5 Cara Merawat Jantung di Usia Muda, Salah Satunya Aktif Berolahraga
JAKARTA, investortrust.id - Mencegah serangan jantung pada orang dewasa muda sering kali diabaikan, namun hal ini menjadi semakin penting karena tren terkini menunjukkan peningkatan kasus serupa, terutama selama pandemi COVID-19. Menurut laporan Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) pada 2019, di Indonesia, penyakit kardiovaskular menyebabkan lebih dari 651 ribu kematian setiap tahunnya.
Walaupun serangan jantung biasanya terkait dengan usia lanjut, kasusnya tidak hanya terjadi pada kelompok tersebut. Bahkan, kasus masalah jantung di kalangan orang dewasa muda terus meningkat, membutuhkan langkah-langkah pencegahan yang lebih spesifik.
Baca Juga
Penerima Transplantasi Jantung Babi di AS Akhirnya Meninggal
Beberapa faktor risiko memengaruhi seseorang terhadap serangan jantung, menurut American Heart Association (AHA). Ini mencakup kondisi kronis seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes, serta gaya hidup seperti obesitas dan merokok. Selain itu, faktor-faktor seperti penuaan, jenis kelamin (pria lebih berisiko), dan riwayat serangan jantung dalam keluarga juga berperan secara signifikan.
Hasil penelitian terbaru pada September 2022 yang dipublikasikan dalam Journal of Medical Virology menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kematian yang berkaitan dengan masalah jantung pada orang dewasa muda. Bahkan, peningkatan kematian yang paling mencolok terjadi pada usia 25 hingga 44 tahun.
Berikut ini beberapa langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi beberapa faktor risiko penting melalui perubahan gaya hidup.
1. Tetap Aktif
Perlu diketahui, jantung adalah otot yang memerlukan latihan. Lakukan olahraga minimal 150 menit setiap minggu, seperti yang disarankan oleh para ahli kesehatan, untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Kalian bisa melalukan aerobik, jalan kaki, bersepeda, dan kegiatan lainnya.
Baca Juga
2. Berhenti Merokok (Termasuk Vaping)
Nikotin dalam rokok dan rokok elektronik meningkatkan risiko serangan jantung. Dukungan dan strategi berhenti merokok, seperti terapi penggantian nikotin dan teknik distraksi, dapat membantu. Kalian juga bisa menguyah permen karet setiap kali tergoda untuk merokok atau jalan-jalan saat keinginan merokok melanda.
3. Kenali Riwayat Keluarga
Meskipun tidak dapat diubah, menyadari riwayat keluarga dapat membantu dalam menerima perawatan medis yang tepat.
4. Pola Makan Sehat
Konsumsi makanan utuh dan bergizi seperti buah-buahan, sayuran, dan daging tanpa lemak dapat membantu menjaga berat badan yang sehat dan mengurangi risiko kondisi kronis.
Baca Juga
Gagalnya Kesehatan Masyarakat jadi Ancaman Indonesia Emas 2045
5. Kelola Stres
Stres kronis berdampak pada kesehatan jantung. Gunakan teknik pereda stres seperti menulis jurnal, latihan pernapasan dalam, atau menghabiskan waktu bersama hewan peliharaan untuk mengurangi stres.
Meskipun sebagian faktor risiko berada di luar kendali kita, menerapkan gaya hidup sehat dan mencari panduan pribadi dari penyedia layanan kesehatan berdasarkan faktor risiko individu dapat secara signifikan mengurangi kemungkinan serangan jantung, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan masalah tersebut.

