Dominik Szoboszlai Naik Level di Liverpool, Kini Dipercaya Jadi Wakil Kapten
Poin Penting
|
LIVERPOOL, investortrust.id – Dominik Szoboszlai menikmati tanggung jawab baru sebagai salah satu pemimpin Liverpool. Gelandang asal Hungaria itu mengaku lebih memilih menunjukkan kepemimpinan melalui penampilan di lapangan ketimbang banyak berbicara di ruang ganti.
Szoboszlai ditunjuk sebagai salah satu wakil kapten Liverpool untuk musim 2026/2027. Pelatih kepala Andoni Iraola mempercayakan peran tersebut kepada Szoboszlai bersama Alisson Becker dan Joe Gomez untuk mendampingi kapten utama Virgil van Dijk.
Penunjukan itu datang setelah Andy Robertson meninggalkan Liverpool pada musim panas. Bagi Szoboszlai, kepercayaan tersebut menjadi langkah penting dalam perkembangan kariernya di Anfield.
Baca Juga
Masuk Skuad Lawan Real Betis, Calvin Verdonk Berpeluang Catat Sejarah Liga Champions
Pemain berusia 25 tahun itu juga baru memperpanjang kontraknya bersama Liverpool pada Juli 2026. Musim ini menjadi tahun keempat Szoboszlai bersama The Reds sejak didatangkan dari RB Leipzig pada 2023.
"Saya rasa begitu (saya sudah siap jadi wakil kapten). Ini adalah periode terlama saya di sebuah klub sepak bola, sejujurnya, karena saya tidak pernah berada selama ini di satu klub seperti di sini. Ini musim keempat saya," kata Szoboszlai, dilansir TNT Sports.
Sebagai kapten Hungaria, Szoboszlai sebenarnya sudah memiliki pengalaman memimpin rekan-rekannya. Namun, ia menyadari kepemimpinan di Liverpool memiliki karakter berbeda karena harus berada di tengah pemain-pemain senior seperti Van Dijk dan Alisson.
Karena itu, Szoboszlai tidak merasa harus menjadi pemain yang paling banyak berbicara di ruang ganti. Dia lebih memilih memberikan contoh melalui kerja keras dan performanya dalam setiap sesi latihan maupun pertandingan.
"Saya berusaha memberikan yang terbaik setiap hari, dalam setiap pertandingan dan setiap sesi latihan. Terkadang saya mungkin tidak terlalu banyak berbicara di ruang ganti karena untuk hal itu kami memiliki pemain dengan karakter berbeda, seperti Virgil, Joey, dan Ali yang bahkan lebih senior," ujar Szoboszlai.
Szoboszlai juga menegaskan bahwa dirinya ingin memimpin melalui tindakan. Menurut dia, seorang pemimpin membutuhkan kemampuan berbicara sekaligus memberikan contoh nyata di lapangan.
"Ya, saya berusaha memimpin dengan memberikan contoh. Saya juga bisa berbicara. Saya pikir Anda membutuhkan keduanya, tetapi saya lebih memilih berbicara di lapangan, melalui apa yang saya lakukan," tutur Szoboszlai.
Di bawah Iraola, Szoboszlai juga menikmati pendekatan permainan yang diterapkan pelatih asal Spanyol tersebut. Ia menyukai gaya bermain Liverpool yang agresif, langsung, dan mengandalkan intensitas tinggi. "Saya menyukainya, saya sangat menyukainya. Jelas saya tahu gaya bermainnya sangat langsung dan intens, yang saya sukai," kata Szoboszlai.
Menurutnya, Liverpool perlu mengembalikan intensitas permainan yang menjadi salah satu kekuatan mereka. Ia percaya kualitas individu yang dimiliki skuad akan semakin berbahaya jika dipadukan dengan determinasi dan agresivitas di lapangan.
"Ini yang kami lewatkan musim lalu. Jika kami bisa mengembalikan intensitas ini dan menunjukkan bahwa kami lebih menginginkannya dibandingkan tim lain, kami memiliki kualitas. Jika semuanya bersatu, tidak ada yang bisa menghentikan kami," ujar Szoboszlai.
Szoboszlai mengaku sudah mendapatkan gambaran mengenai karakter permainan Iraola dari rekan senegaranya, Milos Kerkez, yang sebelumnya bekerja dengan sang pelatih di Bournemouth.
"Jelas saya berbicara dengan Milos. Dia pernah bekerja dengannya di Bournemouth, jadi sebenarnya saya sudah memperkirakan hal ini karena dia mengatakan, 'Kami akan berlari, kami akan memberikan semuanya, dan bermain satu lawan satu jika diperlukan’. Dan, itu yang saya sukai. Saya ingin maju dan kami tidak boleh takut kepada siapa pun," ungkap Szoboszlai.
Kepercayaan terhadap Szoboszlai semakin besar setelah Liverpool mengikatnya dengan kontrak jangka panjang baru. Sebelumnya, ia juga menyatakan ingin menjadi contoh bagi rekan-rekannya sekaligus membantu klub mengejar seluruh trofi yang tersedia, termasuk Liga Champions.
Kini, Szoboszlai ingin Liverpool menjadi tim yang membuat lawan merasa khawatir. Ia berharap The Reds tidak hanya sibuk memikirkan kekuatan lawan, tetapi juga membuat tim-tim lain harus memikirkan bagaimana cara menghentikan Liverpool.
"Sebagai Liverpool, kami memang harus fokus pada apa yang dilakukan tim lain, tetapi mereka seharusnya lebih banyak memikirkan apa yang kami lakukan. Jadi, mari kita membuat sesuatu yang sempurna dan kemudian kita lihat," pungkas Szoboszlai.
Baca Juga
Manchester City Tandang ke FC Porto, Enzo Maresca Puji Kedewasaan Erling Haaland
