Kisah Siem de Jong, Striker Belanda Kariernya Redup Setelah Jebol Gawang Kurnia Meiga
AMSTERDAM, investortrust.id – Pada sebuah era, Siem de Jong dianggap The Next Marco van Basten. Tapi, semua berubah ketika mantan penyerang Ajax Amsterdam mencetak gol ke gawang Kurnia Meiga pada FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, 7 Juni 2013.
Siem Stefan de Jong lahir 28 Januari 1989 di Aigle, Swiss, dari keluarga asal Belanda. Ayahnya pemain voli profesional di kompetisi Swiss saat Siem de Jong lahir. Keluarga itu kembali ke Belanda saat Siem de Jong baru menginjak usia 6 tahun.
Ayah Siem de Jong kemudian memasukkan anaknya ke klub amatir Doetinchem DZC'68 dan dibina oleh De Graafschap ketika berusia 12 tahun. Dia dibesarkan di Doetinchem dan lulus dari sekolah yang sama dengan Guus Hiddink, Paul Bosvelt, hingga Klaas-Jan Huntelaar di Rietveld Lyceum.
Baca Juga
Selamat! Inter Milan Campione d’Inverno alias Juara Paruh Musim Serie A
Siem de Jong bermain dengan skuad remaja De Graafschap sampai 2005 ketika Jong Ajax datang. Siem de Jong membuat debut sebagai pemain pengganti pada 26 September 2007 melawan Kozakken Boys.
Debut Eredivisie Siem de Jong juga sebagai pemain pengganti, saat tandang ke Sparta Rotterdam. Saat itu, dia langsung mencetak gol penyama skor di injury time.
Titisan Marco van Basten
Performa Siem de Jong terus menanjak. Pada 2007/2008, dia menjadi salah satu pemain termuda dan satu-satunya di bawah usia 20 yang memainkan lebih dari 20 pertandingan di kompetisi Belanda. Lalu, Pada 16 Januari 2008, sebelum berusia 19 tahun, dia memperpanjang kontrak hingga 30 Juni 2013.
Pada 15 Mei 2011, Siem de Jong bermain dalam pertandingan penentuan gelar juara Eredivisie melawan FC Twente. Dia membantu Ajax Amsterdam memenangkan gelar juara liga pertamanya atau yang ke-30 secara keseluruhan dengan mencetak dua gol untuk menyegel kemenangan 3-1.
Lalu, saat Jan Vertonghen pergi ke Tottenham Hotspur pada 2012, Siem de Jong diangkat sebagai kapten baru Ajax Amsterdam. Sementara pada 27 Juli 2013, dia mencetak gol di menit ke-107 saat Ajax Amsterdam mengalahkan AZ Alkmaar 3-2 pada laga awal musim Johan Cruyff Shield.
Itu menjadi gelar kelima Siem de Jong untuk Ajax Amsterdam setelah Eredivisie (2010/2011, 2011/2012, 2012/2013, 2013/2024) dan Piala KNVB (2009/2010).
Baca Juga
Sempat Menang Telak di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Irak Tetap Waspadai Timnas Indonesia
Sebelum menjuarai Johan Cruyff Shield, Siem de Jong mendapatkan penggilan membela Timnas Belanda menjalani pertandingan uji coba melawan Indonesia di Jakarta. Saat itu, De Oranje dilatih Louis van Gaal dan sedang menjalani Tur Asia ke Indonesia dan China pada FIFA Matchday.
Itu bukan pemanggilan pertama Siem de Jong karena sudah memiliki caps. Debut seniornya terjadi pada 11 Agustus 2010 saat Belanda bermain imbang 1-1 dengan Ukraina dalam pertandingan persahabatan.
Bagi Siem de Jong, pertandingan melawan Indonesia spesial. Disaksikan 80.000 pasang mata, Belanda menampilkan para pemain terbaiknya, termasuk Robin van Persie, Arjen Robben, dan Wesley Sneijder.
Tapi, suporter tuan rumah yang berisik membuat Belanda kesulitan menjebol jala Kurnia Meiga. Kemudian, Siem de Jong masuk di babak kedua menggantikan Wesley Sneijder. Hasilnya, dia memecah kebuntuan dengan mencetak gol pada menit ke-57. Itu menjadi gol perdana Siem de Jong untuk negara.
Siem de Jong kemudian dan melanjutkan dengan gol kedua Belanda pada menit ke-67. Pada akhirnya Arjen Robben mencetak gol di menit ke-90 untuk membuat Belanda menang 3-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta.
Gantung Sepatu di Usia 34 Tahun
Sialnya, pertandingan melawan Indonesia menjadi yang terakhir dijalani Siem de Jong Bersama Belanda.
Seperti dikutuk, Siem de Jong bermain buruk sepanjang musim 2013/2014. Dia hanya mendapatkan kesempatan bermain 19 kali di Eredivisie. Meski di akhir musim Ajax Amsterdam juara, Siem de Jong banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan dan meja operasi karena cedera.
Baca Juga
Elkan Baggott Minta Timnas Indonesia Tidak Bikin Kesalahan di Piala Asia
Tanpa basa-basi, Ajax Amsterdam memutuskan melepas Siem de Jong ke Newcastle United pada musim panas 2014 atau setahun setelah laga di Jakarta. Di sana, dia ditunjuk sebagai wakil kapten oleh Alan Pardew. Dia melakukan debut kompetitif di Liga Premier melawan Aston Villa pada 23 Agustus 2014.
Tapi, Siem de Jong kemudian menghilang tanpa jejak setelah mengalami cedera dalam sesi latihan rutin pada awal September 2014. Dia dijadwalkan kembali ke tim utama pada Februari 2015. Tapi, batal karena dia harus absen lagi selama delapan minggu karena penyakit di paru-parunya kambuh.
Setahun kemudian, Siem de Jong kembali absen dua minggu karena kecelakaan aneh saat lensa kontak yang dikenakannya terdorong masuk mata sehingga mengancam penglihatannya.
Akibat minim jalam terbang bersama The Mapies, Siem de Jong terbuang. Ketika klubnya terdegradasi ke Divisi Championship pada 2016, dia pindah ke PSV Eindhoven dan Jong PSV dengan status pinjaman. Dia bermain buruk sehingga memutuskan kembali ke Ajax Amsterdam dan kemudian dimainkan di Jong Ajax.
Selanjutnya, karier Siem de Jong dipenuhi ketidakpastian. Dari Belanda, dia terbang ke Australia membela Sydney FC. Lalu, ke MLS memperkuat FC Cincinnati. Sempat memperkuat Heerenveen, dia pensiun sebagai personel De Graafschap pada akhir musim 2022/2023.
Usianya saat pensiun adalah 34 tahun. Itu adalah usia yang masih sangat muda jika dibandingkan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Banyak yang bilang penurunan karier Siem de Jong terjadi karena kutukan mencetak gol ke gawang Kurnia Meiga. Apalagi, tidak lama berselang, sang kiper juga pensiun dini dari sepak bola profesional dengan masalah kesehatan yang sama dengan Siem de Jong, yaitu mata. Benarkah? Hanya Tuhan yang tahu!
Baca Juga
Termasuk Ed Sheeran, 6 Musisi Top Dunia yang Jadi Sponsor Klub Sepak Bola

