Lebih Cepat Beraktivitas dengan ERAS, Standar Pemulihan Operasi Lutut Modern
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Di tengah perkembangan teknologi robotik pada prosedur Total Knee Replacement (TKR), kebutuhan pasien tidak berhenti pada operasi yang tepat dan minim nyeri, tetapi juga mencakup proses pemulihan yang nyaman dan cepat.
Karena itulah hadir Enhanced Recovery After Surgery (ERAS®) pendekatan multidisiplin yang diakui secara global untuk mengoptimalkan perawatan sejak sebelum operasi hingga pemulihan, dengan mengurangi stres pasca-operasi, perawatan yang optimal, mempercepat proses pemulihan, serta meningkatkan hasil klinis secara menyeluruh.
Di Indonesia, protokol ERAS® telah diterapkan oleh Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) dan Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) pada prosedur TKR menggunakan robotik VELYS™ Robotic-Assisted Solution. Penerapan ini mendukung pemulihan lebih cepat, fungsi lutut yang optimal, kepuasan pasien, dan hasil klinis yang konsisten. Protokol ERAS® dijalankan melalui kolaborasi tim multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis ortopedi, anestesi, rehabilitasi medik, perawat, ahli gizi, dan fisioterapis.
Baca Juga
Penyempitan Aorta Jantung Bikin Lansia Mudah Lelah, Prosedur TAVI Jadi Opsi Minim Risiko
Protokol ERAS® diterapkan melalui tiga fase, yaitu pra-operasi (Optimization), operasi (Execution), dan pasca-operasi (Recovery). “Pada fase pra-operasi, penerapan ERAS dimulai dengan pre-admission optimization melalui edukasi pasien dan keluarga, evaluasi kondisi kesehatan seperti status gizi, anemia, diabetes, fungsi jantung, serta penyakit penyerta,” ujar Prof. Dr. dr. Dwikora Novembri Utomo, Sp.OT(K), Ketua Orthopedic Board Mayapada Healthcare.
“Pasien juga dianjurkan berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol, serta menjalani prehabilitation berupa latihan penguatan otot, mobilitas, dan berjalan, serta berpuasa dengan metode 6-4-2, yaitu menghentikan makanan padat enam jam, mengonsumsi cairan bening hingga empat jam sebelum operasi, dan minuman kaya karbohidrat dua jam sebelum operasi,” katanya,
Selama operasi, prosedur dilakukan dengan standar yang terukur dan teknik yang dirancang untuk meminimalkan trauma jaringan, sehingga tindakan dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 90 menit. “Tindakan operasi dilakukan dengan teknologi robotik VELYS™ untuk mendukung akurasi penempatan implan sendi, keseimbangan jaringan lunak, proses operasi lebih terukur dan mendukung proses pemulihan yang lebih cepat. Operasi juga dilakukan tanpa pemasangan selang pembuangan sisa cairan operasi maupun kateter urine, serta teknik penutupan luka yang lebih optimal untuk menekan risiko infeksi,” jelas Prof. Dwikora.
Dalam tahap ini peran dokter anestesi sangat penting dalam memastikan pasien menjalani operasi dengan aman. "Protokol ERAS mengedepankan penggunaan pembiusan pada area operasi (bius regional), didukung berbagai metode pengendalian nyeri. Selama operasi, pasien juga diberikan obat untuk mengurangi perdarahan serta mencegah mual dan muntah, dan menjaga kebutuhan cairan dan suhu tubuh tetap optimal,” jelas dr Agus Setiyana, Sp.An., KAKV., FIPM., FIPP dari Mayapada Hospital Surabaya.
“Setelah operasi, pasien dapat mulai makan dan minum lebih awal guna mempercepat proses pemulihan. Dengan pengendalian nyeri yang optimal, pasien dapat mulai bergerak dan berjalan tanpa nyeri setelah operasi. Dalam penerapan protokol ERAS, pasien dapat menjalani rawat inap hanya satu malam,” ungkap dr. Agus.
Baca Juga
Mengenal Pentingnya Golden Period Penanganan Stroke, Serangan Jantung, dan Trauma
Pada fase pemulihan, pasien menjalani program mobilisasi dini secara bertahap. "Protokol ERAS ini dirancang sedemikian rupa sehingga pasien akan mampu berjalan pada hari yang sama (same day mobilization). Rehabilitasi dilanjutkan dengan latihan untuk mengembalikan kekuatan dan fungsi lutut. Pasien baru diperbolehkan pulang setelah nyeri terkontrol, mampu berjalan dengan aman, dan siap melanjutkan latihan di rumah," ungkap dr Yohan Christian Suisan, Sp.KFR., M.Ked.Klin., AIFO-K.
Penerapan protokol ERAS di MHSB terbukti meningkatkan hasil klinis, melalui keberhasilan prosedur TKR robotik pertama di Jawa Timur dan Indonesia Timur menggunakan VELYS™, yang mampu mengurangi rata-rata lama rawat inap dari lima hari menjadi 1,6 hari, mempercepat pemulihan hingga hampir 50%, serta menurunkan angka komplikasi hingga 60%.
Keberhasilan ini juga menjadikan MHSB sebagai satu-satunya rumah sakit di Indonesia yang meraih sertifikasi ERAS® untuk prosedur robotik TKR, sekaligus menjadi anggota ERAS® Society, organisasi global pengembang standar pemulihan pasca-operasi berbasis bukti ilmiah.
Sementara protokol ERAS juga diterapkan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) pada prosedur robotik TKR yang dipimpin oleh dr. Immanuel Panca S. Sitorus, Sp.OT(K) Hip & Knee, bersama dr. Yulia Hafni, Sp.An, dan dr. Jovita Maria Melania Setiawan, Sp.KFR, yang berkolaborasi aktif untuk mengoptimalkan pemulihan pasien.
Kini masyarakat tidak perlu lagi pergi ke luar negeri untuk mendapat penanganan advanced TKR, karena layanan ini telah tersedia di dalam negeri, melalui Orthopedic Center di MHSB dan MHJS.
Jika Anda mulai merasakan keluhan nyeri lutut, segera konsultasikan ke dokter di Orthopedic Center Mayapada Hospital melalui Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, atau aplikasi MyCare dan Emergency Call 150990 untuk penanganan kasus kegawatdaruratan. Berbagai informasi seputar layann tulang dan sendi di Mayapada Hospital dapat ditemukan dalam fitur Health Tips & Articles di MyCare, dan fitur fitur Personal Health untuk menghitung langkah harian, kalori terbakar, detak jantung, hingga Body Mass Index (BMI).
Baca Juga
Bukan Kolesterol, Detak Jantung Tak Beraturan Bisa Picu Stroke
