Blunder Lawan Ekuador dan Selalu Kemasukan di Fase Grup, Manuel Neur Banjir Kritik
Poin Penting
|
EAST RUTHERFORD, investortrust.id – Kiper veteran Jerman banjir kritik setelah melakukan blunder yang membuat Der Panzer menyeraah 1-2 dari Ekuador dalam laga terakhir Piala Dunia 2026 Grup G di MetLife Stadium, East Rutherford, Jumat (26/6/2026) dini hari WIB.
Meski sudah memastikan lolos ke babak 32 besar, Jerman harus menanggung malu besar setelah dikalahkan Ekuador. Der Panzer sempat unggul lebih dulu melalui sontekan Leroy Sane di menit kedua.
Tapi, La Tri merespons dan berhasil membalas lewat sepakan keras dan terukur dari luar kotak penalti oleh Nilson Angulo (9). Ekuador mendapatkan gol kemenangan lewat Gonzalo Plata (77) memanfaatkan kemelut di mulut gawang Manuel Neuer. Kemenangan 2-1 sudah cukup membuat Ekuador mengoleksi 4 poin dari tiga pertandingan.
Baca Juga
Demi Hindari Argentina di Fase Knock-out, Spanyol Wajib Kalahkan Uruguay
Sebaliknya, situasi berbeda terjadi di kubu Jerman. Pendukung dan pengamat sepak bola di Jerman kecewa berat, meski Der Panzer tetap lolos sebagai juara grup. Kritik dialamatkan kepada Manuel Neuer.
Manuel Neuer banjir kritik karena dianggap bertanggung jawab atas kekalahan lawan Ekuador. Kiper Bayern Muenchen itu kurang sigap menangkap bola saat Gonzalo Plata mencetak gol kemenangan La Tri memanfaatkan skenario tendangan sudut.
Kritik semakin kencang karena dalam tiga pertandingan fase grup, Manuel Neuer gagal clean sheets. Sebelum lawan Ekuador, jala Der Panzer juga bobol oleh pemain Curacao, Livano Comenencia. Jerman juga menderita gol lawan Pantai Gading lewat Franck Kessie.
Atas banyaknya kritik terhadap Manuel Neuer, Julian Nagelsmaann tak mau menjawabnya. Dia hanya menyebut sepak bola adalah permainan tim.
"Kami harus belajar bahwa setelah memulai pertandingan dengan baik dan unggul lebih awal, kami seharusnya bisa bermain dengan lebih tenang, bukannya tiba-tiba terlalu sering berpindah posisi,” kata Julian Nagelsmann di situs FIFA.
“Permainan kami terlalu bebas. Kami hanya perlu lebih sabar dan sedikit lebih disiplin dalam menjaga posisi. Ditambah lagi, jika kami terlalu sering kehilangan bola, pada akhirnya situasi akan menjadi sulit," beber Julian Nagelsmann.
Baca Juga
Permalukan Jerman, Ekuador Segel Tiket Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
