Kisah Brian Madjo, Remaja 17 Tahun Cetak Gol Aston Villa di Piala Super Eropa
Poin Penting
|
SALZBURG, investortrust.id – Brian Madjo akhirnya mendapatkan kesempatan tampil kompetitif bersama Aston Villa setelah menunggu selama 212 hari akibat masalah registrasi pemain. Remaja berusia 17 tahun itu langsung membayar kepercayaan Unai Emery dengan mencetak gol saat menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) di Piala Super Eropa 2026.
Aston Villa memang kalah 1-2 dari PSG di Red Bull Arena, Salzburg, Kamis (13/8/2026) dini hari WIB. Tapi, penampilan Madjo menjadi salah satu sisi positif bagi The Villans setelah sang pemain untuk pertama kalinya menunjukkan kemampuannya dalam pertandingan kompetitif sejak bergabung dari Metz pada Januari lalu.
Madjo harus menjalani masa penantian panjang karena Aston Villa sempat dilarang FIFA mendaftarkannya. Klub kemudian membawa persoalan tersebut ke Court of Arbitration for Sport (CAS) dan baru memenangkan banding pada awal Agustus.
Baca Juga
Soal Masa Depan Marcus Rashford di Manchester United, Michael Carrick Beri Sinyal Positif
Aston Villa sebelumnya berjuang mendapatkan izin mendaftarkan Madjo setelah membayar £10 juta (Rp241 miliar) untuk merekrut penyerang bertinggi 193 cm tersebut dari Metz. Sebab, aturan FIFA memang melarang pemain berusia di bawah 18 tahun melakukan transfer internasional dalam kondisi tertentu.
Aston Villa berargumen Madjo lahir di London sehingga seharusnya mendapatkan pengecualian. Meski sempat memperkuat Luksemburg dalam tiga pertandingan persahabatan, Madjo kemudian menerima panggilan Inggris U-17 pada tahun lalu.
Madjo sudah mencetak empat gol dalam sembilan pertandingan bersama Inggris U-17, termasuk pada debutnya melawan Venezuela. Dengan Inggris membutuhkan penerus Harry Kane dalam beberapa tahun mendatang, Madjo berpotensi masuk dalam persaingan untuk menjadi penyerang masa depan The Three Lions.
Kepastian registrasi baru didapat Aston Villa delapan hari sebelum pertandingan melawan PSG. Madjo kemudian dimasukkan ke dalam rombongan tim yang berangkat ke Salzburg setelah sebelumnya tidak masuk dalam daftar awal skuad.
Unai Emery memberikan kesempatan kepada Madjo di lini depan karena Ollie Watkins masih mendapat waktu istirahat seusai Piala Dunia, sedangkan Tammy Abraham memulai pertandingan dari bangku cadangan. Madjo datang dengan modal empat gol selama pramusim.
Keputusan Emery terbukti tepat. Madjo mencetak gol pada babak pertama setelah mampu menahan tekanan bek PSG asal Ekuador, Willian Pacho, sebelum menyambar umpan silang John McGinn dengan tendangan voli.
Gol tersebut sekaligus menyamakan kedudukan setelah PSG lebih dulu unggul melalui Khvicha Kvaratskhelia. PSG kemudian kembali memimpin lewat Desire Doue pada babak kedua setelah melalui pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR).
Madjo sebenarnya memiliki dua peluang lain sebelum mencetak gol. Sundulannya dari jarak dekat melewati mistar, sementara percobaan lainnya melebar. Tapi, sepanjang babak pertama dia terus merepotkan Marquinhos dan lini belakang PSG.
"Dia bermain karena dia menunjukkan kemampuan untuk bekerja dan memiliki tuntutan terhadap dirinya sendiri. Ini bukan hanya tentang mencetak gol, tapi juga tentang bertahan serta bagaimana dia memiliki komitmen dan disiplin secara taktik. Dia melakukan semua itu," kata Emery, dilansir BBC Sport.
"Saya ingin bermain dengan pemain-pemain muda dan melihat perkembangan mereka. Brian mulai mencetak gol pada pramusim melawan Walsall dan Real Sociedad. Kini, kenyataannya adalah kami sudah menunjukkan kemampuan mereka. Tapi, mereka harus terus konsisten, memiliki tuntutan terhadap diri sendiri, dan terus tampil pada level yang mereka tunjukkan," ungkap Emery.
Performa Madjo membuat situasi lini depan Aston Villa semakin menarik. Klub sebelumnya memang masih mencari penyerang baru dan Nicolas Jackson dari Chelsea sempat menjadi salah satu target. Tapi, kemunculan Madjo kini memberikan Emery opsi tambahan.
Madjo dan penyerang muda George Hemmings mendapat kesempatan menghadapi PSG karena Emery tidak ingin terburu-buru memainkan pemain yang baru kembali seusai Piala Dunia. Watkins, Emiliano Martinez, dan Ezri Konsa dijadwalkan kembali berlatih pekan depan setelah mendapat waktu libur sekitar satu bulan.
Madjo akhirnya digantikan Abraham ketika pertandingan menyisakan 18 menit. Meski gagal membawa Villa meraih trofi, penampilannya memberikan sinyal bahwa Emery memiliki talenta muda yang siap diberi kesempatan.
Emery menegaskan keputusan menurunkan para pemain tersebut juga dilakukan untuk menjaga kondisi skuad menjelang pertandingan pertama Liga Premier melawan Brighton pada 23 Agustus.
"Kami memutuskan memainkan pertandingan ini dengan pemain-pemain yang siap bermain, bugar, dan berusaha menghindari risiko terhadap beberapa pemain. Sangat penting bagaimana kami akan mengelola para pemain," kata Emery.
"Saya berusaha menggunakan pengalaman saya untuk menghindari beberapa kesalahan yang bisa saya pahami mungkin terjadi. Saya merasa bebas dengan keputusan saya dan bangga terhadap para pemain," pungkas Emery.
Baca Juga
Setelah Mohamed Salah, Kompetisi Turkiye Kedatangan Romelu Lukaku

