselerasi instan khas mobil listrik kelas menengah ke atas tidak terlalu terasa. Dengan begini saja sudah cukup untuk membenamkan pengemudi ke dalam jok saat pedal power diinjak dalam-dalam. Menghentak dan melaju kencang.
Baterai Buatan Dalam Negeri
Sekadar info, TKDN All New Kona Electric ini mencapai 80% karena baterainya dibuat di dalam negeri oleh pabrik HLI Green Power di Karawang, Jawa Barat. Pabrik baterai HLI Green Power adalah pabrik baterai pertama dan terbesar di Asia Tenggara yang dibangun oleh dua investor raksasa Negeri ginseng yakni Hyundai Motor Group (Hyundai Motor Company dan Kia) serta LG Energy Solution. Terdapat permukaan jalan yang bergelombang di beberapa ruas jalan antara Cikampek dan Palimanan, namun suspensi MacPherson-Strut di depan dan multi-link tetap membuat Kona stabil, nyaman dan empuk. Bantingan secara keseluruhan terasa lebih matang dan empuk. Penumpang depan dan belakang tetap merasa nyaman tanpa guncangan yang berlebihan. Tim Investortrust yang duduk di belakang bahkan menyatakan kekagumannya pada suspensi Kona yang begitu nyaman.
Pada keempat roda dibalutkan ban dengan ring 19 inci berukuran 235/45. Cukup mumpuni dan empuk untuk membantu peredaman dan memberikan daya cengkeram yang baik. Sistem pengereman Kona dilengkapi dengan Anti-lock Braking System (ABS) dan Electronic Brake-force Distribution (EBD) yang membantu mencegah roda mengunci saat pengereman mendadak di jalan licin dan membagi tekanan rem secara optimal.
Di bagian belakang kemudi terdapat dua paddle shifter di kanan dan kiri yang berfungsi sebagai pengatur regenerative braking system, yakni mengubah energi kinetik saat deselerasi menjadi energi listrik untuk mengisi ulang daya baterai sekaligus memperlambat laju kendaraan. Proses ini, kalau di mobil ICE transmisi manual, seperti layaknya engine brake. Paddle shifter ini juga bisa membuat mobil meluncur seperti mobil ICE manual yang meluncur dengan menekan kopling saat langsam.
Perkara keselamatan dan pencegah tumbukan, All New Kona boleh dibilang cukup cerdas dengan Hyundai SmartSense. Avionik All New Kona lebih dari cukup untuk pengemudi yang terbiasa menggunakan insting dan perhitungan manual. Forward Collision-avoidance Assist (FCA) membantu pengemudi mendeteksi potensi tabrakan di depan dengan mengaktifkan pengereman otomatis bila pengemudi gagal merespons.
Untuk sudut yang tak terlihat (blind spot), pengemudi dibantu dengan Blind-spot Collision-avoidance Assist (BCA) baik saat parkir maupun saat berkendara. Peringatan ditampilkan dengan gradasi warna tergantung pada jarak. Bila sudah terlalu dekat saat parkir, maka pada layar, sudut yang tak terlihat akan diberi warna merah.
Fitur ini juga memberikan intervensi pengereman pada kondisi tertentu jika radar mendeteksi adanya kendaraan atau objek lain di area blind spot. Termasuk Rear Cross-traffic Collision-avoidance Assist (RCCA) yang secara otomatis menghentikan mobil saat mundur jika ada kendaraan melintang di belakang.
Total kami berhenti untuk isi ulang baterai sebanyak tiga kali. Yakni di KM 57, kami mengisi 36,73 kWh senilai Rp 56 ribu di SPKLU iGreen+. Kemudian di SPKLU PLN di Km 207 sebanyak 20 kWh (Rp 53.283) dan Km 275 sejumlah 44,30 kWh (Rp 134.440). Total biaya yang kami keluarkan sekitar Rp 243.901 dengan total 101,03 kWh untuk menempuh jarak 541 km dari Cinere menuju Kudus, Jawa Tengah. Nggak irit untuk ukuran mobil listrik karena kami memang ngebut dengan mode berkendara sport, bukan eco.
Interior dan entertaintment
Interior Kona cukup lega. Penumpang di belakang dengan tinggi 178 cm tidak mengalami masalah. Headroom dan legroom masih tersisa banyak. Demikian juga dengan dua penumpang di depan. Kursi pengemudi dapat mundur lebih ke belakang dibandingkan dengan kursi penumpang di samping pengemudi. Dua kursi depan dilengkapi dengan ventilated seat yang bisa menghembuskan hawa sejuk dari lubang-lubang kecil di bagian punggung dan paha. Perforated fabrics tersebut juga bisa diubah untuk mengeluarkan hembusan udara hangat ketika cuaca dingin. Semuanya diatur dengan tombol elektrik.
All New Kona sangat canggih untuk ukuran mobil saat ini. Pembaca harus mengalami dan menguji sendiri berbagai sensor dan kemudahan yang disediakan oleh Hyundai di All-New Kona ini. Parkir mudah, berkendara juga mudah. Urusan hiburan, telinga dimanjakan oleh speaker dari Bose untuk kelas Signature. Sistem monitor dan infotainment Hyundai All-New Kona memiliki dua layar lebar 12,3 inci yang cerah. Struktur menunya juga sederhana dan mudah dipahami. Integrasi smartphone nirkabelnya mudah. Desainnya nggak pelit, antara display pengemudi dan head unit hiburan terintegrasi, ditambah speaker di sisi kanan. Urusan interior, Hyundai nggak pernah irit pada pelanggannya.
