Yordania Tuding FIFA Lakukan Pemerasan, Singgung Gianni Infantino
Poin Penting
|
AMMAN, investortrust.id – Konflik antara Asosiasi Sepak Bola Yordania (JFA) dan FIFA memanas. Presiden JFA, Pangeran Ali bin Al Hussein, melontarkan tuduhan serius dengan menyebut federasi sepak bola dunia itu melakukan praktik yang merugikan negaranya, bahkan mengarah pada pemerasan.
Melalui unggahan panjang di media sosial X, Selasa (4/8/2026), Ali bin Al Hussein mengungkap sederet persoalan yang menurutnya dialami Yordania selama dan setelah mengikuti Piala Dunia 2026. Dia menilai FIFA gagal memberikan perlakuan yang adil kepada federasi yang dipimpinnya.
Keluhan pertama menyangkut ribuan pendukung Yordania yang disebut kesulitan memperoleh visa masuk ke Amerika Serikat, meski telah membeli tiket resmi pertandingan dengan harga yang sangat mahal.
Baca Juga
Bernardo Silva Ungkap Alasan Pilih Real Madrid Dibanding Klub Lainnya
"Pertama, membawa para pendukung kami ke Amerika Serikat: tidak semua di antaranya mendapat visa, meskipun mereka sudah memiliki tiket-yang kita ketahui juga dijual dengan harga selangit," kecam Ali bin Al Hussein.
Ali bin Al Hussein juga mempertanyakan kebijakan perpajakan yang harus ditanggung Yordania selama bermarkas di Amerika Serikat pada Piala Dunia 2026. Menurutnya, potongan tersebut mengurangi hak yang seharusnya diterima pemain dan staf tim.
"Kedua, kami dikenakan pajak pemerintah AS melalui FIFA atas partisipasi kami. Uang yang seharusnya diperuntukkan bagi para pemain dan staf. Hal ini tidak terjadi pada mereka yang bermain dan bermarkas di Kanada dan Meksiko. Tapi, kami kebetulan berada di AS, sehingga kini kami harus menanggung biaya pajak yang sangat besar akibat partisipasi tersebut," ungkap Ali bin Al Hussein.
Ali bin Al Hussein juga menyoroti hadiah Piala Arab 2025 yang hingga kini disebut belum diterima Yordania, meski timnya berhasil mencapai partai final dan finish sebagai runner-up.
"Kami telah menunggu uang hadiah untuk para pemain kami sejak Desember untuk Piala Arab di Qatar, yang merupakan ajang FIFA. Uang yang seharusnya diterima tim kami karena telah mencapai final belum disalurkan, sementara pada saat yang sama FIFA membanggakan berapa miliar yang mereka miliki sebagai cadangan," ungkap Ali bin Al Hussein.
Pernyataan paling keras disampaikan pada bagian akhir unggahannya. Ali mengklaim pernah mendapat pesan bahwa dukungan kepada Presiden FIFA Gianni Infantino akan mempermudah urusan federasi yang dipimpinnya. Tuduhan itu langsung ditepisnya dengan menegaskan JFA tidak akan mengubah sikap.
"Jelas masalahnya sebenarnya terletak pada kepemimpinan. Selama berbulan-bulan, FIFA terus menolak membantu kami dalam hal ini maupun masalah lainnya, sampai akhirnya disampaikan secara lisan kepada saya selama Piala Dunia bahwa jika saya mendukung Infantino, hal itu akan sangat membantu Asosiasi Sepakbola kami," ungkap Ali bin Al Hussein.
"Kami di Yordania bangga menjunjung tinggi nilai-nilai etika. Kami tidak pernah mendukungnya sebelumnya dan tentu saja tidak akan melakukannya sekarang. Tapi, seluruh situasi ini merupakan bentuk pemerasan dan kami menolak untuk menyerah pada hal itu, tutup Ali bin Al Hussein.
Baca Juga
Rumor Transfer, Mohamed Salah Selangkah Lagi Gabung Trabzonspor di Liga Turkiye
