Rp55,8 Miliar! Manchester City Klub Penerima Bonus Piala Dunia 2026 Terbesar FIFA
Poin Penting
|
MANCHESTER, investortrust.id – Manchester City diperkirakan menjadi klub dengan pendapatan terbesar dari Club Benefits Programme (CBP) FIFA setelah Piala Dunia 2026. Jika proyeksi itu menjadi kenyataan, ini akan menjadi edisi ketiga secara beruntun The Citizens memimpin daftar penerima dana kompensasi dari FIFA.
Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi panggung tim nasional anggota FIFA. Turnamen di Amerika Utara ini juga menjadi media klub-klub sepak bola profesional untuk mendulang uang.
Berdasarkan perhitungan The Athletic, Manchester City diproyeksikan menerima sekitar US$4,4 juta (Rp72,2 miliar) dari total dana yang dibagikan kepada klub-klub yang melepas pemain tampil di putaran final Piala Dunia 2026.
Baca Juga
FIFA mengalokasikan dana CBP sebesar US$355 juta (Rp5,82 triliun) untuk edisi 2026. Jumlah tersebut naik sekitar 70 persen dibandingkan total US$209 juta (Rp3,43 triliun) yang dibagikan pada Piala Dunia 2018 dan Piala Dunia 2022.
Dari total dana tersebut, US$250 juta (Rp4,10 triliun) dialokasikan khusus bagi klub yang pemainnya tampil di putaran final Piala Dunia 2026. Sementara US$100 juta (Rp1,64 triliun) diberikan kepada klub yang melepas pemain selama babak kualifikasi. Sedangkan sisanya US$5 juta (Rp82 miliar) digunakan untuk pengembangan sepak bola klub setelah dikurangi biaya administrasi.
Besarnya dana yang diterima klub ditentukan oleh lamanya pemain berada di turnamen. FIFA memberikan kompensasi sekitar US$5.000 (Rp82 juta) per pemain per hari, dihitung sejak tanggal pelepasan wajib pada 25 Mei 2026 hingga sehari setelah tim nasional pemain tersebut memainkan laga terakhir di Piala Dunia.
Manchester City memperoleh keuntungan besar karena enam pemainnya mampu bertahan hingga akhir turnamen. Rayan Cherki, Marc Guehi, Nico O'Reilly, John Stones, dan James Trafford tampil pada laga perebutan tempat ketiga antara Prancis dan Inggris. Sementara Rodri menjadi starter saat Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 di partai final.
Di bawah Manchester City, Barcelona diperkirakan kembali menempati posisi kedua sebagai klub dengan pendapatan CBP terbesar. Dominasi klub-klub elite Eropa dinilai wajar karena mereka memiliki jumlah pemain terbanyak yang membela tim nasional di Piala Dunia.
Untuk klub-klub Inggris, Arsenal diperkirakan menjadi penerima dana terbesar kedua setelah Manchester City dengan nilai sekitar US$3,4 juta (Rp55,8 miliar). Nilai tersebut sebenarnya bisa lebih tinggi jika Arsenal tidak tampil di final Liga Champions yang digelar setelah batas pelepasan wajib pemain, sehingga waktu pemain mereka bersama tim nasional menjadi lebih singkat.
Selain dua raksasa tersebut, Crystal Palace juga mencatat pemasukan besar dengan estimasi US$2,7 juta (Rp44,3 miliar) berkat kehadiran 12 pemain di Piala Dunia. Sementara Sunderland menjadi kejutan dengan potensi menerima sekitar US$2,2 juta (Rp36,1 miliar) setelah para pemainnya mencetak delapan gol sepanjang turnamen.
Secara keseluruhan, klub-klub Liga Premier diperkirakan memperoleh US$34,2 juta (Rp561 miliar) dari FIFA, jauh mengungguli Bundesliga Jerman yang berada di posisi kedua dengan sekitar US$18,8 juta (Rp308 miliar).
Hanya saja, besarnya dana tersebut masih jauh dari biaya operasional klub-klub elite. Sebagai contoh, pemasukan sekitar US$4,4 juta yang diperkirakan diterima Manchester City tidak sebanding dengan total beban gaji klub yang mencapai sekitar US$608 juta (Rp9,97 triliun) pada musim 2024/2025.
Ekspansi Piala Dunia menjadi 48 peserta juga membuat jumlah klub penerima kompensasi bertambah. The Athletic memperkirakan ada 451 klub dari berbagai belahan dunia yang akan menerima pembayaran berdasarkan penampilan pemain di putaran final, meningkat dari 440 klub pada Piala Dunia 2022.
Klub-klub Eropa diprediksi tetap menjadi penerima dana terbesar dengan sekitar 70 persen dari alokasi putaran final. Tapi, persentase tersebut menurun dibandingkan dua edisi sebelumnya karena semakin banyak negara dari luar Eropa yang tampil setelah format Piala Dunia diperluas.
Salah satu penerima dana yang paling menarik perhatian adalah Braintree Town, klub kasta keenam Inggris. Berkat keikutsertaan bek veteran Tommy Smith bersama Selandia Baru, klub tersebut diperkirakan memperoleh sekitar US$171.000 (Rp2,8 miliar), dana yang dinilai sangat berarti setelah mereka sempat terkena embargo transfer akibat masalah keuangan pada Mei lalu.
Baca Juga
Bidik Awal Sempurna, Timnas Indonesia Incar Kemenangan atas Kamboja di Piala AFF 2026