Grafik pada display tajam dan tetap mudah dibaca bahkan di bawah sinar matahari langsung yang terik. Ketajaman ini terkoreksi secara otomatis pada saat gelap atau terang. Integrasi fisiknya mempertahankan deretan tombol pintasan di bawah layar di samping kontrol HVAC yang bersih. Dua fitur tautan nirkabel untuk smartphone tersedia baik untuk Apple CarPlay maupun Android Auto. Teknologi Hyundai Bluelink Connectivity membuat mobil ini bisa dipersonalisasi sesuai keinginan Anda dan juga mendukung pelacakan kendaraan jarak jauh. Intinya, smartphone Anda seperti termirror ke dalam All-New Kona Electric ini.
Pekara kemewahan, Hyundai cukup serius memanjakan pelanggannya. Dengan harga Rp 590 juta untuk seri tertinggi, All New Kona sudah dilengkapi dengan 8 speaker Bose dengan amplifier eksternal, ventilated seat dan pengaturan jok elektrik (dua kursi depan), sunroof elektrik, Kona logo projection di kedua pintu depan, pilihan warna untuk interior (ambient mood lighting), dan dual display 12,3 inci dengan integrated seamless design yang memberikan kesan mewah layaknya Ioniq series.
Hyundai menyematkan fitur V2L pada All-New Kona ini. Yaitu teknologi yang memungkinkan baterai EV Hyundai ini menjadi power bank raksasa. Di belakang konsol tengah terdapat power output yang bisa digunakan untuk mencolok listrik seperti kita mencolok listrik di rumah. Ya, V2L atau Vehicle-to-Load ini layaknya power bank raksasa yang memungkinkan kita untuk mengisi ulang perangkat elektronik seperti laptop, tablet, kamera digital profesional, bahkan juga hair dryer. Fitur ini sangat cocok bagi generasi milenial dan Gen Z yang sudah sangat melek digital. Apalagi buat mereka yang suka berkemah dan jauh dari colokan listrik.
Eksterior
Tidak seperti Ioniq yang lebih kekar dan lebar, All New Kona Electric memiliki bodi yang lebih kompak dan mendukung handling yang lincah di kepadatan lalu lintas dalam kota. Panjangnya 4.355 mm, lebar 1.825 mm, dan tinggi 1.580 mm. Wheelbase-nya berjarak 2.660 mm. Ukuran tersebut membuat All New Kona lebih besar dibandingkan dengan model sebelumnya.
Desainnya cukup futuristik dengan LED seamless horizon lamp di depan, permukaan yang bersih, dan efisiensi aerodinamis. Bilah lampu LED siang hari yang membentang penuh menciptakan tampilan khas EV Hyundai. Ujung bagian depan Kona ini lebih halus untuk membelah udara, menyembunyikan penutup port pengisian daya di bagian depan dan tengah dengan rapi—salah satu yang memudahkan pengisian ulang daya listrik.
Kalau kita kulik lebih detail lagi, All-new Kona ini menampilkan grafis piksel parametrik pada bumper bawah dan trim, pelek 19 inci dan tail-light. Pada geometri desain samping, juga terpahat garis karakter diagonal yang tajam menghiasi pintu. Di buritan, terpasang lampu rem yang tinggi dengan desain elemen piksel yang selaras dengan kakaknya, Ioniq series. Lampu sein samping yang terintegrasi memberikan tampilan belakang yang bersih namun futuristik.
Overall, desain All-new Kona Electric ini mengalami rombakan yang cukup signifikan dari desain lama. Hyundai All-New Kona Electric boleh dibilang sebuah SUV subkompak futuristik yang sangat menarik dan secara dramatis meningkatkan performa pendahulunya. Mobil ini berhasil beralih dari mobil komuter yang sempit menjadi crossover keluarga yang luas, cerdas dan berteknologi canggih.
Keunggulan Utama
Desainnya cukup berani dengan inspirasi Sci-Fi. Lampu LED yang khas dan detail piksel terlihat futuristik dan unik. Jarak sumbu roda yang lebih panjang menambah ruang kaki belakang dan kapasitas kargo yang signifikan, memperbaiki kekurangan terbesar model lama. Teknologi canggih ADAS (Hyundai Driving Assistant) yang terpampang pada dual-screen 12,3 inci menawarkan kemudahan mengemudi yang mumpuni. Kualitas berkendara halus, tenang, dan sangat nyaman untuk perjalanan harian di kota maupun turing luar kota. Fitur V2L dari Kona ini juga memudahkan para penggemar yang suka berkegiatan outdoor dan jauh dari sumber listrik.
Kelemahan Utama
Bentuk SUV yang lebih kotak dan tegak mengorbankan sebagian efisiensi aerodinamis pada kecepatan tinggi di jalan raya. Masalah harga sebenarnya relatif, namun bagi beberapa konsumen, harga All-New Kona Electric dipandang masih cukup tinggi di kelasnya.
Kesimpulan Akhir
Hyundai All-New Kona Electric bisa menjadi pilihan yang sangat baik dari segi nilai keseluruhan bagi pembeli yang menginginkan EV yang stands out among the crowd dan sangat praktis tanpa harus membayar harga yang berlebih. Mobil ini memprioritaskan kenyamanan sehari-hari, utilitas, dan desain yang menawan daripada sekedar dinamika berkendara ala-ala mobil sport.
