Ini Imbauan OJK agar Emak-Emak Tak Terjebak Lintah Darat
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau ibu-ibu agar hati-hati ketika meminjam uang kepada lintah darat alias rentenir.
Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi dalam acara Edukasi Keuangan yang bertajuk “Perempuan Cerdas Keuangan, Perempuan Indonesia Hebat” di Aula Serba Guna Perpustakaan Nasional Republik, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2024).
"Jadi memang kalau rentenir itu hati-hati Bu, lebih agresif, lebih kayaknya 'ibu jualan saja' tapi bunganya itu luar biasa mencekik leher. Jadi ibu jangan sampai keliru mencari akses pembiayaan tapi di tempat yang salah," kata wanita yang akrab disapa Kiki itu.
Baca Juga
Emak-Emak Wajib Tahu! Begini Tips Kelola Keuangan di Tengah Tren Pelemahan Rupiah ala OJK
Lebih lanjut, Kiki menyebut, untuk mendapatkan akses keuangan, para ibu bisa menggunakan produk jasa keuangan dari PT Pegadaian hingga PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
"Karena sebetulnya kita sudah menyiapkan tempat-tempat yang bisa membantu ibu-ibu tanpa memberatkan," terangnya.
Di sisi lain, Kiki menyampaikan, ibu-ibu merupakan aktor utama ekonomi yang ada di Indonesia dan memiliki peran dalam pemberdayaan keluarga.
"Kalau dari data kami, ada suatu survei yang menyatakan bahwa 95% edukasi keuangan anak itu didapat dari sosok ibunya, jadi bagaimana kita mengedukasi ibu-ibunya dan secara tidak langsung tentunya kita juga menyiapkan generasi-generasi berikutnya untuk melek terhadap keuangan," imbuh Kiki.
Baca Juga
Jenius Ungkap Pergeseran Perilaku Digital Savvy Dalam Kelola Keuangan
Sebagai informasi, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022 menunjukkan indeks literasi keuangan perempuan meningkat dari 36,13% tahun 2019 menjadi 50,33% tahun 2022. Sedangkan indeks literasi keuangan laki-laki pada tahun 2022 sebesar 49,05%.
Namun demikian, dari sisi inklusi keuangan masih berada jauh dibawah angka inklusi keuangan laki-laki. Di mana, inklusi keuangan perempuan sebesar 83,88% dan laki-laki sebesar 86,28%.

