Sebelum Maroko Kalahkan Skotlandia, Achraf Hakimi Dapat Panggilan Sidang Kasus Pelecehan
Poin Penting
|
FOXBOROUGH, investortrust.id – Kabar buruk menghampiri Maroko di sela-sela kemenangan 1-0 atas Skotlandia dalam laga kedua Grup C Piala Dunia 2026 di Gillette Stadium, Foxborough, Sabtu (20/6/2026) pagi WIB. Bukan soal cedera pemain, melainkan Achraf Hakimi dapat panggilan sidang kasus pelecehan seksual di Prancis.
Setelah menahan imbang Brasil di laga pertama, Maroko tampil solid untuk mendapatkan kemenangan pertama di Piala Dunia 2026. Gol semata wayang Ismael Saibari di menit kedua cukup membuat The Atlas Lions menang.
Namun, beberapa jam sebelum Maroko menghadapi Skotlandia, kabar buruk datang. Bek kanan Paris Saint-Germain (PSG) Achraf Hakimi dipastikan akan menghadapi persidangan kasus dugaan pelecehan setelah pengadilan banding Prancis menolak upayanya untuk membatalkan proses hukum tersebut.
Baca Juga
Kisah Alex Freeman Lanjutkan Warisan Sang Ayah Jadi Bintang di Stadion Bersejarah
Meski kasus ini sangat memalukan dan tidak sepantasnya dilakukan pesepak bola profesional, Mohamed Ouahbi selaku nakhoda Maroko menegaskan bahwa seluruh tim memberikan dukungan penuh kepada sang kapten.
“Apakah anda melihat pertandingan tadi? Saya rasa Anda melihatnya. Hakimi tampil luar biasa, jadi kami sangat tenang, dia juga sangat tenang dan saya pikir dia bermain dengan sangat baik,” kata Ouahbi, dilansir ESPN.
Selama pertandingan, Achraf Hakimi sempat mendapat siulan dari sebagian penonton setiap kali menyentuh bola. Mereka kecewa dengan kelakuan sang pemain. Tapi, hal itu tidak memengaruhi konsentrasinya di lapangan.
“Dia melakukan pekerjaannya dengan baik, jadi mengapa kita harus membahas soal bagaimana mengelolanya? Dia bangun pagi seperti semua orang, makan seperti biasa, tetap fokus, bermain bersama tim, dan ingin tampil maksimal. Itulah yang dia lakukan,” ujar Ouahbi.
Kasus yang menjerat Hakimi bermula pada Maret 2023 ketika seorang perempuan berusia 24 tahun melaporkan dirinya menjadi korban pemerkosaan di rumah sang pemain di pinggiran Paris. Achraf Hakimi sejak awal membantah seluruh tuduhan tersebut.
“Kami tidak perlu mengatakan apa pun. Kami mendukungnya, dia sangat tenang dan saya berharap dia terus menunjukkan bahwa dirinya adalah bek sayap terbaik di dunia. Itu penting bagi saya, para pemain, dan 44 juta rakyat Maroko yang mengikuti kami,” beber Ouahbi.
Pengadilan banding Versailles menyatakan hasil penyelidikan dan proses investigasi yudisial menunjukkan adanya cukup bukti untuk membawa pemain berusia 27 tahun itu ke meja hijau. Pengacara pihak pelapor, Rachel-Flore Pardo, menyebut keputusan pengadilan memberikan harapan baru bagi kliennya setelah menjalani proses hukum selama lebih dari tiga tahun.
Baca Juga
Kemenangan Pertama Brasil di Piala Dunia 2026 Mengorbankan Raphinha
