Thailand Buka Pintu bagi Mahasiswa Indonesia, 15 Kampus Siap Jajaki Kerja Sama Pendidikan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Thailand memperkuat kerja sama pendidikan dengan Indonesia melalui penyelenggaraan 'Business Delegation for Education Services in Indonesia 2026' pada 18-20 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi upaya memperluas kolaborasi antarperguruan tinggi sekaligus membuka akses pendidikan internasasional bagi pelajar Indonesia.
Acara tersebut digelar oleh Thai Trade Center Jakarta di bawah Department of International Trade Promotion (DITP) Kementerian Perdagangan Thailand itu akan mempertemukan universitas, agen pendidikan, pelajar, orang tua, hingga pemangku kepentingan dari kedua negara.
Direktur Thai Trade Center Jakarta, Hataichanok Sivara mengatakan, Indonesia merupakan mitra strategis bagi Thailand dalam membangun ekosistem pendidikan di kawasan ASEAN. Menurutnya, pendidikan menjadi investasi jangka panjang yang dapat memperkuat hubungan kedua negara.
"Inisiatif ini mencerminkan komitmen Thailand dalam memperluas kerja sama regional, tidak hanya di bidang perdagangan dan investasi, tetapi juga melalui pengembangan sumber daya manusia," ujar Hataichanok dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).
Ia berharap ajang tersebut menjadi jembatan yang mempertemukan talenta Indonesia dengan berbagai institusi pendidikan Thailand yang telah memiliki standar internasional. Kerja sama ini juga diharapkan membuka lebih banyak peluang pertukaran pelajar dan kolaborasi akademik.
Berdasarkan data Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia, jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Thailand mencapai 1.155 orang hingga 2025. Angka tersebut mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap pendidikan tinggi di negeri tersebut.
Baca Juga
Siap Beli dari Pupuk Indonesia, Thailand Bakal Pasok Beras hingga Daging
Rangkaian kegiatan akan diawali dengan business matching antara universitas Thailand dan agen pendidikan Indonesia pada 18 Agustus. Selanjutnya, pada 19 Agustus digelar education expo yang terbuka gratis bagi masyarakat untuk memperoleh informasi seputar studi di Thailand, sedangkan hari terakhir diisi kunjungan ke universitas di Indonesia.
Sebanyak 15 universitas dari Thailand dipastikan ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Beberapa di antaranya Bangkok University, Prince of Songkla University, King Mongkut’s University of Technology Thonburi, Siam University, hingga University of the Thai Chamber of Commerce.
Pengunjung dapat berkonsultasi langsung dengan perwakilan universitas mengenai program studi, proses penerimaan mahasiswa, peluang beasiswa, hingga program pertukaran pelajar. Selain itu, panitia juga menyiapkan sesi diskusi mengenai pendidikan internasional dan peluang karier global.
Hataichanok menegaskan Thailand ingin membangun kemitraan pendidikan yang berkelanjutan dengan Indonesia.
“Thailand melihat Indonesia bukan hanya sebagai pasar yang strategis, tetapi juga sebagai mitra penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih terhubung di kawasan ASEAN. Kami percaya bahwa hubungan yang kuat dibangun melalui interaksi langsung, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi jangka panjang yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” tutupnya.
