Marc Marquez Sebut Sempat Lakukan Kesalahan dan Nyaris Gagal Juara MotoGP Aragon
Poin Penting
|
ARAGON, investortrust.id – Marc Marquez mengungkap kesalahan besar yang nyaris membuat kemenangannya di MotoGP Aragon 2026 sirna. Pembalap Ducati Lenovo itu mengaku lupa menonaktifkan perangkat pengatur ketinggian belakang atau rear ride height device saat memasuki tikungan pertama.
Marquez tetap mampu keluar sebagai pemenang setelah melewati 23 lap balapan MotoGP Aragon pada Minggu. Dia mengalahkan pembalap KTM, Pedro Acosta, dengan keunggulan 1,7 detik dan meraih kemenangan keempatnya musim ini.
Kemenangan tersebut juga menjadi yang ketiga secara beruntun bagi Marquez di Aragon. Namun, perjuangannya kali ini tidak berjalan mulus karena dia sempat terlempar ke posisi ketiga pada lap pertama.
Baca Juga
Duel Sengit di MotoGP Aragon, Marco Bezzecchi Kagumi Kecepatan Marc Marquez
Marquez sebenarnya mengawali balapan sebagai favorit dan langsung mengambil posisi terdepan ketika memasuki Tikungan 1. Namun, kesalahan kecil justru membuat perangkat rear ride height tetap aktif. “Saya sudah mengatakannya kemarin, kunci utamanya adalah tikungan pertama,” ujar Marquez, dilansir Crash.net.
“Saya mengulanginya lagi, tetapi hari ini saya membuat kesalahan besar karena lupa mematikan perangkat belakang,” lanjut Marquez.
Kesalahan tersebut berdampak langsung terhadap performa motornya. Ketika keluar dari Tikungan 1 menuju Tikungan 2, perangkat tersebut kembali aktif dan membuat bagian belakang motor berada dalam kondisi yang tidak ideal.
Akibatnya, Marquez kehilangan kecepatan pada Tikungan 2 dan 3. Situasi tersebut dimanfaatkan dua pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, untuk melewatinya. “Ketika keluar dari Tikungan 1 menuju Tikungan 2, perangkat belakang kembali aktif dan melakukan penguncian lagi. Kemudian saya sangat lambat di Tikungan 2 dan 3 yang cepat. Dua pembalap berhasil menyalip saya,” kata Marquez.
Marquez tidak membutuhkan waktu lama untuk memperbaiki posisinya. Dia kembali melewati Martin di Tikungan 15 pada lap pertama sebelum membidik Bezzecchi. Duel dengan Bezzecchi berlangsung hingga lap keenam. Marquez akhirnya mengambil kembali posisi terdepan setelah melewati pembalap Aprilia tersebut.
“Setelah itu menjadi lebih sulit. Namun, sejak saat itu saya mulai membangun kecepatan dan terjadi pertarungan yang bagus pada lap-lap awal,” ungkap Marquez.
Setelah kembali memimpin, Marquez memilih tidak memaksakan diri. Dia mulai mengontrol jalannya balapan dan baru meningkatkan serangan ketika balapan memasuki 10 lap terakhir. “Kemudian saya mencoba mengendalikan balapan. Ketika tersisa 10 lap, saya menyerang, membuka jarak, lalu hanya mengelolanya,” tutup Marquez.
Strategi tersebut berhasil. Marquez melewati garis finish dengan keunggulan 1,7 detik atas Acosta. Sementara itu, Bezzecchi harus puas kehilangan posisi kedua setelah terlibat duel ketat dengan Marquez di lintasan lurus belakang.
Kemenangan di Aragon memberikan dampak besar bagi persaingan gelar juara dunia. Marquez kini naik ke posisi kedua klasemen sementara dan hanya berjarak 19 poin dari Martin yang finis kelima dalam balapan tersebut.
Marquez datang ke Aragon dengan defisit 40 poin dari Martin. Namun, keberhasilannya memenangkan dua balapan di sirkuit Spanyol tersebut membuat dia berhasil memangkas jarak hingga 21 poin.
Dengan momentum tersebut, Marquez semakin dekat dengan puncak klasemen dan kembali menempatkan dirinya sebagai kandidat kuat dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026.
Baca Juga
Hadapi Era Baru MotoGP, Enea Bastianini Gabung Trackhouse untuk Musim 2027
