OCBC Kasih 5 Tips Investasi Agar Tak Terjebak “FOMO”
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kemudahan akses investasi saat ini membuat masyarakat semakin mudah menempatkan dana di berbagai instrumen keuangan. Kemudahan itu perlu diiringi pemahaman yang baik agar investor tak sekadar mengikuti tren atau terjebak fear of missing out (FOMO).
Wealth Management Advisory Head OCBC Diamond Stole mengungkapkan, investor perlu memahami bahwa potensi imbal hasil (return) yang tinggi biasanya juga diikuti dengan risiko yang perlu diperhitungkan.
“Yang penting jangan terjebak dengan FOMO-nya dari investasi. Kadang kita ngelihatnya cuman dari sisi return ini paling bagus lho, lalu kita masuk ke produk ini, tapi ternyata risiko di belakangnya lebih tinggi lagi, lebih besar lagi karena banyak yang belum kita ketahui,” ujarnya, di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
OCBC, lanjut Diamond, mendorong masyarakat mengikuti sejumlah tahapan sebelum menentukan instrumen investasi. Setidaknya terdapat lima langkah yang perlu diperhatikan investor.
Pertama, kenali profil risiko. Investor perlu memahami karakter dirinya dalam menghadapi risiko investasi, apakah cenderung konservatif, moderat, atau agresif. Profil tersebut nantinya menjadi salah satu dasar menentukan instrumen investasi yang sesuai.
Kedua, tentukan tujuan keuangan. Investasi sebaiknya memiliki tujuan yang jelas, misalnya untuk biaya pernikahan, pendidikan anak, atau kebutuhan keuangan lainnya. Setiap tujuan memiliki kebutuhan dana dan jangka waktu yang berbeda sehingga strategi investasinya pun tidak bisa disamakan.
“Berikutnya lagi, kita tahu profil keuangan kita seperti apa. Jadi profil keuangan kita ini kita bisa lihat ternyata kita punya aset sekian, punya hutang sekian, kita mampunya berapa sih setiap bulan untuk bisa investasi? Itu akan menentukan,” kata Diamond.
Baca Juga
Literasi Keuangan Kripto Masih Rendah, OJK Ingatkan Risiko dan Bahaya “FOMO”
Keempat, susun strategi dan portofolio. Setelah mengetahui profil risiko, tujuan, dan kondisi keuangan, investor dapat menentukan strategi investasi, termasuk memilih instrumen yang sesuai dan mengatur alokasi portofolio. Investasi juga dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan.
“Yang terakhir, kita lakukan peninjauan berkala. Jadi mungkin setiap tiga bulan, enam bulan sekali bisa melakukan peninjauan berkala,” ucap Diamond.
Ia mengatakan, investor tidak seharusnya mengambil keputusan hanya karena mendapat rekomendasi dari orang di sekitar atau melihat suatu produk investasi yang tengah memberikan imbal hasi tinggi.
“Yang paling penting, kita bisa ikutin step by step-nya,” ujar Diamond.
