Dilema Roberto Martinez, Pelatih Spanyol Pimpin Portugal Lawan Tanah Airnya
Poin Penting
|
ARLINGTON, investortrust.id – Pelatih Portugal Roberto Martinez menilai duel melawan Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 akan menjadi pertandingan spesial, melainkan juga menegaskan fokusnya sepenuhnya tertuju untuk membawa Selecao das Quinas lolos ke perempat final.
Laga di AT&T Stadium, Arlington, Selasa (7/7/2026) dini hari WIB, juga menghadirkan cerita unik. Martinez adalah pelatih asli Spanyol. Lahir di Balaguer, di Provinsi Lleida, Katalunya, dia adalah mantan gelandang bertahan di sejumlah klub Spanyol dan Britania Raya.
Karier Roberto Martinez dimulai di klub kampung halamannya Balaguer sebelum bergabung dengan Real Zaragoza. Kemudian, dia pergi ke Britania Raya membela klub-klub di Inggris, Wales, hingga Skotlandia seperti Motherwell, Swansea City, dan Wigan Athletic.
Baca Juga
Brasil Tersingkir Dari Piala Dunia 2026, Neymar Isyaratkan Mundur
Karier kepelatihan Roberto Martinez dimulai di Swansea City pada 2007. Kemudian, menukangi Wigan Athletic dan Everton. Dari Liga Premier, Roberto Martinez memulai karier di tim nasional dengan Belgia (2016-2022). Dan, sejak 2023, dirinya dipercaya menukangi Portugal, yang akan melawan Spanyol di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Pelatih berusia 52 tahun itu menegaskan tidak memiliki konflik emosional karena saat ini seluruh komitmennya hanya untuk Portugal. Dia memastikan akan tetap profesional.
"Kasus saya berbeda karena saya tidak pernah melatih di Spanyol. Saya pernah tinggal 21 tahun di Inggris, 21 tahun di Spanyol, 7 tahun di Belgia, dan 3,5 tahun di Portugal. Rumah saya adalah tempat keluarga saya berada. Fokus saya sekarang adalah para pemain dan apa yang mereka wakili bagi tim nasional Portugal," kata Roberto Martinez, dilansir Marca.
Roberto Martinez mengakui Spanyol merupakan salah satu tim terbaik di turnamen dengan identitas permainan yang sangat jelas. Menurutnya, kedua tim sama-sama mengandalkan penguasaan bola sehingga pertandingan diprediksi berlangsung terbuka dan membutuhkan kondisi fisik serta mental terbaik.
"Kami sangat menghormati Spanyol. Mereka memiliki identitas bermain yang jelas dan kualitas yang sangat tinggi. Kedua tim sama-sama lebih nyaman menguasai bola, jadi pertandingan ini membutuhkan kesegaran agar masing-masing bisa memainkan gaya permainannya," ujar Roberto Martinez.
"Melawan Spanyol tentu tidak sama seperti menghadapi Kolombia atau Kroasia. Kami harus menyesuaikan diri, baik sebelum maupun selama pertandingan. Semua pemain berlatih dengan baik dan siap membantu tim," ungkap Roberto Martinez.
"Kami adalah negara bertetangga, bahkan seperti saudara. Ini adalah perayaan sepak bola Iberia. Sangat disayangkan pertandingan seperti ini terjadi terlalu cepat. Menurut saya, duel ini pantas menjadi final," tutur Roberto Martinez.
Roberto Martinez juga menyampaikan rasa hormat kepada pelatih Spanyol Luis de la Fuente. "Tujuan Luis sama seperti kami, memainkan delapan pertandingan hingga menjadi juara. Tapi, hanya satu tim yang bisa melanjutkan perjalanan. Pada akhirnya, pertandingan ini akan ditentukan oleh para pemain di lapangan," pungkasnya.
Baca Juga
Harry Kane Nilai Laga Lawan Meksiko Terbaik yang Pernah Dijalani Inggris
