Unik! Setelah 96 Tahun, Prancis Jumpa Swedia di Piala Dunia
Poin Penting
|
EAST RUTHERFORD, investortrust.id – Prancis dan Swedia akhirnya akan saling berhadapan di Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah. Setelah hampir satu abad menunggu sejak edisi perdana 1930, dua kekuatan sepak bola Eropa itu akan bentrok pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, East Rutherford, Rabu (1/7/2026) pagi WIB.
Pertemuan ini menjadi salah satu catatan unik dalam sejarah turnamen. Meski sama-sama memiliki tradisi kuat di Piala Dunia, kedua negara selalu gagal dipertemukan dalam berbagai edisi sebelumnya. Prancis telah memainkan 76 pertandingan di ajang ini. Sedangkan Swedia mencatatkan 54 laga. Tapi, tak satu pun mempertemukan keduanya.
Kesempatan pertama sebenarnya hampir terjadi pada final Piala Dunia 1958 di Stockholm. Saat itu Prancis yang diperkuat Raymond Kopa dan Just Fontaine berpeluang menghadapi tuan rumah Swedia. Tapi, langkah Les Bleus dihentikan Brasil di semifinal lewat kemenangan 5-2 yang dipimpin Pele muda berusia 17 tahun. Sejak saat itu, pertemuan di panggung Piala Dunia terus tertunda.
Baca Juga
Bikin Penyataan Kontroversial, Menteri Keamanan Amerika Serikat Girang Iran Tersingkir
Beberapa kesempatan lain juga nyaris mempertemukan kedua tim. Ketika Prancis mencapai final Piala Dunia 1998, 2006, 2018, dan 2022, Swedia memang sempat tampil pada dua edisi terakhir tersebut, tetapi selalu berada di bagan yang berbeda sehingga duel antarkeduanya kembali gagal terwujud.
Meski belum pernah bertemu di Piala Dunia, Prancis dan Swedia memiliki sejarah panjang di kompetisi internasional. Mereka bermain imbang 1-1 pada fase grup Piala Eropa 1992. Dua dekade kemudian, Swedia menang 2-0 pada Piala Eropa 2012 berkat gol spektakuler Zlatan Ibrahimovic. Kedua tim juga saling mengalahkan dengan skor identik 2-1 saat bertemu pada kualifikasi Piala Dunia 2018.
Menatap duel kali ini, Prancis lebih diunggulkan. Tim asuhan Didier Deschamps melaju ke fase gugur dengan performa meyakinkan setelah menyapu bersih tiga laga fase grup dan mencetak total 10 gol. Sebaliknya, Swedia lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik sehingga datang tanpa beban besar.
Legenda Swedia, Zlatan Ibrahimovic, bahkan mengakui kualitas Les Bleus yang menurutnya berada di level berbeda dibanding mayoritas peserta Piala Dunia.
"Saya tidak melihat banyak tim yang mampu mengalahkan mereka. Satu-satunya kesempatan bagi lawan adalah ketika mereka mulai mengendurkan permainan dan menurunkan tempo. Hanya pada momen itu saya melihat lawan bisa masuk ke dalam pertandingan. Mereka bermain di level yang berbeda," ujar Ibrahimovic, di situs FIFA.
Di sisi lain, Deschamps mengingatkan para pemainnya agar tidak terlena dengan status unggulan. Swedia, menurutnya, tetap memiliki kemampuan untuk menciptakan kejutan.
Keyakinan serupa disampaikan mantan gelandang Swedia, Sebastian Larsson, yang kini menjadi staf pelatih tim nasional. Larsson, pencetak gol ke gawang Prancis pada Piala Eropa 2012, percaya sejarah membuktikan negaranya mampu mengalahkan tim-tim besar.
"Kalau melihat sejarah kami, Swedia pernah mengalahkan tim-tim yang lebih kuat. Meski yang kami hadapi adalah Prancis, tetap ada alasan untuk percaya. Saya berharap para pemain juga memiliki keyakinan yang sama," kata Larsson.
Setelah penantian selama 96 tahun, Prancis dan Swedia akhirnya akan bertemu di panggung terbesar sepak bola dunia. Di atas kertas Les Bleus lebih difavoritkan, tetapi sejarah Piala Dunia berkali-kali membuktikan bahwa kejutan selalu mungkin terjadi.
Baca Juga
Lanjutkan Rekor 100% Gol dan Kemenangan, Meksiko Berharap Tuah Estadio Azteca
