FIFA Selidiki Spanduk Kontroversial Malvinas di Semifinal Piala Dunia 2026
Poin Penting
|
ATLANTA, investortrust.id – FIFA mulai menyelidiki selebrasi kontroversial para pemain Argentina seusai mengalahkan Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026. Badan sepak bola dunia itu tengah mempelajari laporan pertandingan sebelum memutuskan sanksi untuk Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA).
Kontroversi muncul setelah para pemain La Albiceleste membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" atau "Kepulauan Malvinas adalah Argentina" seusai menang dramatis 2-1 atas Inggris di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.
Spanduk tersebut mengacu pada Kepulauan Falkland, wilayah seberang laut Inggris di Atlantik Selatan yang hingga kini masih menjadi sengketa kedaulatan antara Inggris dan Argentina.
Baca Juga
Argentina Diuntungkan Wasit Piala Dunia 2026? Lionel Messi Beri Jawaban Menohok
Juru bicara FIFA menegaskan Komite Disiplin Independen sedang mengkaji seluruh laporan resmi pertandingan sebelum mengambil keputusan. "Sesuai prosedur standar, Komite Disiplin Independen FIFA saat ini sedang menilai laporan pertandingan dan mempertimbangkan seluruh keadaan yang relevan sebelum menentukan langkah selanjutnya berdasarkan Kode Disiplin FIFA," kata FIFA, dilansir BBC Sport.
Bukan kali pertama AFA tersandung persoalan serupa. Pada 2014, FIFA menjatuhkan denda £20.000 (Rp442 juta) kepada Argentina setelah para pemain membentangkan spanduk dengan pesan yang sama jelang laga uji coba melawan Slovenia. Saat itu, FIFA menyatakan tindakan tersebut melanggar aturan mengenai aktivitas politik dan perilaku yang tidak pantas dalam pertandingan sepak bola.
Pemerintah Inggris juga ikut merespons insiden tersebut. Juru bicara resmi Perdana Menteri Inggris menyatakan pemerintah mendukung penyelidikan FIFA. "Piala Dunia mungkin bukan milik kami, tetapi Kepulauan Falkland jelas milik kami. Komitmen kami terhadap Falkland tidak akan pernah berubah," ujar juru bicara Downing Street.
Sementara Presiden Argentina Javier Milei menilai aksi para pemain dapat dipahami. Tapi, dia menegaskan persoalan di lapangan tidak boleh dicampuradukkan dengan diplomasi antarnegara.
"Malvinas memang milik Argentina dan kami akan terus memperjuangkannya melalui jalur diplomatik dengan cara yang cerdas. Apa yang terjadi di lapangan sepak bola bukan bagian dari diplomasi," kata Milei kepada Radio El Observador.
Sengketa Kepulauan Falkland atau Malvinas telah berlangsung selama puluhan tahun. Pada 1982, Argentina menyerang kepulauan yang berada sekitar 480 kilometer dari pantai timurnya. Konflik bersenjata selama 74 hari tersebut menewaskan 649 prajurit Argentina, 255 personel militer Inggris, serta tiga warga sipil.
Pada referendum 2013, mayoritas penduduk Falkland memilih tetap menjadi wilayah seberang laut Inggris (British Overseas Territory). Dari 1.517 suara yang masuk, 1.513 pemilih mendukung status tersebut, dan tiga suara yang menolaknya.
Tapi, hasil itu ditolak mentah-mentah Argentina. Negeri Tango beralasan penghuni Malvinas adalah warga pendudukan, yaitu orang-orang yang sengaja didatangkan Inggris untuk menghuni wilayah itu. Mereka bukan penduduk asli Malvinas. Sebab, orang asli Malvinas berasal dari daratan Argentina.
Baca Juga
Sempat Kelelahan, Lamine Yamal dan Pedro Porro Fit untuk Final Piala Dunia 2026
