Gianni Infantino Tak Aman, Dukungan di Pemilihan Presiden FIFA 2027 Terbelah
Poin Penting
|
ZURICH, investortrust.id – Posisi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA mulai menghadapi ketidakpastian menjelang pemilihan pada Maret 2027. Setelah sebelumnya hampir dipastikan terpilih kembali tanpa lawan, rencana kontroversial terkait penjualan sebagian kepentingan Piala Dunia kepada investor swasta membuat dukungannya terpecah.
Hingga pertengahan Juli 2026, Infantino sebenarnya berada dalam posisi sangat kuat. Hampir seluruh dari 210 asosiasi anggota FIFA yang memiliki hak suara telah memberikan dukungan terhadap pencalonannya untuk masa jabatan keempat. Saat itu, belum ada kandidat serius yang diperkirakan mampu menantangnya.
Situasinya berubah drastis dalam dua pekan terakhir. Gagasan Infantino untuk menjual sebagian kepentingan komersial Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya kepada investor swasta memicu penolakan dari sejumlah konfederasi besar.
Baca Juga
Tinggalkan Atletico Madrid, Bek Kanan Argentina Nahuel Molina Gabung AS Roma
BBC Sport mencatat posisi 210 asosiasi anggota FIFA yang memiliki hak suara. Nepal, sebagai anggota FIFA ke-211, saat ini masih diskors sehingga tidak memiliki hak memilih. Dan, berdasarkan pemetaan tersebut, sekitar 73 anggota masih mendukung Infantino, sedangkan 124 lainnya berada di kubu yang berseberangan dan 13 belum menentukan sikap.
Namun, angka tersebut masih bisa berubah sebelum pemungutan suara berlangsung. Beberapa negara Eropa, termasuk Inggris dan Wales, bahkan telah menarik kembali surat dukungan yang sebelumnya mereka kirim untuk pencalonan Infantino.
Tekanan terhadap Infantino semakin besar setelah UEFA, Concacaf, dan AFC menerbitkan surat bersama yang menuduh FIFA telah merusak kepercayaan melalui proses yang dianggap tidak transparan. Ketiga konfederasi tersebut secara keseluruhan mewakili 136 asosiasi anggota.
Hanya saja, sikap anggota FIFA tidak sepenuhnya mengikuti posisi konfederasi masing-masing. Bhutan, Filipina, dan Uni Emirat Arab (UEA) misalnya, tetap memberikan dukungan kepada Infantino meski berada di bawah AFC.
Kawasan Asia bahkan dipandang dapat menjadi penentu dalam pemilihan nanti karena masih banyak negara di kawasan tersebut yang belum menyatakan sikap secara terbuka. Di Concacaf, Meksiko juga memilih mendukung Infantino. Sementara Amerika Serikat dan Kanada menyatakan mendukung pernyataan terbaru Concacaf tanpa secara langsung menyatakan penolakan terhadap kepemimpinan Infantino.
Oceania juga belum menentukan sikap. Konfederasi Sepak Bola Oceania (OFC) belum mengeluarkan pernyataan resmi sejak kontroversi tersebut mencuat dan mengatakan akan menyampaikan sikap setelah pertemuan pada Kamis.
Infantino masih memiliki basis dukungan kuat, terutama di Afrika melalui CAF dan Amerika Selatan lewat Conmebol. Kedua kawasan tersebut mendapat peningkatan investasi signifikan selama sekitar satu dekade kepemimpinan Infantino.
Program FIFA Forward juga menjadi salah satu faktor yang berpotensi membantu Infantino mempertahankan dukungan dari negara-negara yang memperoleh manfaat finansial dari program tersebut, terutama anggota AFC, Concacaf, dan OFC.
Arab Saudi juga menjadi negara yang menarik diperhatikan. Negara tersebut belum menyampaikan sikap terkait pemilihan Infantino. Arab Saudi mendapat hak menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034 selama kepemimpinan pria asal Swiss tersebut. Pemilihan pengurus sepak bola Arab Saudi pada Agustus mendatang berpotensi ikut menentukan posisi negara tersebut.
Dalam pemilihan Presiden FIFA, yang hanya diikuti dua kandidat, pemenang membutuhkan mayoritas sederhana atau sedikitnya 106 suara dari 210 anggota yang memiliki hak pilih. Jika terdapat tiga kandidat atau lebih, seorang kandidat harus memperoleh dua pertiga suara pada putaran pertama. Jika tidak ada yang mencapai jumlah tersebut, pemilihan dilanjutkan ke putaran berikutnya dengan syarat mayoritas sederhana.
Dengan peta dukungan yang masih bergerak, Infantino kini tidak lagi berada dalam posisi nyaman seperti beberapa pekan lalu. Bahkan jika muncul satu kandidat bersama yang mampu menyatukan kubu penentang, pemilihan Presiden FIFA 2027 berpotensi berubah menjadi pertarungan terbuka.
Satu hal yang juga menjadi perhatian adalah setiap negara tidak otomatis mengikuti sikap konfederasi masing-masing. Karena itu, peta 73 pendukung, 124 penentang, dan 13 negara yang belum menentukan pilihan masih sangat mungkin berubah sebelum pemungutan suara digelar.
Baca Juga
Gabriel Jesus Beri Lampu Hijau ke Napoli, Arsenal Bisa Dapat Rp618 Miliar

