Tren Berubah, Konsumen Kini Pilih Parfum Berdasarkan Daya Tahan Aroma
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Cara konsumen memilih parfum mulai berubah. Jika sebelumnya keputusan pembelian lebih banyak ditentukan oleh aroma saat pertama kali disemprotkan, kini semakin banyak masyarakat mempertimbangkan daya tahan aroma dan perkembangan wanginya setelah digunakan berjam-jam, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia.
Founder sekaligus Perfumer Best Perfume Store Josh Frost mengatakan, kualitas sebuah parfum tidak dapat dinilai hanya dari kesan pertama. Menurutnya, karakter asli parfum justru baru terlihat setelah digunakan selama delapan hingga sepuluh jam.
"Di iklim tropis seperti Indonesia, kualitas sebuah parfum justru mulai terlihat setelah delapan hingga sepuluh jam pemakaian. Pada fase itulah kita bisa melihat apakah formulasi, konsentrasi fragrance, dan kualitas bahan bakunya benar-benar mampu mempertahankan karakter aromanya," ujar Josh dalam keterangan tertulis dikutip Minggu (26/7/2026).
Ia menjelaskan, suhu yang hangat, kelembapan tinggi, serta perpindahan dari lingkungan luar ruangan ke ruangan berpendingin udara membuat aroma parfum bereaksi berbeda di kulit. Akibatnya, aroma yang tercium segar saat pertama kali disemprotkan belum tentu mampu mempertahankan karakter yang sama beberapa jam kemudian.
Menurut Josh, kesalahan yang masih sering dilakukan konsumen adalah mengambil keputusan membeli parfum terlalu cepat, hanya berdasarkan aroma pada semprotan pertama.
Baca Juga
Harga Kosmetik Naik Mulai Kuartal III 2026, Efek Pelemahan Rupiah dan Bahan Baku
Fase yang menentukan kualitas parfum tersebut dikenal sebagai dry-down, yakni saat lapisan aroma awal mulai menguap dan karakter utama wewangian berkembang sepenuhnya di kulit. Meski menjadi fase yang paling lama dinikmati pengguna sepanjang hari, banyak konsumen belum mempertimbangkannya sebelum membeli parfum.
Perubahan perilaku konsumen tersebut mendorong Best Perfume Store mengembangkan koleksi parfum yang dirancang khusus untuk karakter iklim Asia Tenggara. Perusahaan yang berawal dari Singapura dan kini hadir di Indonesia, Malaysia, serta Filipina itu mengklaim menggunakan formulasi yang mampu mempertahankan karakter aroma di tengah suhu panas dan kelembapan tinggi.
Josh menambahkan, setiap parfum Best Perfume Store diformulasikan dengan konsentrasi fragrance hingga 50% untuk menghasilkan aroma yang lebih kaya dan tahan lama. Namun, menurutnya, daya tahan bukan satu-satunya indikator kualitas parfum.
"Parfum terbaik bukan selalu yang paling mahal atau yang sedang populer. Parfum terbaik adalah parfum yang tetap terasa seperti diri Anda ketika hari hampir selesai. Ketika aromanya masih berkembang dengan baik setelah berbagai aktivitas, saat itulah sebuah parfum benar-benar menunjukkan kualitasnya," katanya.
Baca Juga
Bermodal Limbah Kosmetik, Peluang Pasar Aksesoris Wanita Kian Cantik
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Best Perfume Store juga menerapkan pendekatan guided fragrance discovery, yakni membantu konsumen memilih parfum berdasarkan preferensi aroma, gaya hidup, dan kebutuhan penggunaan sehari-hari, bukan semata mengikuti tren.
Indonesia disebut menjadi salah satu pasar utama perusahaan di Asia Tenggara. Selain menyediakan layanan pelanggan lokal di Bekasi, perusahaan juga menawarkan program Lifetime Guarantee, termasuk fasilitas penukaran produk yang memenuhi syarat apabila parfum yang dipilih tidak sesuai preferensi atau diterima dalam kondisi rusak.
