Bruno Guimaraes Ingin Tinggalkan Newcastle, Arsenal Siap Ajukan Tawaran Baru
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id – Masa depan Bruno Guimaraes di Newcastle United memasuki fase yang tidak menentu. Gelandang Brasil itu dikabarkan telah menyampaikan keinginannya untuk meninggalkan St James' Park, yang membuat Arsenal mulai mempercepat upaya merekrutnya pada bursa transfer musim panas ini.
Menurut sejumlah laporan di Inggris, Arsenal menjadikan Guimaraes sebagai salah satu target utama untuk memperkuat lini tengah. Klub asal London Utara itu sebelumnya mempertimbangkan dua nama dari Newcastle, yakni Guimaraes dan Sandro Tonali. Tapi, Tonali telah bergabung dengan Tottenham Hotspur dalam kesepakatan £92,5 juta (Rp2,05 triliun).
Dalam pembicaraan awal dengan perwakilan Guimaraes, nilai transfer sang pemain disebut berada di kisaran £60 juta (Rp1,33 triliun). Meski Newcastle belum menerima pendekatan resmi dari Arsenal, manajemen The Gunners diyakini tengah menyiapkan proposal baru untuk membawa pemain berusia 28 tahun tersebut ke Emirates Stadium.
Baca Juga
Siapa Menang? 4 Pemain Bersaing Memperebutkan Sepatu Emas Piala Dunia 2026
Ketertarikan Arsenal terhadap Guimaraes muncul di tengah kebutuhan Mikel Arteta untuk menambah kualitas di sektor tengah. Selain Guimaraes, Arsenal juga memantau perkembangan gelandang Bournemouth Alex Scott dan wonderkid Lille Ayyoub Bouaddi.
Bagi Newcastle, potensi kepergian Guimaraes menjadi ancaman serius. Kapten sekaligus motor permainan tim itu merupakan salah satu figur terpenting dalam skuad. Situasi semakin rumit karena Newcastle sebelumnya sudah kehilangan sejumlah pemain inti dalam beberapa jendela transfer terakhir.
Musim panas ini saja, klub telah melepas Sandro Tonali dan Anthony Gordon. Sebelumnya, Newcastle juga kehilangan striker andalan Alexander Isak yang hengkang ke Liverpool. Kepergian Guimaraes akan membuat klub kehilangan empat pemain kunci dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.
Kondisi tersebut menjadi pukulan bagi proyek jangka panjang Newcastle yang sedang berupaya membangun kembali kekuatan tim. Belakangan, klub mulai mengubah strategi transfer dengan lebih fokus merekrut pemain muda potensial berusia di bawah 20 tahun dari berbagai negara Eropa. Salah satu rekrutan yang masuk dalam kategori tersebut adalah Bazoumana Toure.
Namun, strategi pembangunan jangka panjang itu membutuhkan sosok pemimpin berpengalaman di ruang ganti. Dalam konteks tersebut, Guimaraes dianggap sebagai figur sentral yang mampu menjaga stabilitas tim sekaligus menjadi wajah proyek Newcastle di lapangan.
Sayang, faktor usia diyakini menjadi pertimbangan penting bagi sang pemain. Guimaraes akan berusia 29 tahun pada November mendatang, sehingga kesempatan untuk bergabung dengan klub yang secara rutin bersaing memperebutkan gelar domestik maupun Liga Champions bisa jadi tidak datang dua kali.
Ironisnya, saat didatangkan dari Lyon pada 2022, Guimaraes sempat berbicara mengenai ambisinya menjadikan Newcastle sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola Inggris. Namun, kegagalan klub finis di zona Eropa musim lalu memunculkan keraguan mengenai arah proyek tersebut.
Setelah kekalahan 0-2 dari Fulham pada laga terakhir musim lalu, Guimaraes juga sempat melontarkan pernyataan yang kini dianggap sebagai sinyal ketidakpuasannya. "Musim yang sangat mengecewakan, dan tanpa diragukan lagi kami semua merasa kecewa. Kalian para suporter jelas tidak pantas mendapatkan hasil seperti ini," tulis Guimaraes melalui akun Instagram pribadinya.
Newcastle mengakhiri musim di posisi ke-12 Liga Inggris dan gagal mengamankan tiket kompetisi Eropa. Situasi itu kontras dengan ambisi besar klub sejak diambil alih konsorsium asal Arab Saudi beberapa tahun lalu.
Jika Arsenal benar-benar mengajukan tawaran resmi, Newcastle diperkirakan akan berada dalam posisi kuat untuk meminta nilai transfer jauh lebih tinggi dari angka £60 juta yang beredar. Pasalnya, harga gelandang top Eropa terus mengalami kenaikan signifikan, terlihat dari sejumlah transfer besar yang terjadi musim panas ini.
Bagi Newcastle, persoalan ini bukan semata soal uang. Guimaraes dianggap sebagai jantung permainan, pemimpin di lapangan, sekaligus simbol proyek yang sedang mereka bangun. Kehilangannya bukan hanya akan mengurangi kualitas skuad, tetapi juga berpotensi memunculkan pertanyaan besar mengenai masa depan dan ambisi klub.
Baca Juga
Wow! Hadiah Juara Piala Dunia 2026 Tembus Rp815 Miliar, Begini Rinciannya
