Kritik VAR, Thierry Henry Sebut Kroasia Dirampok di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Poin Penting
|
TORONTO, investortrust.id – Legenda Prancis Thierry Henry melontarkan kritik pedas terhadap keputusan wasit dan VAR pada laga Portugal kontra Kroasia di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Menurutnya, dua keputusan krusial yang menguntungkan Portugal telah mencederai semangat pertandingan dan menjadi preseden buruk bagi FIFA.
Goncalo Ramos jadi pahlawan kemenangan 2-1 Portugal atas Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di BMO Field, Toronto, Jumat (4/7/2026) pagi WIB.
Sayang, kemenangan Selecao das Quinas menuai kontroversi soal VAR. Henry pertama kali menyoroti keputusan wasit memberikan hadiah penalti kepada Portugal. Penalti tersebut kemudian sukses dikonversi Cristiano Ronaldo menjadi gol penyeimbang setelah Portugal tertinggal lewat gol Ivan Perisic.
Baca Juga
Bukan Cristiano Ronaldo, Goncalo Ramos Pahlawan Kemenangan Dramatis Portugal
"Saya tidak percaya mereka memberikan penalti itu. Bagi saya, itu sama sekali bukan penalti. Jika kejadian seperti itu sudah cukup untuk menghasilkan penalti di fase gugur Piala Dunia, berarti kita sedang menciptakan standar yang berbahaya," kata Henry, dilansir Fox Sports.
Mantan penyerang Arsenal dan Barcelona itu menilai Kroasia sebenarnya tampil disiplin sepanjang pertandingan. Karena itu, dia kecewa kerja keras tim asuhan Zlatko Dalic harus terancam sirna akibat keputusan yang menurutnya keliru.
"Kroasia bertahan dengan sangat baik hampir sepanjang pertandingan. Semua kerja keras itu bisa hilang karena keputusan yang sama sekali tidak saya setujui. Sepak bola adalah olahraga yang penuh kontak fisik, dan tidak setiap sentuhan harus dianggap sebagai pelanggaran," ujar Henry.
Henry juga mempertanyakan fungsi VAR yang menurutnya mulai keluar dari tujuan awal. Dia menilai teknologi tersebut seharusnya hanya digunakan untuk memperbaiki kesalahan yang jelas, bukan menciptakan pelanggaran yang sebelumnya tidak dianggap terjadi.
"VAR diperkenalkan untuk mengoreksi kesalahan yang jelas dan nyata, bukan untuk menciptakan penalti. Wasit sebenarnya memiliki sudut pandang yang sempurna terhadap insiden itu, tetapi setelah melihat monitor, dia justru mengubah keputusannya. Inilah alasan mengapa banyak orang mulai kehilangan kepercayaan terhadap VAR," tegas Henry.
Kritik Henry tidak berhenti di situ. Dia juga mengecam keputusan VAR yang menganulir gol penyeimbang Kroasia pada injury time babak, sesaat setelah Goncalo Ramos mencetak gol kemenangan Portugal. "Saya benar-benar tidak mengerti keputusan itu. Bagi saya, wasit dan VAR telah merusak apa yang seharusnya menjadi salah satu momen terbaik di Piala Dunia ini," ucap pemanang Piala Dunia 1998 itu.
Menurut Henry, sebuah gol sepenting itu seharusnya tidak dibatalkan kecuali terdapat bukti yang benar-benar meyakinkan. "Anda tidak boleh menganulir gol sebesar itu kecuali buktinya benar-benar jelas. Saya sudah melihat tayangan ulang beberapa kali dan tetap tidak melihat alasan yang cukup kuat untuk membatalkannya. Jika perlu waktu lama menggambar garis dan membekukan gambar, berarti situasinya tidak jelas," katanya.
"Wasit membiarkan teknologi menjadi bintang pertandingan. Penggemar datang untuk menonton sepak bola, bukan VAR. Kroasia merasa telah mencetak gol dramatis berkat keberanian dan kerja keras mereka, tapi semuanya dihapus oleh keputusan yang akan terus diperdebatkan selama bertahun-tahun," beber Henry.
"Inilah alasan orang mulai kehilangan kepercayaan terhadap VAR. Alih-alih memperbaiki kesalahan yang jelas, teknologi ini justru membuat keputusan yang sangat detail hingga tidak bisa dipahami siapa pun di stadion. Saya ikut merasakan kekecewaan para pemain Kroasia karena momen seperti itu akan selalu mereka ingat,” pungkas Henry.
Baca Juga
Muncul Rumor Tinggalkan Chelsea, Enzo Fernandez Fokus Piala Dunia 2026
