Iwapi Sasar 7.000 Perempuan di Seluruh Indonesia untuk Skrining Kanker Payudara Gratis
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) berkolaborasi dengan Siloam Hospitals Group, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan gerakan ‘Perempuan Indonesia Merdeka Sehat’. Inisiatif ini menghadirkan program pemeriksaan deteksi dini atau screening kanker payudara gratis bagi 7.000 perempuan di seluruh Indonesia.
Ketua Umum DPP Iwapi, Nita Yudi, menyatakan antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Hal tersebut terlihat dari jumlah pendaftar yang melebihi kapasitas tempat pembukaan acara di Jakarta.
"Kalau yang mendaftar (hari ini) lebih dari 300 orang, tapi kapasitas ruangan hanya cukup untuk 100 orang. Pendaftar dari seluruh Indonesia nantinya bisa langsung mendatangi Rumah Sakit Siloam di daerah masing-masing," ujar Nita Yudi usai acara Kadin-IWAPI Breast Cancer Screening for 7.000 Women in Indonesia, Jumat (7/8/2026).
Nita menjelaskan, program pemeriksaan gratis ini berlangsung selama satu bulan penuh sepanjang Agustus 2026. Langkah ini diambil mengingat kanker payudara masih menjadi salah satu penyakit dengan angka kasus tertinggi pada perempuan di Indonesia.
Melihat tingginya animo masyarakat, IWAPI tidak menutup kemungkinan untuk membuka ruang perluasan kuota pemeriksaan bersama pihak Siloam.
"Sementara ini berlaku sampai akhir Agustus. Tapi kalau animonya terus membesar, nanti kita akan bicarakan kembali dengan Pak David (Presiden Direktur Siloam) untuk kemungkinan penambahan kuota di seluruh Indonesia," tambahnya.
Baca Juga
Menkes Tekankan Petingnya Deteksi Dini Kanker Payudara: Jangan Takut Periksa!
Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur Siloam Hospitals Group, David Utama, menyambut baik kolaborasi strategis ini. Ia mengungkapkan bahwa Siloam secara konsisten telah menjalankan komitmen penanggulangan kanker melalui program Selangkah (Semangat Lawan Kanker).
"Di Siloam kami memiliki program Selangkah yang sudah berjalan selama tiga tahun. Melalui program ini, kami telah melakukan skrining kepada hampir 55.000 wanita di Indonesia," jelas David.
Meski demikian, David mengakui bahwa tantangan terbesar dalam upaya deteksi dini kanker payudara adalah membangun kesadaran dan keberanian masyarakat untuk memeriksakan diri.
"Pemeriksaan ini penting sekali, padahal untuk mengajak ibu-ibu mau di-skrining itu tantangannya cukup sulit. Oleh karena itu, melalui gerakan bersama IWAPI, Kadin, dan Kemenkes ini, kami berharap semakin banyak perempuan Indonesia yang teredukasi dan berani melakukan deteksi dini," terang David.

