Respons Kylian Mbappe Saat Ditanya PSG Lebih Sukses Tanpa Dirinya
Poin Penting
|
MADRID, investortrust.id – Jelang matchday perdana Liga Champions 2026/2027, Kylian Mbappé ditanya soal dirinya belum mendapatkan Si Kuping Besar bersama Real Madrid, sementara Paris Saint-Germain (PSG) justru berhasil menjadi penguasa Eropa back to back.
Mbappé meninggalkan PSG pada 2024 dan bergabung dengan Real Madrid dengan ambisi memenangkan Liga Champions. Kepindahan itu menjadi salah satu transfer terbesar dalam kariernya setelah enam musim membela klub Paris tersebut. Real Madrid mengumumkan Mbappé sebagai pemain baru dengan kontrak lima tahun.
Ironisnya, target yang ingin dikejar Mbappé bersama Real Madrid justru berhasil diwujudkan PSG. Klub Prancis itu memenangkan Liga Champions untuk pertama kalinya pada musim 2024/2025. Kemudian, mempertahankan gelar tersebut pada musim berikutnya setelah mengalahkan Arsenal melalui adu penalti di final 2025/2026.
Baca Juga
Jumpa Jose Mourinho di Liga Champions, Cristian Chivu Punya Hubungan Emosional
Artinya, PSG kini telah mengoleksi dua gelar Liga Champions secara beruntun. UEFA mencatat PSG menjadi klub kedua pada era Liga Champions yang mampu mempertahankan gelar setelah Real Madrid melakukannya pada 2016/2017 dan 2017/2018.
Situasi tersebut membuat Mbappé ikut menjadi sorotan. Selama memperkuat PSG pada 2018-2024, kapten Prancis itu memang berhasil mempersembahkan berbagai gelar domestik, tetapi Liga Champions selalu menjadi trofi yang luput dari koleksinya.
Pencapaian terbaik Mbappé bersama PSG di kompetisi elite Eropa adalah mencapai final Liga Champions 2019/2020. Namun, PSG kalah 0-1 dari Bayern Muenchen dalam pertandingan yang digelar di Lisbon.
Setelah pindah ke Real Madrid, Mbappé juga belum berhasil membawa klub tersebut kembali mengangkat trofi Liga Champions. Padahal, Los Blancos merupakan klub tersukses dalam sejarah kompetisi dengan 15 gelar.
Sebaliknya, PSG semakin sulit dibendung di Eropa setelah Mbappé pergi. Selain mempertahankan mahkota Liga Champions, PSG juga mencatat produktivitas tinggi sepanjang perjalanan menuju gelar kedua mereka. Pada musim 2025/2026, PSG mencetak 45 gol di kompetisi tersebut dan menjadi juara setelah melewati Arsenal di final.
Kondisi itu memunculkan anggapan bahwa PSG justru tampil lebih kuat tanpa Mbappé. Namun, penyerang Real Madrid tersebut tidak tertarik menjadikan keberhasilan mantan klubnya sebagai persoalan pribadi. "Saya tidak bisa mengubahnya. Sejujurnya, saya tidak terlalu peduli," kata Mbappé, dilansir BBC Sport.
Mbappé tidak ingin terjebak dalam penilaian yang hanya melihat hasil PSG setelah dirinya pergi. "Saya tahu cara menganalisis sepakbola, saya tahu alasannya. Saya tidak tahu segalanya tentang sepakbola, tetapi saya tahu lebih banyak daripada kebanyakan orang," katanya.
Kini, Mbappé masih memiliki kesempatan untuk mengejar ambisi yang menjadi salah satu alasan utama kepindahannya ke Real Madrid. Pada musim 2026/2027, Los Blancos kembali berlaga di Liga Champions, sementara PSG datang sebagai juara bertahan dan memburu gelar ketiga secara beruntun.
Baca Juga
Catat! Jadwal Liga Champions: Ada Real Madrid vs Inter Milan, Liverpool vs Atletico Madrid
