Ada Masalah Apa? Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan Hukum Shin Tae-yong 10 Tahun
Poin Penting
|
SEOUL, investortrust.id – Mantan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong dijatuhi hukuman berat oleh Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA). Nakhoda Persija Jakarta itu dihukum 10 tahun larangan melatih di Negeri Ginseng.
Kasus ini bermula pada Agustus 2025, ketika Shin Tae-yong ditunjuk menggantikan Kim Pan-gon sebagai pelatih Ulsan HD. Dalam sesi perkenalan bersama skuad, pelatih berusia 55 tahun itu menyalami seluruh pemain. Tapi, dia juga terlihat menepuk pipi bek tengah Jung Seung-hyun, yang pernah menjadi anak asuhnya di tim nasional Korea Selatan.
Video insiden tersebut kemudian beredar luas dan memicu perdebatan di Korea Selatan. Jung Seung-hyun menilai tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan. "Jika korban merasa itu adalah tindakan kekerasan, maka itu tetap merupakan kekerasan, terlepas dari apa pun niat pelakunya," kata Jung Seung-hyun, dilansir Chanel A.
Baca Juga
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Lumat Timor Leste, Singapura Pecundangi Kamboja
Tak lama setelah insiden itu, Shin Tae-yong hanya bertahan selama 65 hari bersama Ulsan HD sebelum diberhentikan. Selain hasil tim yang dinilai kurang memuaskan, media Korea Selatan saat itu juga melaporkan adanya persoalan komunikasi dan metode latihan yang menimbulkan gesekan antara pelatih dengan sejumlah pemain.
Uniknya, insiden itu ternyata direspons serius otoritas setempat. Setelah melakukan investigasi, Pusat Etika Olahraga di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan merekomendasikan pemberian hukuman tegas karena menganggap kasus tersebut cukup serius.
Menindaklanjuti rekomendasi itu, Komite Disiplin KFA pada awal Juli memutuskan membekukan status kepelatihan Shin Tae-yong di Korea Selatan. KFA tidak mengungkapkan secara rinci bentuk sanksi yang dijatuhkan dengan alasan perlindungan data pribadi.
Tapi, media Korea Selatan melaporkan hukuman tersebut berpotensi membuat Shin Tae-yong tidak bisa melatih di negaranya hingga 10 tahun. Bahkan, tidak menutup kemungkinan berlaku seumur hidup.
Menanggapi keputusan tersebut, Shin Tae-yong mengaku menerima konsekuensi yang dijatuhkan kepadanya, meski masih mempertimbangkan langkah banding. "Ada banyak hal yang saya rasa tidak adil. Saya ingin mengatakan yang sebenarnya, tapi jika saya berbicara, para pemain saya bisa terluka. Suasana sepak bola Korea saat ini juga sedang tidak baik," ujar Shin Tae-yong dalam pernyataan resminya.
Saat ini Shin Tae-yong bekerja di Indonesia sebagai pelatih Persija Jakarta. Dia masih terikat kontrak selama tiga tahun hingga Juni 2029. Sebelumnya, Shin Tae-yong telah membantah tudingan melakukan kekerasan. Menurutnya, tepukan di pipi Jung Seung-hyun merupakan ungkapan kegembiraan karena kembali bertemu mantan anak didiknya.
"Itu adalah bentuk kedekatan. Jika dia merasa itu adalah tindakan kekerasan, saya minta maaf. Tapi, jika memang terbukti ada kekerasan verbal atau penghinaan, saya tidak akan lagi menerima pekerjaan sebagai pelatih di masa depan," tegas Shin Tae-yong.
Baca Juga
Target Juara, Inilah Daftar 26 Pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
