Perjudian Hong Myung-bo Cadangkan Son Heung-min Harus Dibayar Mahal
Poin Penting
|
MONTERREY, investortrust.id – Keputusan pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo mencadangkan Son Heung-min menjadi sorotan tajam setelah The Taegeuk Warriors menelan kekalahan 0-1 dari Afrika Selatan pada laga Grup A Piala Dunia 2026 di Estadio BBVA, Monterrey, Kamis (25/6/2026) pagi WIB.
Taeguk Warriors sejatinya hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengamankan tiket ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup A. Tapi, satu gol yang dicetak Thapelo Maseko pada babak kedua membuat posisi Korea Selatan menjadi tidak aman dan membuka kemungkinan tersingkir lebih awal.
Sorotan utama langsung tertuju pada keputusan Hong Myung-bo yang tidak memasukkan Sonny ke dalam susunan pemain inti. Banyak pendukung Korea Selatan terkejut ketika daftar pemain diumumkan, mengingat Son Heung-min merupakan kapten, ikon sepak bola Korea Selatan, sekaligus pemain dengan jumlah penampilan terbanyak sepanjang sejarah tim.
Baca Juga
Cek Videonya! Momen Meriah Kembalinya Neymar ke Pertandingan Brasil
Tanpa kehadiran penyerang berusia 33 tahun itu sejak menit pertama, Korea Selatan memang mendominasi penguasaan bola. Tapi, dominasi tersebut tidak diimbangi dengan kreativitas dan efektivitas di sepertiga akhir lapangan. Serangan yang dibangun berkali-kali gagal menghasilkan peluang berbahaya.
Sebaliknya, Afrika Selatan tampil lebih pragmatis. Bafana Bafana bermain disiplin, bertahan rapat, dan menunggu momen yang tepat untuk melancarkan serangan balik. Strategi itu akhirnya membuahkan hasil ketika Maseko memecah kebuntuan dan membawa Afrika Selatan meraih kemenangan penting.
Son Heung-min akhirnya diturunkan sebagai pemain pengganti saat Korea Selatan sudah tertinggal. Tapi, masuknya bintang Los Angeles FC tersebut tidak cukup untuk mengubah jalannya pertandingan. Sang kapten justru harus memikul beban besar untuk membenahi ritme permainan yang sejak awal kehilangan arah.
Meski performa Son Heung-min belakangan dinilai menurun dibanding masa keemasannya, pengaruhnya bagi tim nasional tetap tidak tergantikan. Kehadirannya di lapangan bukan hanya soal gol dan assist, melainkan juga kemampuan memimpin tim, menarik perhatian lini pertahanan lawan, serta membuka ruang bagi pemain lain seperti Lee Kang-in dan Hwang Hee-chan.
Kekalahan dari Afrika Selatan sekaligus mengungkap masalah mendasar Korea Selatan di turnamen ini. Penguasaan bola yang tinggi ternyata tidak cukup untuk mengendalikan pertandingan. The Taeguk Warriors terlihat kekurangan pemain yang mampu mengubah tempo permainan dan menghadirkan sentuhan akhir yang menentukan.
Tekanan kini mengarah sepenuhnya kepada Hong Myung-bo. Jika Korea Selatan gagal melaju ke fase gugur, keputusan mencadangkan Son Heung-min berpotensi dikenang sebagai salah satu perjudian taktik paling kontroversial di Piala Dunia 2026.
"Para pemain telah memberikan segalanya, tapi sangat mengecewakan kebobolan gol pembuka. Adapun hasil yang mengecewakan, itu adalah tanggung jawab saya sebagai pelatih kepala," ujar Hong Myung-bo, di situs resmi FIFA.
Baca Juga
Bintang Brasil Lawan Skotlandia, Vinicius Jr Catatkan Rekor Unik
