Kisah Rico Lopes, Eks Pegawai Bank yang Merepotkan Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Poin Penting
|
MIAMI, investortrust.id – Siapa sangka Pico Lopes pernah menghabiskan hari-harinya sebagai penasihat kredit perumahan yang membenci pekerjaannya. Satu dekade kemudian, bek berusia 33 tahun itu justru tampil di Piala Dunia 2026 bersama Cape Verde, dan merepotkan Lionel Messi pada babak 32 besar.
Perjalanan Roberto Carlos Lopes jauh dari kisah pesepak bola profesional pada umumnya. Saat masih memperkuat Bohemians di Liga Irlandia pada 2010-2016, klubnya belum mampu memberikan kontrak profesional penuh. Akibatnya, dia harus membagi waktu antara bekerja sebagai penasihat hipotek dan bermain sebagai bek tengah demi mencukupi kebutuhan hidup.
Meski sempat merasakan atmosfer kompetisi Eropa bersama Bohemians, Lopes mengaku pekerjaan kantoran itu bukan kehidupan yang diinginkannya. Kesempatan mengubah nasib akhirnya datang pada 2017 ketika rival sekota, Shamrock Rovers, menawarkan kontrak profesional penuh. Dia meninggalkan klub masa kecilnya sekaligus pekerjaan kantoran yang selama ini dijalaninya.
Baca Juga
Keputusan tersebut menjadi titik balik kariernya. Bersama Shamrock Rovers, Lopes berkembang menjadi salah satu bek andalan dan rutin tampil di kompetisi Eropa. Tapi, bermain di Piala Dunia tetap terasa seperti mimpi yang mustahil.
Peluang itu muncul berkat darah Cape Verde yang diwarisi dari sang ayah, Carlos Lopes. Menariknya, panggilan memperkuat tim nasional datang dengan cara yang tidak biasa. Pelatih Cape Verde saat itu, Rui Aguas, menghubunginya melalui LinkedIn.
Awalnya Lopes sama sekali tidak menyadari kesempatan besar tersebut. Dia mengira pesan berbahasa Portugis yang diterimanya hanyalah spam sehingga diabaikan begitu saja selama berbulan-bulan.
"Saya menerima pesan darinya dalam bahasa Portugis dan mengira itu spam. Jadi, saya tidak menghiraukannya. Setahun kemudian dia mengirim pesan lagi: 'Apakah anda sudah memikirkannya?' Saat itulah saya menerjemahkan pesan pertama dan baru sadar mereka ingin mengetahui apakah saya tertarik membela Cape Verde," kata Lopes, dilansir The Guardian.
Setelah mengetahui isi pesan tersebut, Lopes langsung meminta maaf dan menyatakan kesediaannya membela Cape Verde. "Saya langsung meminta maaf dan mengatakan, 'Maaf, saya tidak bisa berbahasa Portugis, tapi saya sangat ingin bergabung jika belum terlambat'. Syukurlah dia menjawab, 'Bagus, kirim nomor ponselmu'. Dan, saya pun membela Cape Verde,” ungkap Lopes.
Debut internasional Lopes akhirnya terjadi pada 2019 dalam laga persahabatan melawan Togo. Sejak saat itu, kariernya bersama Cape Verde melesat. Dia membantu negaranya mencapai perempat final Piala Afrika 2021 dan 2023, sebelum menjadi bagian penting dari tim yang lolos ke Piala Dunia 2026.
Keberhasilan tersebut juga mengukir sejarah pribadi. Lopes menjadi pemain kedua dari Liga Irlandia yang berhasil tampil di Piala Dunia.
Menjelang keberangkatannya ke Amerika Utara, Lopes mendapat kejutan emosional di kampung halamannya di Crumlin, Dublin. Dia mengira hanya akan makan siang bersama kedua orang tuanya, Judy dan Carlos. Tapi, setibanya di rumah, seluruh lingkungan tempat tinggalnya telah dihiasi bendera Cape Verde sebagai bentuk penghormatan.
Di Piala Dunia 2026, Lopes ikut membawa Cape Verde menciptakan kejutan dengan lolos dari fase grup yang dihuni Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi. Meski akhirnya langkah mereka terhenti secara dramatis setelah kalah 2-3 dari Argentina pada babak 32 besar, perjalanan Lopes tetap menjadi salah satu kisah paling inspiratif sepanjang turnamen.
Baca Juga
